Pembesaran Prostat Jinak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 5 menit

Pembesaran prostat jinak adalah penyakit yang muncul ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran. Gangguan ini termasuk kondisi yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.
Prostat sendiri merupakan kelenjar yang melingkari bagian atas dari aliran kandung kemih. Prostat terletak di bawah kandung kemih dan di atas rektum.
Pada pria yang mengalami pertambahan usia, prostat akan mengalami pembesaran. Kondisi ini dapat menyebabkan proses pengeluaran urine terhambat.
Pembesaran prostat jinak berbeda dari kanker prostat, meskipun kedua gangguan ini mempunyai gejala yang sama. Cari tahu lebih lanjut mengenai pembesaran prostat jinak melalui penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Pembesaran Prostat Jinak?
Mengutip dari jurnal Benign Prostatic Hyperplasia oleh Michael Ng dan Krishna M. Baradhi, pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia adalah kondisi ketika terjadinya pertumbuhan atau pembesaran jaringan pada prostat yang bersifat nonkanker. Gangguan ini termasuk penyebab umum dari fungsi saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract symptoms).
Prostat adalah kelenjar yang menghasilkan cairan khusus. Cairan ini berfungsi untuk memelihara dan mengangkut sperma. Prostat mengelilingi uretra, yaitu saluran kecil yang membawa urine ataupun sperma keluar dari tubuh. Prostat pada umumnya memiliki ukuran:
25-30 g untuk pria berusia 40-49 tahun
30-50 g untuk pria berusia 50-59 tahun
35-45 g untuk pria di atas 60 tahun
Berdasarkan data di atas, bisa dilihat bahwa seiring bertambahnya usia, prostat menjadi lebih berat. Ketika prostat mengalami pembesaran, kondisi ini bisa menyebabkan penyumbatan dan masalah pada buang air kecil.
Penyebab Pembesaran Prostat Jinak
Penyebab dari pembesaran prostat jinak sampai saat ini belum diketahui. Mengutip dari laman, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, para ahli percaya bahwa perubahan hormon mungkin mempengaruhi ukuran prostat.
Kadar hormon testosteron yang menurun dan meningkatnya produksi dihidrotestosteron diyakini dapat menyebabkan pembesaran prostat jinak. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan ini, yaitu:
Pertambahan usia: pria mulai mengalami pembesaran prostat ketika berusia 50 tahun ke atas dan ukuran prostat menjadi 70% lebih besar ketika pria berusia di atas 70 tahun
Faktor genetik: ketika seseorang memiliki keluarga atau kerabat dengan kondisi pembesaran prostat jinak, hal ini memungkinkan dirinya terkena gangguan yang sama
Kondisi medis tertentu: seseorang dengan kondisi obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan disfungsi ereksi cenderung mengalami pembesaran prostat
Kurang olahraga: orang yang jarang berolahraga akan cenderung terserang gangguan ini
Gejala Pembesaran Prostat Jinak
Gejala awal dari pembesaran prostat jinak adalah sering memiliki keinginan untuk buang air kecil. Hal ini terjadi ketika prostat yang membesar memberikan tekanan pada uretra atau kandung kemih, sehingga keinginan untuk mengeluarkan urine pun tidak tertahankan. Penderita pun akan sering buang air kecil.
Selain itu, terdapat gejala lainnya. Dikutip dari jurnal Common Questions About the Diagnosis and Management of Benign Prostatic Hyperplasia oleh Ryan Pearson dan Pamela M Williams, berikut gejala dari pembesaran prostat jinak:
Tidak mampu menahan keinginan untuk buang air kecil
Kesulitan saat buang air kecil
Aliran urine menjadi lemah
Ketidakmampuan dalam mengosongkan kandung kemih
Rasa nyeri saat buang air kecil atau setelah ejakulasi
Perubahan bau atau urine
Nyeri panggul
Cara Mengobati Pembesaran Prostat Jinak
