Penyakit Refluks Gastroesofagus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
ยทwaktu baca 4 menit

Penyakit refluks gastroesofagus atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah penyakit gangguan pencernaan kronis yang disebabkan oleh terganggunya fungsi otot sfingter esofagus. Jadi, ketika otot sfingter esofagus ini melemah, asam lambung akan naik ke atas menuju esofagus.
Asam lambung yang terus-menerus naik bisa menyebabkan esofagus mengalami iritasi di sekitar dindingnya. Penyakit GERD berisiko besar mengenai seseorang yang memiliki berat badan berlebih, hamil, orang maag, dan lain sebagainya.
Pengertian Penyakit Refluks Gastroesofagus
Penyakit refluks gastroesofagus adalah sebutan dari penyakit GERD. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit ini terjadi ketika asam lambung berulang kali naik ke atas, sehingga bisa mengiritasi lapisan esofagus.
Menurut Indonesia Cancer Care Community, esofagus adalah bagian dari saluran pencernaan, bentuknya berupa saluran yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung. Esofagus terletak di belakang trakea (batang tenggorok) dan di depan tulang belakang. Ukuran dari esofagus pada umumnya adalah 25-33 cm dan diameter 2 cm.
Pada beberapa kasus, kebanyakan seseorang yang mengalami penyakit GERD adalah orang-orang yang tidak memiliki pola makan yang baik, seperti sering terlambat makan, mengkonsumsi makanan pedas, dan lain sebagainya. Jika tidak ditangani dengan serius, penyakit GERD ini bisa berkomplikasi menjadi penyakit yang lebih serius.
Menyadur laman Mayo Clinic, berikut ada beberapa komplikasi dari GERD yang perlu untuk diwaspadai, di antaranya:
Nyeri dada
Peradangan pita suara
Luka di kerongkongan
Penyempitan kerongkongan
Batuk asma
Penyebab Penyakit Refluks Gastroesofagus
Penyakit GERD bukan gangguan kesehatan yang terjadi tanpa ada sebab, sebaliknya, penyakit GERD disebabkan oleh berbagai macam hal. Menurut Gleneagles Singapore, GERD dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
Penyakit tertentu, misalnya sindrom Zollinger-Ellison dan skleroderma (gangguan jaringan ikat)
Peningkatan produksi gastrin, suatu hormon yang mengatur pelepasan asam perut
Obesitas atau kelebihan berat badan
Kehamilan
Penggunaan obat tertentu seperti aspirin
Pertambahan usia
Berbaring atau tidur setelah makan
Tidak memberi jeda antara makan dan tidur
Merokok dan mengkonsumsi alkohol serta kopi
Terlalu sering mengonsumsi makanan yang dapat memicu asam lambung, seperti gorengan, makanan asam, dan makanan pedas
Makan terlalu banyak dalam sekaligus
Makan porsi besar atau makan terlambat pada malam hari
Gejala Penyakit Refluks Gastroesofagus
Ketika mengalami GERD, ada beberapa gejala yang dapat dirasakan, salah satunya adalah sesak napas yang hebat di sekitar dada dan nyeri pada ulu hati.
Apabila ada pengidap yang baru merasakan penyakit ini, mungkin banyak yang beranggapan bahwa ini adalah penyakit maag. Padahal, kedua penyakit ini memiliki gejala yang berbeda jauh.
Supaya bisa memahami lebih jelas gejala-gejala dari penyakit refluks gastroesofagus, berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman My Cleveland Clinic, di antaranya:
Tenggorokan perih yang terus berlanjut
Rasa nyeri dan tidak nyaman di dada atau ulu hati
Suara parau dan serak
Masalah pernapasan, seperti batuk dan asma
Perut yang terasa kembung
Kerusakan pada gigi yang diakibatkan oleh naiknya asam lambung
Kesulitan menelan karena adanya benjolan atau makanan yang tersangkut
Rasa pahit atau asam di sekitar mulut
Cara Mengobati Penyakit Refluks Gastroesofagus
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit refluks gastroesofagus ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Oleh karena itu, untuk mengobati penyakit refluks gastroesofagus, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti yang dikutip dari John Hopkins Medicine.
1. Mengonsumsi obat antasida
Antasida adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala akibat sakit maag atau penyakit asam lambung. Penggunaan obat antasida ini juga bisa digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lainnya.
Beberapa obat yang termasuk ke dalam golongan antasida, seperti kalsium karbonat, magnesium karbonat, aluminum hidroksida, dan lain sebagainya.
2. Tindakan operasi
Jika GERD semakin parah, dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Pada umumnya, berikut beberapa tindakan operasi yang dapat diterapkan, yakni:
Fundoplikasi, mencegah naiknya kembali asam lambung ke kerongkongan. Operasi ini menggunakan alat laparoskop yang ujungnya dilengkapi dengan kamera kecil untuk mempermudah dokter melihat kondisi saluran pencernaan pasien.
Perangkat LINX, prosedur penanganan magnet pada daerah batas kerongkongan dan lambung. Tujuannya untuk memperkuat katup sfingter esofagus agar tidak kendur ketika menutup, tetapi tetap bisa terbuka untuk membiarkan makanan masuk.
Cara Mencegah Penyakit Refluks Gastroesofagus
Penyakit GERD memang bisa menyerang siapa pun, baik itu anak kecil atau orang dewasa. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Menurut laman Medical News Today, berikut cara mencegah penyakit refluks gastroesofagus.
Berhenti merokok
Membatasi makanan berlemak
Jangan langsung berbaring setelah makan, tunggu kira-kira satu jam sebelum melakukannya
Menjaga berat badan agar tetap ideal
Makan dengan porsi yang lebih kecil
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
Jangan makan sambil tiduran
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab penyakit refluks gastroesofagus?

Apa penyebab penyakit refluks gastroesofagus?
Menurut Gleneagles Singapore, GERD dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah gangguan pencernaan.
Apa yang dimaksud dengan penyakit refluks gastroesofagus?

Apa yang dimaksud dengan penyakit refluks gastroesofagus?
Penyakit refluks gastroesofagus atau GERD adalah penyakit gangguan pencernaan kronis yang disebabkan oleh terganggunya fungsi otot sfingter esofagus.
Apa gejala penyakit refluks gastroesofagus?

Apa gejala penyakit refluks gastroesofagus?
Salah satu gejala penyakit refluks gastroesofagus adalah rasa nyeri dan tidak nyaman di dada atau ulu hati.
