Obat Penenang: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
ยทwaktu baca 5 menit

Obat penenang adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan psikologis, seperti gangguan kecemasan, serangan panik, dan gangguan tidur. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan aktivitas otak, sehingga menghasilkan efek menenangkan.
Ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk kelompok obat penenang, seperti benzodiazepine, barbiturat, dan hipnotik sedatif (non-benzodiazepine). Salah satu contoh obat penenang yang paling banyak digunakan adalah Diazepam.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Diazepam 5 mg | |
|---|---|
Harga | Rp49.000 - Rp89.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengatasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan psikologis, seperti gangguan kecemasan, serangan panik, dan gangguan tidur. |
Komposisi | Diazepam 5 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa (gangguan kecemasan): dosis 2-10 mg, diminum sebanyak 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. |
Efek Samping | Mengantuk, sakit kepala, penglihatan kabur, dan sakit perut. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat, menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, insufisiensi pernapasan berat, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Obat Penenang
Obat penenang adalah golongan obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi medis yang berhubungan dengan psikologis, seperti gangguan kecemasan, serangan panik, dan gangguan tidur. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi kejang.
Secara umum, obat penenang bekerja sebagai depresan terhadap sistem saraf pusat, sehingga aktivitas fisiologis menjadi ringan dan memberikan efek menenangkan pada penggunanya.
Kandungan dan Kegunaan Obat Penenang
Obat penenang merupakan obat yang memiliki efek menenangkan karena dapat menurunkan aktivitas otak. Berikut ini beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan obat penenang.
1. Benzodiazepine
Mengutip jurnal Benzodiazepines: Uses, Dangers, and Clinical Considerations oleh Amber N. Edinoff, dkk., benzodiazepine adalah obat penenang yang saat ini paling banyak digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, spasme otot, serangan panik, gangguan tidur, dan kejang.
Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan efek dari zat kimia alami yang disebut asam gamma-aminobutyric (GABA) di otak. GABA adalah senyawa kimia penghambat neurotransmitter yang bekerja dengan menghambat sinyal otak tertentu.
Benzodiazepine dapat membantu menjaga keseimbangan bahan kimia di otak sehingga mampu menghasilkan efek menenangkan. Contoh obat benzodiazepine adalah Diazepam, Alprazolam, Estazolam, Midazolam, dan Lorazepam.
Efek samping dari benzodiazepine umumnya adalah mengantuk, mulut kering, mual, muntah, pusing berputar, berkurangnya kewaspadaan dan konsentrasi, serta gangguan koordinasi motorik.
2. Barbiturat
Barbiturat adalah obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat dan menghasilkan efek yang luas, mulai dari sedasi (penenang) ringan sampai anastesi total.
Berdasarkan jurnal Recent Update on Barbiturate in Relation to Brain Disorder oleh Sachchidanand Pathak, dkk., barbiturat bekerja dengan cara meningkatkan zat kimia GABA di otak, sehingga dapat memperlambat aktivitas sel-sel otak.
Barbiturat biasa digunakan untuk mengatasi insomnia, kejang, mengurangi kecemasan, dan menjadi obat bius sebelum prosedur anestesi. Pada beberapa pasien, obat ini diresepkan untuk mengobati hipertensi intrakranial.
Dalam dosis kecil, barbiturat memberikan efek menenangkan, sedangkan dalam dosis yang lebih besar dapat menyebabkan tidur. Contoh obat barbiturat adalah Fenobarbital, Primidone, Amobarbital, dan Butalbital.
3. Hipnotik Sedatif (Non-benzodiazepine)
Obat hipnotik sedatif (non-benzodiazepine) adalah obat depresan susunan saraf pusat (SSP) yang menimbulkan serangkaian efek depresan yang khas, mulai dari sedasi ringan hingga anestasi. Obat ini berbeda strukturnya dengan benzodiazepine, tetapi memiliki cara kerja yang mirip.
Obat-obatan golongan ini utamanya digunakan untuk gangguan tidur dan mengurangi gejala kecemasan. Contoh obat hipnotik sedatif (non-bezodiazepine) adalah Zopiclone, Zaleplon, Eszopiclone, dan Zolpidem.