Pembesaran prostat jinak adalah kondisi umum yang bersifat nonkanker. Namun, pada beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan infeksi saluran kencing dan komplikasi lainnya.
Pengobatan pembesaran prostat jinak biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Beberapa kasus tanpa gejala bahkan tidak membutuhkan pengobatan.
Dokter akan memantau perubahan gejala yang dialami penderita, kemudian memutuskan untuk memilih pengobatan yang tepat. Adapun beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi pembesaran prostat adalah sebagai berikut.
1. Terapi Obat-obatan
Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala pembesaran prostat jinak dan mengurangi ukurannya. Berikut jenis obat-obatan yang digunakan:
Alpha blocker: obat yang bekerja dengan mengendurkan jaringan otot di uretra dan leher kandung kemih, sehingga dapat meningkatkan aliran urine.
Inhibitor reduktase 5-alfa: obat yang berfungsi untuk mengurangi gejala pada buang air kecil dengan mengecilkan ukuran prostat
2. Prosedur Operasi
Jika penggunaan obat-obatan tidak efektif, operasi mungkin akan dilakukan untuk mengatasi pembesaran prostat jinak. Beberapa jenis operasinya meliputi:
Transurethral resection of the prostate (TURP): prosedur dilakukan dengan menggunakan jarum untuk memasukkan implan, sehingga prostat dapat diangkat dengan mudah. Dengan begitu, prostat tidak lagi menghalangi uretra.
Transurethral incision of the prostate (TUIP): prosedur yang bertujuan untuk melebarkan uretra. Operasi ini dilakukan dengan cara memotong beberapa bagian kecil di prostat dan leher kandung kemih.
Ablasi uap air konvektif: prosedur ini menggunakan uap atau energi panas khusus yang diberikan ke bagian prostat melalui jarum. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk membunuh jaringan prostat yang tidak diinginkan.
Terapi laser: prosedur yang memanfaatkan sinar berenergi tinggi dan dimasukkan melalui uretra dengan alat sistoskop. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan jaringan prostat yang tidak diperlukan.
3. Perawatan Rumahan
Beberapa perawatan rumahan dianjurkan untuk mengurangi gejala dan mengatasi pembesaran prostat jinak. Perawatan pembesaran prostat jinak di antaranya:
Membatasi asupan cairan di malam hari. Namun, pastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang dibutuhkan untuk menghindari dehidrasi.
Membatasi kafein dan alkohol yang dapat meningkatkan produksi urine, mengiritasi kandung kemih, dan memperparah gejala.
Mengurangi penggunaan obat-obatan dekongestan atau antihistamin yang mempersulit seseorang untuk buang air kecil.
Buanglah air kecil ketika merasa ingin buang air kecil. Hindari kebiasaan menunda buang air kecil karena dapat mengakibatkan ketegangan pada kandung kemih.
Ikuti pola makan yang sehat sebab obesitas, penyakit jantung, dan diabetes, dan penyakit yang berkaitan dengan pola makan dapat meningkatkan risiko pembentukan tonjolan prostat.
Rutin berolahraga untuk membantu mengurangi masalah pada saluran kemih.
Itulah beberapa perawatan yang mungkin akan dilakukan untuk mengatasi pembesaran prostat jinak. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, silakan konsultasikan dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik terkait kondisi yang dimiliki.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Di mana letak kelenjar prostat?

Di mana letak kelenjar prostat?
Prostat terletak di bawah kandung kemih dan di atas rektum.
Apa yang dimaksud dengan benign prostatic hyperplasia?

Apa yang dimaksud dengan benign prostatic hyperplasia?
Benign prostatic hyperplasia adalah kondisi ketika terjadinya pertumbuhan atau pembesaran jaringan pada prostat yang bersifat nonkanker.
Apa fungsi dari kelenjar prostat?

Apa fungsi dari kelenjar prostat?
Prostat adalah kelenjar yang menghasilkan cairan yang berfungsi untuk memelihara dan mengangkut sperma.
