Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kram Perut Bagian Bawah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kram perut bagian bawah adalah keluhan yang bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Kram perut bagian bawah adalah keluhan yang bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Foto: Unsplash.com

Kram perut bagian bawah dapat disebabkan oleh banyak faktor. Sebagian besar kram ini diakibatkan oleh sesuatu yang tidak berbahaya, seperti gas yang berada pada saluran pencernaan bagian bawah. Namun, pada beberapa kasus, kram perut bagian bawah bisa menjadi gejala adanya gangguan kesehatan yang serius.

Simak uraian lengkapnya di bawah ini, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya.

Penyebab Kram Perut Bagian Bawah, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Perut bagian bawah adalah tempat organ-organ pencernaan, seperti hati, empedu, pankreas, usus besar, dan usus kecil. Kram perut bagian bawah bisa menandakan adanya gangguan pada organ-organ tersebut.

Berikut berbagai penyebab kram perut bagian bawah, gejala, hingga cara mengobatinya.

1. Nyeri Haid

Nyeri haid adalah hal yang biasa dirasakan oleh wanita saat menstruasi. Kondisi ini dapat menyebabkan kram perut pada bagian bawah.

Rasa nyeri haid tersebut timbul akibat adanya kontraksi pada bagian rahim. Kram saat haid bisa diikuti oleh beberapa gejala:

  • Lemah, letih, dan tidak bersemangat

  • Perubahan suasana hati

  • Diare

  • Mual dan muntah

  • Pusing

Nyeri haid yang diakibatkan oleh kontraksi haid biasa disebut sebagai dismenore primer. Menurut Nagy H dan Khan MAB dalam artikel ilmiah yang berjudul Dysmenorrhea, dismenore primer adalah kram pada bagian perut yang diakibatkan oleh kontraksi pada rahim dan tidak ada hubungannya dengan penyakit lain.

Nyeri haid biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Kondisi ini juga bisa diatasi dengan mengompres bagian perut bawah yang kram untuk meredakan rasa nyeri yang timbul.

Salah satu penyebab kram perut bagian bawah adalah nyeri haid. Foto: Unsplash.com

2. Sembelit

Sembelit adalah kondisi ketika seseorang sulit buang air besar (BAB). Hal tersebut disebabkan oleh kerasnya tekstur kotoran yang susah untuk dikeluarkan. Terdapat beberapa gejala dari sembelit, yaitu:

  • BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu

  • Feses kering dan keras

  • Perut terasa kembung dan penuh

  • Rasa nyeri pada perut bagian bawah akibat susah BAB

  • BAB mengeluarkan darah

Dalam jurnal The Pathophysiology of Chronic Constipation karya Christopher N Andrews dan Martin Storr, penderita sembelit bisa merasakan kram perut bagian bawah yang biasanya dipicu oleh perut yang kembung.

Sembelit sendiri biasanya diakibatkan oleh kurangnya konsumsi makanan berserat, kurangnya cairan, dan beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan kotoran menjadi keras.

Obat pencahar bisa menjadi solusi untuk mengatasi sembelit. Selain itu, jangan lupa untuk memperbanyak asupan cairan dan makanan serat tinggi untuk mempermudah buang air besar.

3. Usus Buntu

Kram perut bagian bawah bisa disebabkan oleh adanya usus buntu. Usus buntu adalah salah satu kondisi darurat yang butuh pengobatan cepat untuk mencegah organ yang pecah.

Mengutip dari jurnal Apendicitis karya Jones MW, usus buntu adalah peradangan pada bagian usus buntu yang menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

  • Mual dan muntah

  • Diare

  • Hilang nafsu makan

  • Perut kembung

  • Sembelit atau konstipasi

  • Kram perut pada bagian kanan bawah

Kebanyakan kasus usus buntu membutuhkan operasi untuk dapat sembuh dari penyakit ini. Operasi yang biasa dilakukan untuk mengangkat usus buntu adalah apendektomi yang terdiri dari dua jenis:

  • Laparoskopi apendektomi, yakni prosedur yang memasukkan selang ke dalam perut untuk melihat usus buntu dan mengangkatnya.

