Kumparan Logo
Konten Media Partner

Penyakit Bipolar: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa itu bipolar? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa itu bipolar? Foto: Unsplash

Daftar isi

Apa itu penyakit bipolar? Bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang cukup ekstrem. Sebagai contoh, pengidap bipolar akan merasa sangat gembira, tapi bisa saja berubah menjadi sedih dan putus asa.

Karena perubahan suasana hati yang dialami cukup drastis, kondisi ini bisa menyebabkan terganggunya waktu tidur, energi, aktivitas, perilaku, hingga kemampuan berpikir bagi pengidapnya. Jika dibiarkan tanpa adanya penanganan khusus, bipolar bisa saja diderita seumur hidup.

Pengertian Penyakit Bipolar

Menurut laman Mayo Clinic, bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan adanya perubahan drastis pada suasana hati. Perubahan suasana hati tersebut ada yang bersifat naik (mania) dan turun (depresi).

Pada fase mania, pengidapnya bisa saja sangat bersemangat, enerjik, dan berbicara dengan tempo yang cepat. Namun, pada periode depresi, pengidapnya bisa terlihat lesu hingga hilang minat untuk melakukan aktivitas sehari-harinya.

Kondisi bipolar ini tidak bisa disepelekan begitu saja, sebab menurut laman World Health Organization, ada setidaknya 45 juta orang di seluruh dunia yang menderita gangguan bipolar.

Gangguan ini merupakan salah satu penyebab utama cacat dan kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia. Adapun beberapa jenis penyakit bipolar yang perlu untuk diketahui, di antaranya:

  • Gangguan bipolar tipe I

  • Gangguan bipolar tipe II

  • Gangguan siklotimik

Penyebab Penyakit Bipolar

Apa saja penyebab-penyebab penyakit bipolar? Foto: Unsplash

Penyakit bipolar bisa dialami oleh siapa pun, meskipun penyebab penyakit bipolar belum bisa diketahui secara pasti. Menyadur laman National Health Service, gangguan bipolar secara luas diyakini sebagai hasil dari ketidakseimbangan kimia di otak, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa penyakit bipolar bisa terjadi karena faktor genetik.

Selain itu, penyebab penyakit bipolar juga bisa disebabkan oleh keadaan atau situasi tertentu yang penuh dengan tekanan. Lebih jelas, berikut beberapa hal yang memicu muncul bipolar pada diri seseorang.

  • Rusaknya suatu hubungan asmara

  • Terjadinya pelecehan fisik hingga seksual

  • Kepergian anggota keluarga terdekat atau orang yang dicintai

  • Masalah keuangan, sekolah, keluarga, hingga pekerjaan

  • Adanya penyakit fisik yang diderita

Gejala Penyakit Bipolar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bipolar terbagi menjadi beberapa fase, yakni fase mania (naik) dan depresi (turun). Setiap fase tersebut menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Untuk mengetahui gejala-gejala dari kedua fase tersebut, berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman Health Direct.

1. Fase mania

Fase mania adalah kegembiraan dan kesenangan yang sangat berlebihan, terjadinya aktivitas menggebu-gebu, dan pengidapnya sering mengambil keputusan yang tidak rasional. Fase ini bisa berlangsung selama satu minggu hingga lebih, berikut beberapa gejalanya:

  • Sangat bersemangat, senang, dan lebih sensitif

  • Sering merasa gelisah

  • Mengalami penurunan kebutuhan untuk tidur

  • Kehilangan nafsu makan dalam jumlah besar

  • Berbicara dalam tempo yang cepat tentang berbagai macam hal

  • Kerap melakukan hal-hal berisiko yang merugikan diri sendiri, seperti makan dan minum secara berlebihan hingga melakukan hubungan seks

2. Fase depresi

Berbanding terbalik dengan fase mania, fase depresi justru kondisi di mana pengidapnya mengalami kesedihan berlebihan, sehingga berpotensi menyebabkan kelelahan yang berlebihan. Berikut beberapa gejala dari fase depresi yang perlu untuk diketahui:

  • Sangat sedih, khawatir, hingga putus asa

  • Mengalami kesulitan untuk tidur, karena kerap bangun terlalu pagi

  • Peningkatan nafsu makan

  • Berbicara dalam tempo yang lebih lambat

  • Sulit untuk berkonsentrasi atau membuat keputusan

  • Tidak berminat melakukan aktivitas apa pun, salah satunya dorongan seks yang menurun atau bahkan tidak ada

  • Merasa putus asa dan tidak berharga di mata orang lain

Meskipun gejala-gejala yang ada di atas bisa menjadi langkah awal untuk mendeteksi bipolar, bukan berarti kondisi tersebut membuat seseorang melakukan self diagnosed. Self diagnosed atau menduga diagnosis penyakit mental menyebabkan kerap kali gangguan kesehatan mental disepelekan begitu saja oleh beberapa orang.

Padahal, untuk memastikan apakah diri sendiri mengalami bipolar atau tidak, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan. Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan langsung oleh psikiater, melalui pendekatan wawancara dan lain sebagainya.

Jika diagnosis menyatakan bahwa terdapat indikasi bipolar, psikiater bisa segera memberikan obat-obatan yang dapat dikonsumsi guna mengurangi gejala.

Cara Mengobati Penyakit Bipolar

Menurut laman Cleveland Clinic, penyakit bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang akan dialami oleh penderitanya seumur hidup. Untuk mengurangi intensitas kambuh penyakit bipolar ini, pengidapnya perlu melakukan beberapa perawatan jangka panjang yang berkelanjutan. Berikut beberapa pengobatan yang diperlukan.

  • Mengonsumsi obat-obatan penstabil suasana hati, antipsikotik, hingga antidepresan.

  • Mengikuti prosedur ECT yang membantu pengidapnya mengurangi gejala yang cukup parah.

  • Selain ECT, ada juga prosedur TMS yang bekerja dengan menggunakan gelombang magnetik.

Cara Mencegah Penyakit Bipolar

Menyadur laman John Hopkins Medicine, ada beberapa langkah pencegahan penyakit bipolar yang dapat diikuti agar terhindar dari gangguan kesehatan mental ini. Berikut informasinya.

  • Mengelola pemikiran yang stres dengan baik

  • Membangun hubungan baik dengan keluarga maupun lingkungan di sekitar

  • Belajar untuk bersabar dan fokus pada hal-hal positif

  • Olahraga secara rutin

  • Buka pikiran dengan hal-hal baru, seperti membaca buku, berkenalan dengan orang baru, dan lainnya

  • Mencukupi waktu tidur agar tubuh bisa tetap beristirahat

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu bipolar dan ciri-cirinya?

chevron-down

Bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan adanya perubahan drastis pada suasana hati pengidapnya.

Kenapa seseorang bisa terkena bipolar?

chevron-down

Penyebab penyakit bipolar juga bisa disebabkan oleh keadaan atau situasi tertentu yang penuh dengan tekanan.

Cara mengetahui apakah kita bipolar?

chevron-down

Selain memahami gejala-gejala bipolar, Anda bisa datang ke psikiater untuk mengetahui apakah diri sendiri terdeteksi mengalami bipolar atau tidak dengan cara berkonsultasi.