Menorrhagia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Menorrhagia adalah istilah medis yang menunjukkan kondisi di mana jumlah darah ketika haid keluar lebih banyak dan durasi menstruasi lebih dari 7 hari. Kondisi ini biasanya dialami oleh wanita yang sudah mendekati masa menopause.
Jika tidak segera ditangani, menorrhagia berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah anemia, kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah, sehingga lebih mudah lemas dan tidak semangat untuk beraktivitas.
Ingin tahu lebih banyak tentang menorrhagia? Simak ulasannya di bawah ini.
Pengertian Menorrhagia
Menyadur laman Healthline, menorrhagia adalah kondisi periode menstruasi yang memanjang dan mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya. Perlu diketahui bahwa normalnya darah yang keluar saat menstruasi adalah 30-40 mililiter selama kurang lebih 4-5 hari. Ketika terjadi menorrhagia, darah yang keluar bisa mencapai 80 mililiter.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sebab darah yang keluar cukup banyak disertai dengan keram perut yang cukup hebat. Tidak hanya itu, menorrhagia juga menyebabkan wanita yang mengalaminya harus mengganti tampon atau pembalut setidaknya 2 jam sekali.
Penyebab Menorrhagia
Menorrhagia bisa disebabkan oleh beberapa kondisi. Namun, salah satu penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan hormon wanita ketika memulai menstruasi atau menjelang menopause. Tidak hanya itu, menorrhagia juga bisa dipicu oleh gangguan kesehatan lainnya seperti disfungsi ovarium, fibroid rahim, dan lain sebagainya.
Menurut Cleveland Clinic, menorrhagia juga bisa dipengaruhi oleh usia. Dalam data yang dipublikasi oleh Cleveland Clinic disebutkan bahwa 90% kasus menorrhagia terjadi pada wanita yang baru saja mengalami pubertas dan dewasa di atas 40-50 tahun.
Supaya lebih jelas, berikut beberapa penyebab menorrhagia seperti yang dihimpun dari laman Mayo Clinic.
1. Disfungsi ovarium
Disfungsi ovarium adalah kondisi ketika indung telur tidak melepaskan sel telur selama siklus menstruasi, sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan hormon progesteron. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan hormon dan memicu munculnya menorrhagia.
2. Fibroid rahim
Selain disfungsi ovarium, menorrhagia juga disebabkan fibroid rahim. Sebagai informasi, fibroid rahim adalah tumor rahim non-kanker yang muncul selama tahun-tahun subur. Fibroid rahim bisa menyebabkan pendarahan menstruasi yang lebih dari normal, sehingga berpotensi mengeluarkan darah lebih banyak.
3. Adenomiosis
Penyebab lain dari menorrhagia adalah adenomiosis. Kondisi ini menyebabkan kelenjar dari endometrium jadi tertanam di otot rahim, sehingga terjadi pendarahan hebat dan wanita yang sedang menstruasi bisa merasakan gejala yang lebih berat.
Gejala Menorrhagia
Wanita yang mengidap menorrhagia akan mengalami beberapa gejala baik yang disadari maupun tidak. Supaya bisa mengantisipasi kondisi tersebut, menyadur laman Centers for Disease Control and Prevention, berikut beberapa gejala menorrhagia yang perlu diketahui:
Mengalami pendarahan lebih dari 7 hari
Menghabiskan satu hingga lebih pembalut selama beberapa jam
Sering terbangun untuk mengganti pembalut di malam hari
Munculnya gumpalan darah yang besar
Sering merasa lelah atau kelelahan
Terjadi pendarahan yang tidak biasa dalam satu bulan secara berturut-turut
Gejala-gejala menorrhagia bisa semakin parah jika tidak ditangani dengan tepat. Tidak hanya itu, menorrhagia yang tidak diobati dengan tepat bisa memicu munculnya gangguan kesehatan yang lainnya, salah satunya anemia.
Cara Mengobati Menorrhagia
Pengobatan menorrhagia dilakukan berdasarkan penyebabnya. Seperti yang sudah disebutkan, ada banyak penyebab menorrhagia, mulai dari disfungsi ovarium, fibroid rahim, dan lain sebagainya. Penyebab-penyebab tersebut bisa diobati dengan rutin mengonsumsi obat-obatan hingga terapi.
Lebih jelasnya, berikut beberapa cara mengobati menorrhagia guna terhindar dari komplikasi yang tidak diinginkan.
1. Mengonsumsi obat NSAID
Penanganan pertama yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi obat NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs). Obat ini biasanya digunakan untuk meringankan beberapa gejala seperti nyeri, demam, hingga peradangan.
NSAID yang paling umum digunakan adalah aspirin dan ibuprofen. Obat ini sendiri bisa dengan mudah ditemukan di beberapa apotek terdekat dengan harga yang terjangkau.
2. Obat penambah hormon
Obat penambah hormon bisa dijadikan sebagai langkah pengobatan menorrhagia. Biasanya, dokter akan merekomendasikan pengidapnya untuk mengonsumsi obat penambah hormon progesteron (progestin).
Menyadur laman Drugs, progestin bekerja dengan memperlambat efek hormon estrogen yang ada di dalam tubuh. Kemudian, progestin akan membuat lapisan rahim menipis, sehingga mengurangi aliran darah dan sensasi keram PMS yang dirasakan.
Cara Mencegah Menorrhagia
Menorrhagia bisa dicegah dengan melakukan beberapa kegiatan yang menyehatkan. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya menorrhagia, seperti yang dikutip dari laman National Health Service:
Perbanyak aktivitas fisik. Misalnya rutin berolahraga di minggu-minggu sebelum menstruasi.
Perbaiki pola makan dan hindari mengonsumsi junk food.
Perbanyak istirahat dan mengonsumsi suplemen pendukung, salah satunya vitamin C.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab menorrhagia?

Apa penyebab menorrhagia?
Menorrhagia bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, namun salah satu penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan hormon wanita.
Apa yang dimaksud dengan menorrhagia?

Apa yang dimaksud dengan menorrhagia?
Menorrhagia adalah istilah medis yang menunjukkan kondisi di mana jumlah darah ketika haid keluar lebih banyak dan durasinya lebih dari 7 hari.
Apakah menorrhagia bisa sembuh dengan sendirinya?

Apakah menorrhagia bisa sembuh dengan sendirinya?
Menorrhagia bisa diobati dengan mengonsumsi beberapa obat-obatan, seperti obat NSAID dan penambah hormon.