Anjuran Dosis Obat Penenang
Penggunaan obat penenang harus di bawah pengawasan dokter. Obat ini sangat dilarang untuk digunakan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena bisa menyebabkan kecanduan dan masalah kesehatan serius.
Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini meliputi:
Konsumsi obat penenang harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Jangan menghentikan konsumsi obat penenang secara tiba-tiba atau menurunkan dosis tanpa adanya instruksi dari dokter.
Obat penenang tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Obat penenang dapat menyebabkan ketergantungan sehingga tidak boleh digunakan untuk pengobatan jangka panjang.
Risiko ketergantungan obat bisa meningkat apabila dosis ditingkatkan melebihi anjuran atau digunakan dalam jangka waktu lama.
Penyalahgunaan obat penenang dapat memperburuk kondisi kesehatan yang diderita.
Dokter akan meresepkan obat penenang sesuai dengan kondisi pasien. Adapun anjuran dosis dan aturan pakai obat penenang sesuai jenis obatnya secara umum adalah sebagai berikut.
Dosis Obat Penenang Diazepam (Benzodiazepine) untuk Gangguan Kecemasan
Dewasa: dosis 2-10 mg, diminum sebanyak 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Dosis Obat Penenang Primidone (Barbiturat) untuk Kejang
Dewasa: dosis awal 100-125 mg, diminum sekali sehari pada malam hari sebelum tidur. Dosis dapat ditingkatkan sebanyak 125 mg, tiap 3 hari, hingga dosis mencapai 500 mg per hari. Dosis maksimal 1.500 mg per hari. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Dosis Obat Penenang Zolpidem (Hipnotik Sedatif Non-benzodiazepine) untuk Insomnia
Dewasa: dosis 5-10 mg, diminum sekali sehari sebelum tidur. Dosis maksimal 10 mg per hari. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi obat penenang di atas, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis yang diresepkan dokter dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti kejang, gangguan keseimbangan, kecanduan, hingga kematian.
Kontraindikasi Obat Penenang
Pada dasarnya, jangan mengonsumsi obat penenang apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat. Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu tentang riwayat penyakit yang dimiliki dan obat-obatan yang dikonsumsi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal da hati yang berat.
Pasien yang memiliki insufisiensi pernapasan berat (paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik).
Ibu hamil dan menyusui.
Efek Samping Obat Penenang
Sama seperti obat-obatan lainnya, obat penenang memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Mengutip National Institute on Drug Abuse (NIDA), beberapa efek samping umum yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat penenang, antara lain:
Mengantuk
Sakit kepala
Mulut atau tenggorokan kering
Lemas
Nyeri otot
Halusinasi
Tekanan darah rendah
Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, mulas, diare, atau perut kembung
Pemakaian obat penenang dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda, tergantung dari jenis obat dan kondisi pasien. Selain itu, setiap orang bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pemakaian obat.
Dalam beberapa kasus, obat penenang dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, seperti ataksia (gangguan koordinasi atau gerakan tubuh), tremor, kejang, kelainan darah, hingga halusinasi atau muncul keinginan bunuh diri.
Jika mengalami efek samping setelah penggunaan obat penenang tertentu, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu obat barbiturat?

Apa itu obat barbiturat?
Barbiturat adalah obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat dan menghasilkan efek yang luas, mulai dari sedasi (penenang) ringan sampai anastesi total.
Apa kegunaan benzodiazepine?

Apa kegunaan benzodiazepine?
Benzodiazepine saat ini paling banyak digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, spasme otot, serangan panik, gangguan tidur, dan kejang.
Apa itu obat hipnotik sedatif (non-benzodiazepine?

Apa itu obat hipnotik sedatif (non-benzodiazepine?
Obat hipnotik sedatif (non-benzodiazepine) adalah obat depresan susunan saraf pusat (SSP) yang menimbulkan serangkaian efek depresan yang khas, mulai dari sedasi ringan hingga anestasi.
