Mefinal: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
ยทwaktu baca 5 menit

Mefinal obat apa? Mefinal adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan dan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).
Mefinal termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Mefinal 500 mg | |
|---|---|
Harga | Rp19.000 - Rp32.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati kondisi peradangan dan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid. |
Komposisi | Ciprofloxacin 500 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: diminum 1 tablet (500 mg) sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. |
Efek Samping | Sakit kepala, pusing, sakit perut, mual, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat, memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Mefinal
Mefinal adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, nyeri haid, dan nyeri otot. Obat ini termasuk dalam golongan obat NSAID.
Mengutip jurnal Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) oleh Ida Ghlichloo dan Valerie Gerriets, obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi prostaglandin (senyawa yang menyebabkan rasa sakit, demam, dan peradangan dalam tubuh). Dengan cara kerjanya tersebut, rasa nyeri dan reaksi peradangan dalam tubuh akan berkurang.
Kandungan dan Kegunaan Mefinal
Mefinal memiliki kandungan zat aktif asam mefenamat yang tersedia dengan komposisi 500 mg. Mengutip jurnal An Insight of Non-Steroidal Anti-inflammatory Drug Mefenamic Acid: A Review oleh Rajat Srivastava, dkk., asam mefenamat adalah obat yang banyak digunakan untuk meredakan nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang.
Asam mefenamat bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-2 (COX-2), yakni enzim yang berfungsi dalam pembentukan prostaglandin. Cara kerjanya tersebut dapat menghentikan produksi prostaglandin dalam tubuh, sehingga mengurangi rasa sakit dan peradangan.
Asam mefenamat sering digunakan untuk mengatasi sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, hingga nyeri pascaoperasi. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri akut dan kronik yang terkait dengan kondisi peradangan, seperti:
1. Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis atau penyakit rematik adalah peradangan kronis pada sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Penyakit ini ditandai dengan rasa kaku, nyeri, kemerahan, dan bengkak pada sendi.
2. Osteoartritis
Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang memengaruhi tulang rawan persendian. Kondisi ini menyebabkan gesekan antara tulang yang terdapat dalam sendi, sehingga menimbulkan rasa sakit, kaku, dan gejala lainnya.
3. Dismenore
Dismenore atau nyeri haid adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau ketika sedang haid. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri di perut bawah yang bisa menyebar hingga ke punggung bawah dan paha bagian dalam.
4. Spondilitis Ankilosa
Spondilitis ankilosa merupakan peradangan kronis yang terjadi pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang belakang terasa nyeri, kaku, serta dapat mengubah postur tubuh penderitanya. Penggunaan Mefinal dapat mengurangi gejala nyeri pada kondisi ini.
5. Nyeri Trauma
Mefinal juga sering digunakan dalam pengobatan untuk meredakan nyeri pada kasus trauma muskuloskeletal (struktur yang mendukung anggota tubuh, leher, dan punggung). Selain itu, obat ini juga dapat membantu mengatasi nyeri pascaoperasi.
Selain beberapa kondisi di atas, Mefinal juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri akibat ketegangan otot. Ketegangan otot dapat terjadi karena otot mengalami peregangan yang berlebihan karena aktivitas fisik tertentu.
Anjuran Dosis Mefinal
Sebagai golongan obat bebas keras, penggunaan Mefinal harus sesuai dengan petunjuk dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
Konsumsi Mefinal harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Mefinal tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Mefinal dapat dikonsumsi sesudah makan untuk menghindari gangguan pencernaan.
Berikut ini anjuran dosis dan aturan pakai Mefinal tablet secara umum.
Dewasa: diminum 1 tablet (500 mg) sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi Mefinal, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung (aritmia), penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia), dan penyakit kelainan darah (diskrasia darah).
Kontraindikasi Mefinal
Sebelum mengonsumsi Mefinal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.
Mefinal tidak boleh dikonsumsi bagi pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan obat dan golongan obat NSAID lainnya. Selain itu, jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang menderita tekanan darah rendah (hipotensi).
Pasien yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang.
Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.
Pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.
Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat.
Ibu hamil dan menyusui.
Efek Samping Mefinal
Sama seperti obat-obatan lainnya, Mefinal juga memiliki sejumlah efek samping yang dapat muncul. Mengutip jurnal Mefenamic Acid oleh Monica Valentovic, dkk., beberapa efek samping apabila mengonsumsi obat yang mengandung asam mefenamat, di antaranya:
Sakit kepala atau pusing
Sakit perut
Mual dan muntah
Nyeri ulu hati
Mengantuk
Mulut kering
Selain itu, Mefinal juga memiliki beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi, seperti reaksi alergi, telinga berdenging, gagal napas, pembengkakan pada wajah, denyut nadi yang abnormal (fibrilasi atrium), dan tekanan darah rendah.
Jika mengalami efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan obat Mefinal?

Apa kegunaan obat Mefinal?
Mefinal adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan dan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid.
Mefinal termasuk golongan obat apa?

Mefinal termasuk golongan obat apa?
Mefinal termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.
Bagaimana cara kerja obat Mefinal?

Bagaimana cara kerja obat Mefinal?
Mefinal bekerja dengan cara menghentikan produksi prostaglandin (senyawa yang menyebabkan rasa sakit, demam, dan peradangan dalam tubuh).
