Kumparan Logo
Konten Media Partner

Penyakit Lupus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kata Dokter

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa itu penyakit lupus? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa itu penyakit lupus? Foto: Unsplash

Daftar isi

Penyakit lupus itu apa? Lupus adalah penyakit autoimun yang berpotensi menyebabkan beberapa peradangan di bagian tubuh.

Sayangnya, penyebab lupus itu sendiri belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang disebut-sebut menjadi penyebab lupus, yakni genetik, hormon, dan lingkungan.

Hingga kini, lupus masih menjadi penyakit yang belum bisa disembuhkan, sehingga para pengidapnya pun hanya diberikan beberapa pengobatan menghambat perkembangan penyakit. Kendati demikian, para peneliti terus mengembangkan penelitian untuk setidaknya meningkatkan harapan hidup pasien lupus.

Penyakit Lupus Itu Apa?

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, bahkan otak. Peradangan ini terjadi karena sistem imun dari pengidap lupus justru bekerja dengan menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.

Dikutip dari laman WebMD, lupus terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya systemic lupus erythematosus (SLE), cutaneous lupus, drug-induced lupus, dan neonatal lupus. Berikut pengertian singkatnya, yaitu:

  • Systemic lupus erythematosus (SLE) adalah jenis paling umum dari lupus yang berpengaruh pada sendi, ginjal, sel darah, dan lain sebagianya.

  • Cutaneous lupus adalah jenis lupus yang menyerang pada kulit.

  • Drug-induced lupus adalah jenis lupus yang disebabkan oleh penggunaan obat-obat tertentu.

  • Neonatal lupus adalah jenis lupus yang cukup langka dan biasanya hanya diderita oleh bayi pada wanita yang juga mengidap lupus.

Penyebab Penyakit Lupus

Genetika bisa menjadi penyebab dari penyakit lupus. Foto: Unsplash

Lupus termasuk penyakit yang belum diketahui secara pasti apa penyebab-penyebabnya. Namun, beberapa penelitian mulai menemukan faktor-faktor yang memicu seseorang mengidap penyakit lupus ini.

Laman resmi Lupus menyebutkan bahwa para peneliti percaya perkembangan lupus terjadi sebagai respons terhadap kombinasi faktor baik dari dalam dan luar tubuh, hormon, genetika, hingga lingkungan di sekitarnya.

  • Hormon. Usai dilakukan beberapa penelitian, para peneliti melihat bahwa perempuan lebih berisiko mengidap lupus dibandingkan dengan laki-laki karena memiliki hormon estrogen yang lebih tinggi.

  • Genetika. Penyakit lupus memiliki kemungkinan besar menyerang seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun atau bahkan lupus.

  • Lingkungan. Para peneliti mulai berpikir bahwa agen lingkungan, seperti virus atau bahan kimia berpotensi menyebabkan seseorang mengidap lupus. Sayangnya, para peneliti perlu melakukan identifikasi lebih jelas tentang hipotesis tersebut.

Gejala Penyakit Lupus

Karena menyerang peradangan di beberapa area tubuh, lupus menimbulkan beberapa gejala yang membuat kinerja salah satu organ tubuh melemah. Tidak hanya itu, ada juga beberapa gejala lupus, seperti yang disebutkan dalam laman Mayo Clinic, di antaranya:

  • Nyeri dan kaku pada sendi

  • Ruam di kulit, pipi, hingga hidung

  • Tubuh yang terus-menerus mengalami kelelahan

  • Kulit yang lebih sensitif terhadap matahari

  • Penurunan berat badan yang cukup drastis

  • Demam tanpa sebab yang jelas

  • Pucat pada jari tangan dan kaki

  • Sariawan

Cara Mengobati Penyakit Lupus

Penyakit lupus belum bisa disembuhkan, tapi ada beberapa pengobatan yang dapat meredakan dan mencegah munculnya gejala.

Tidak hanya itu, pengobatan lupus juga bisa dilakukan untuk menghambat perkembangan penyakit. Menyadur laman National Health Service, berikut beberapa jenis-jenis obat yang dapat meredakan gejala lupus.

  • Obat anti inflamasi, seperti ibuprofen dan hydroxychloroquine untuk menghilangkan perasaan lelah dan masalah kulit.

  • Tablet steroid untuk radang ginjal dan ruam kemerahan.

  • Rituximab dan belimumab yang digunakan untuk mengobati lupus yang sudah kronis, karena obat ini bekerja pada sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi jumlah antibodi di dalam darah.

Menurut Healthline, penyakit lupus memang memiliki prognosis (perkiraan kondisi pasien terkait penyakit tertentu) yang lebih baik dari sebelumnya. Hingga kini, pemberian tindak lanjut dan pengobatan yang tepat, penderita lupus dapat berharap untuk hidup normal 80-90% banyaknya.

Perlu diingat bahwa lupus tidak akan mematikan, selama para pengidapnya sudah sigap sejak kemunculan gejala pertama dan segera melakukan perawatan yang tepat.

Sayangnya dalam kehidupan sehari-hari, penyakit ini justru terlambat dideteksi sejak awal, akibatnya pasien sulit untuk memperoleh pengobatan yang tepat

Cara Mencegah Penyakit Lupus Itu Apa

Walau belum bisa disembuhkan dengan pengobatan-pengobatan tertentu, penyakit lupus ini bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi penyakit kronis lainnya. Menyadur laman Centers of Disease Control and Prevention, berikut informasinya.

  • Menghindari paparan sinar UV dari sinar matahari karena dapat memicu flare atau ruam kemerahan yang memicu penyakit lupus. Sinar matahari yang perlu dihindari, yakni jam 10 pagi dan 4 sore.

  • Menerapkan hidup sehat, karena kondisi lingkungan di sekitar yang tidak sehat bisa menjadi pemicu dari penyakit lupus ini.

  • Konsumsi makanan sehat, seperti buah kaya antioksidan, sayuran hijau, omega 3, dan makanan sehat lainnya.

  • Berikan tubuh istirahat yang cukup, seperti tidur dalam kurun waktu yang disarankan yaitu 8-9 jam.

  • Rutin berolahraga dan menggerakkan tubuh.

Penyakit lupus bisa dideteksi dengan menjalani berbagai pemeriksaan. Menurut laman Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa jenis pemeriksaan penyakit lupus, di antaranya:

  • Penghitungan sel darah lengkap. Umumnya pengidap lupus akan mengalami anemia, maka itu, penting untuk memeriksa sel darah lengkapnya.

  • Analisis urine. Urine pada penderita lupus dapat mengalami kenaikan kandungan protein dan sel darah merah. Kondisi ini menandakan bahwa lupus menyerang ke ginjal.

  • Pemeriksaan ANA (antinuclear antibody). Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa keberadaan sel antibodi tertentu dalam darah di mana kebanyakan pengidap SLE memilikinya.

  • Pemeriksaan imunologi, seperti anti-dsDNA antibody, anti-Sm antibody, antiphospholipid antibody, syphilis, lupus anticoagulant, dan Coombs’ test

  • Tes komplemen C3 dan C4.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu penyakit lupus?

chevron-down

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, bahkan otak.

Apa ciri-ciri penyakit lupus?

chevron-down

Lupus menimbulkan beberapa gejala yang membuat kinerja salah satu organ tubuh melemah, seperti nyeri pada sendi, ruam kemerahan, dan lainnya.

Apakah penyakit lupus bisa sembuh total?

chevron-down

Penyakit lupus belum bisa disembuhkan, namun ada beberapa pengobatan yang dapat meredakan dan mencegah munculnya gejala, serta menghambat perkembangan penyakit.