  • Apendektomi terbuka, yakni prosedur yang dilakukan untuk membuat sayatan pada perut kanan bawah untuk mengangkat usus yang buntu

4. Divertikulitis

Divertikulitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan adanya infeksi pada divertikula, yakni kantung-kantung di sepanjang saluran pencernaan. Divertikula pada umumnya disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan rendah serat dan sembelit.

Divertikulitis menimbulkan sejumlah gejala meliputi:

  • Demam dan menggigil

  • Mual

  • Perubahan kebiasaan BAB

  • Sakit perut dan kram pada bagian bawah

  • Perut kembung

  • Sembelit

Pengobatan divertikulitis disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami penderitanya. Apabila mengalami gejala ringan, dokter biasanya akan memberikan resep berupa obat-obatan penghilang rasa sakit, seperti paracetamol. Selain itu, diet rendah serat dan tinggi cairan perlu dilakukan untuk mengurangi kerja usus dalam beberapa hari.

5. Sindrom Iritasi Usus Besar

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah gangguan pencernaan yang bisa menjadi penyebab munculnya rasa kram perut pada bagian bawah. Sindrom ini menimbulkan gejala dan keluhan pada saluran pencernaan, seperti:

  • Sakit perut dan nyeri kram perut yang berulang

  • Susah untuk buang air besar, seperti diare, sembelit, dan lain-lain

  • Kembung

  • Sering merasa ingin buang air besar

Sampai saat ini, belum ditemukan penyebab utama dari sindrom ini dan masih dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi, saraf, dan stres, dan kondisi organ pencernaan.

Dalam jurnal Irritable Bowel Syndrom karya Lekha Saha, penerapan pola hidup sehat, seperti mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, rutin berolahraga, dan mengelola stres dapat meredakan gejala sindrom ini.

6. Batu Ginjal

Gejala batu ginjal berupa rasa sakit punggung dan kram pada bagian perut. Foto: Unsplash.com

Batu ginjal atau nephrolithiasis bisa menyebabkan rasa sakit punggung yang parah. Rasa sakit ini bisa merayap ke bagian perut, termasuk perut bagian bawah. Batu ginjal memiliki gejala berupa:

  • Terdapat darah dalam urin

  • Demam

  • Mual dan muntah

  • Urin yang memiliki bau yang menyengat

  • Rasa sakit saat buang air kecil

Batu ginjal biasanya diakibatkan oleh tingginya kadar zat kimia dalam urine. Zat kimia tersebut diperoleh dari makanan yang tinggi purin dan kalsium.

Pengobatan batu ginjal dilakukan berdasarkan jenis dan ukuran dari batu ginjal. Batu ginjal berukuran kecil, biasanya dapat diatasi dengan perawatan rumahan, seperti memperbanyak minum air putih, meredakan rasa nyeri, dan lain-lain.

Sementara itu, batu ginjal berukuran besar biasanya akan diobati dengan prosedur medis, seperti ureteroskopi.

Kram perut bagian bawah biasanya bersifat ringan dan bisa diobati dengan perawatan rumahan sederhana dan obat-obatan tertentu. Namun, bila kram perut diakibatkan oleh penangan medis, seperti operasi.

Bila kram perut disertai dengan rasanya nyeri yang hebat, mual dan muntah, perut kembung dan sakit disentuh, segera periksakan diri ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu dismenore primer?
chevron-down

Dismenore primer adalah kram pada bagian perut yang diakibatkan oleh kontraksi pada rahim dan tidak ada hubungannya dengan penyakit lain.

Apa penyebab sembelit?
chevron-down

Sembelit sendiri biasanya diakibatkan oleh kurangnya konsumsi makanan berserat, kurangnya cairan, dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan divertikula?
chevron-down

Divertikula adalah kantung-kantung di sepanjang saluran pencernaan.