Obat Acetylcysteine: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
ยทwaktu baca 4 menit

Acetylcysteine obat apa? Obat Acetylcysteine adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak pada saluran pernapasan dan menangani keracunan paracetamol. Obat ini termasuk ke dalam kelompok obat mukolitik yang berfungsi untuk mengencerkan dahak.
Acetylcysteine termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Acetylcysteine 200 mg | |
|---|---|
Harga | Rp150.000 - Rp180.000 per 100 kapsul |
Indikasi dan Manfaat | Mengencerkan dahak pada saluran pernapasan dan menangani keracunan paracetamol. |
Komposisi | Acetylcysteine 200 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: diminum 2-3 kapsul per hari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. |
Efek Samping | Sakit perut, mual, muntah, dan mulut kering. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi dengan kandungan obat, memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati, menderita tukak lambung, dan ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Acetylcysteine
Acetylcysteine adalah obat untuk mengencerkan lendir atau dahak pada saluran pernapasan. Obat ini termasuk agen mukolitik yang dapat menurunkan viskositas dahak.
Mengutip jurnal A Review on Various Uses of N-Acetyl Cysteine oleh Vida Mokhtari, dkk., obat Acetylcysteine bekerja dengan cara mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan, sehingga membuat dahak lebih encer dan dapat dikeluarkan dengan mudah.
Acetylcysteine sering digunakan sebagai pengobatan batuk berdahak. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk menangani kondisi pada pasien yang overdosis paracetamol.
Kandungan dan Kegunaan Acetylcysteine
Acetylcysteine merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Obat ini tersedia dengan sediaan komposisi Acetylcysteine 200 mg.
Mengutip jurnal N-Acetylcysteine Mucolysis in the Management of Chronic Obstructive Pulmonary Disease oleh Anna M. Sadowska, Acetylcysteine sebagai agen mukolitik bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida, sehingga dahak yang menyumbat saluran pernapasan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.
Sementara dalam kasus keracunan paracetamol, Acetylcysteine bekerja dengan cara meningkatkan kadar glutathione, yakni senyawa antioksidan yang dibuat hati dan sel-sel saraf di otak yang dapat menetralkan senyawa beracun dalam tubuh. Obat ini dapat mencegah kerusakan hati akibat overdosis paracetamol.
Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai gangguan saluran pernapasan akut dan kronis, seperti:
1. Fibrosis Kistik
Fibrosis kistik adalah kelainan genetik yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Kondisi ini umumnya terjadi di paru-paru dan sistem pencernaan.
2. Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat, termasuk batuk berdahak, demam, pusing, dan sesak napas.
3. Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan pada selaput lendir dari trakea dan saluran bronkus. Ada dua jenis penyakit bronkitis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.
Bronkitis akut ditandai dengan demam serta batuk dengan dahak kekuningan. Sementara bronkitis kronis ditandai dengan batuk yang berkepanjangan dan mengeluarkan dahak yang banyak.
4. Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tapi tidak jarang pula bakteri dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya.
5. Emfisema
Emfisema adalah salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) berupa membengkaknya alveolus yang mengakibatkan paru-paru akan menggembung sehingga sulit bernapas. Gejala awal dari emfisema meliputi batuk, sesak napas, dan meningkatnya produksi dahak pada saluran pernapasan.
Anjuran Dosis Acetylcysteine
Sebagai golongan obat keras, penggunaan obat Acetylcysteine harus sesuai petunjuk dokter. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
Konsumsi Acetylcysteine harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Acetylcysteine tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Acetylcysteine dapat dikonsumsi sesudah makan. Jangan mengunyah atau menghancurkan obat.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Acetylcysteine secara umum adalah sebagai berikut.
Dewasa: diminum 2-3 kapsul per hari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi Acetylcysteine, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti anafilaksis (syok akibat reaksi alergi yang berat) dan pembengkakan wajah.
Kontraindikasi Acetylcysteine
Sebelum mengonsumsi Acetylcysteine, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Alergi terhadap kandungan obat.
Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
Pasien yang memiliki penyakit tukak lambung dan varises esofagus.
Ibu hamil dan menyusui.
Efek Samping Acetylcysteine
Sama seperti obat-obatan lainnya, Acetylcysteine umumnya memiliki sejumlah efek samping. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:
Sakit perut
Mual atau muntah
Mulas atau perut kembung
Berkeringat
Demam
Mulut atau tenggorokan kering
Nyeri sendi
Penggunaan obat Acetylcysteine dapat memiliki efek samping yang berbeda bagi setiap orang. Selain itu, penggunaan obat ini juga dapat memicu reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, sesak napas, dan jantung berdebar.
Jika mengalami efek samping di atas yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan obat Acetylcysteine?

Apa kegunaan obat Acetylcysteine?
Obat Acetylcysteine adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak pada saluran pernapasan dan menangani keracunan paracetamol.
Acetylcysteine termasuk golongan obat apa?

Acetylcysteine termasuk golongan obat apa?
Acetylcysteine termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter.
Bagaimana cara kerja obat Acetylcysteine?

Bagaimana cara kerja obat Acetylcysteine?
Obat Acetylcysteine bekerja dengan cara mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan sehingga membuat dahak lebih encer dan dapat dikeluarkan dengan mudah.
