Kutu Air di Tangan: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kutu air di tangan terjadi karena adanya infeksi jamur yang membuat kulit menjadi gatal dan bersisik. Kondisi ini cukup sering terjadi karena kebiasaan lupa untuk mencuci tangan setelah menyentuh daerah kulit yang terinfeksi jamur, seperti kutu air di kaki dan penyakit kurap di kulit.
Jika tidak ditangani dengan tepat, kutu air di tangan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lainnya, seperti telapak tangan, jari, punggung tangan, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi kondisi ini, gunakan krim rekomendasi dokter.
Supaya lebih paham apa saja pengobatan kutu air di tangan dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan, simak ulasan di bawah ini.
Pengertian Kutu Air di Tangan
Kutu air di tangan adalah kondisi di mana area tangan mengalami infeksi jamur dermatofita. Sebetulnya, selain di tangan, infeksi jamur yang menyebabkan kutu air bisa terjadi di area kaki, kulit kepala, hingga kuku kaki.
Menurut laman National Health Service, kutu air di tangan ini sering terjadi karena kebiasaan seseorang yang lupa mencuci tangan. Seperti yang diketahui, jamur senang hidup di tempat lembap dan bagian kulit yang tipis. Maka itu, penyebaran kutu air ini bisa terjadi di sela-sela jari dan telapak tangan.
Penyebab Kutu Air di Tangan
Kutu air di tangan disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita. Jenis infeksi jamur tersebut bisa menyebar ke area tangan, apabila bagian tangan tidak sengaja menyentuh area tubuh yang terinfeksi jenis jamur tersebut. Tidak hanya itu, kutu air di tangan juga bisa diakibatkan dari binatang, benda, dan lainnya.
Adapun beberapa faktor yang meningkatkan munculnya kutu air di tangan. Menyadur laman Healthline, berikut beberapa informasinya.
Tinggal di iklim yang panas dan lembab
Mengeluarkan keringat yang berlebihan atau memiliki penyakit kulit tertentu
Sering memegang hewan peliharaan maupun ternak, tanpa membersihkannya
Berbagi menggunakan pakaian, sarung tangan, hingga handuk dengan orang lain
Tidak sengaja bersentuhan kulit dengan orang yang menderita kutu air
Sering memakai alas kaki yang tertutup
Menggunakan sepatu yang ketat dan tebal tanpa sirkulasi udara
Terdapat luka pada jari atau kuku jari kaki
Tidak menjaga kebersihan kaki, seperti mencuci kaki, menggunakan alas kaki yang sudah dicuci, dan lain sebagainya
Kaki sering berkeringat dan tidak segera dikeringkan
Gejala Kutu Air di Tangan
Kutu air di tangan menimbulkan beberapa kondisi dan gejala yang membuat para pengidapnya kurang nyaman. Menurut laman Mayo Clinic, berikut beberapa gejala kutu air di tangan.
Munculnya ruam kemerahan di area tangan
Adanya perubahan kuku, yakni perubahan warna, lebih tebal, dan rapuh
Kulit tangan mengalami pecah-pecah dan mengelupas
Timbul cairan dari area kulit kaki yang ditumbuhi jamur
Iritasi seperti gatal, sensasi panas, terbakar, dan menyengat di antara jari kaki
Cara Mengobati Kutu Air di Tangan
Kutu air di tangan perlu ditangani agar tidak menyebar ke bagian tangan lainnya. Untuk mengatasinya, ada beberapa obat yang bisa dioleskan, mulai dari miconazole, clotrimazole, hingga ketoconazole.
Supaya lebih jelas, berikut ulasan lengkapnya, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
1. Miconazole
Obat yang bisa mengobati kutu air di tangan adalah miconazole. Miconazole adalah obat generik bermerek dengan bentuk sediaan krim yang mengandung zat aktif Miconazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang bagian-bagian tubuh, seperti vagina, mulut, dan kulit.
Miconazole sendiri bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan jamur. Namun, ada beberapa efek samping yang dapat dirasakan, seperti sensasi kulit yang terbakar, ruam kemerahan, hingga gatal-gatal.
2. Clotrimazole
Tidak hanya miconazole, ada juga clotrimazole yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi infeksi jamur. Obat ini bekerja dengan cara merusak struktur membran sel jamur, sehingga pertumbuhannya bisa dihentikan. Selain dalam bentuk krim, clotrimazole juga bisa dikonsumsi dalam bentuk bedak hingga tablet.
3. Ketoconazole
Ketoconazole adalah obat lain untuk mengatasi kutu air di tangan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan ergosterol dan enzim tertentu yang dibutuhkan jamur untuk tumbuh dan bertahan hidup.
Ketiga obat kutu air di tangan ini bisa dioleskan sebanyak 2 kali sehari. Jika gejalanya masih bisa dirasakan, pengidap kutu air di tangan bisa melakukan konsultasi kembali dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan lainnya yang lebih efektif.
Cara Mencegah Kutu Air di Tangan
Kutu air di tangan bisa dicegah dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Menyadur laman Kementerian Kesehatan RI, berikut informasinya.
Menjaga kebersihan tangan dan pastikan bahwa tangan dalam kondisi kering dan tidak terlalu lembab.
Menghindari area tubuh yang sedang terinfeksi jamur, salah satunya dengan tidak menyentuhnya.
Menggunakan sarung tangan yang sekali pakai ketika mengobati kulit sedang mengalami infeksi jamur.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Kutu air di tangan disebabkan oleh apa?

Kutu air di tangan disebabkan oleh apa?
Kutu air di tangan bisa disebabkan karena infeksi jamur dermatofita.
Bagaimana cara menghilangkan kutu air di tangan?

Bagaimana cara menghilangkan kutu air di tangan?
Cara menghilangkan kutu air di tangan bisa dihilangkan menggunakan obat yang bisa dioleskan, mulai dari miconazole, clotrimazole, hingga ketoconazole.
Apa yang terjadi jika kutu air dibiarkan?

Apa yang terjadi jika kutu air dibiarkan?
Jika tidak ditangani dengan tepat, kutu air di tangan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lainnya, seperti telapak tangan, jari, punggung tangan, dan lain sebagainya.
