Penyebab HIV dan Cara Penularannya yang Perlu Diwaspadai
ยทwaktu baca 4 menit

Infeksi HIV adalah gangguan kesehatan yang dapat menyerang sistem imun tubuh. Penyebab HIV adalah infeksi virus yang menular dari kontak seksual dan beberapa cara penularan lainnya.
Untuk mencegah terjadinya infeksi HIV, setiap orang perlu memahami penyebab dan cara penularan HIV. Artikel ini akan membahas mengenai penyebab HIV dan cara penularannya. Berikut ulasannya.
Apa Itu HIV?
Pada dasarnya, HIV (human immunodeficiency virus) merupakan jenis virus dan bukanlah suatu penyakit. Virus ini dapat menginfeksi tubuh dan menyerang sistem kekebalan tubuh.
Ketika mencapai tahapan tertentu, infeksi virus HIV bisa menimbulkan penyakit yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).
AIDS adalah kondisi tubuh yang ditandai dengan melemahnya sistem imun tubuh secara bertahap dan disebabkan oleh virus HIV. Sebagian orang umumnya menyebut gangguan ini dengan istilah HIV/AIDS.
Infeksi virus HIV memiliki tiga fase yang berbeda. Tahap awal ditandai dengan demam, menggigil, dan gejala flu. Pada tahap kedua, virus tidak aktif secara klinis.
Tahap terakhir adalah HIV/AIDS. Penderita akan merasakan gejala demam berulang, kelelahan persisten dan ekstrem, diare kronis, dan gangguan neurologis.
Penyebab HIV
Mengutip dari jurnal HIV Disease Current Practice oleh Angel A. Justiz Vaillant dan Peter G. Gulick, penyebab HIV dan AIDS yang paling utama adalah infeksi virus HIV. Jenis HIV yang sering menginfeksi penderita HIV/AIDS adalah virus HIV-1.
Pada kasus yang langka, HIV-2 bisa menyebabkan infeksi dan AIDS. Namun, virus ini hanya menyerang sebagian kecil orang, khususnya penduduk yang berada di Afrika bagian barat.
Virus HIV ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menghancurkan sel CD4. Sel CD4 adalah kumpulan sel yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan respons imun dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
Karena virus HIV bisa merusak sel CD4, hal ini membuat sistem kekebalan tubuh semakin melemah. Akhirnya, infeksi ini akan menyebabkan gangguan defisiensi imun hingga berakhir dengan penyakit AIDS.
HIV bisa menyerang siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi HIV. Adapun faktor risiko HIV/AIDS yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman, baik secara vaginal maupun anal
Sering menggonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks
Berhubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS
Memiliki riwayat penyakit menular seksual, seperti sifilis, herpes, klamidia, gonore, dan vaginosis bakterialis. Penyakit ini bisa menyebabkan luka terbuka di bagian kelamin, sehingga berbagai virus dan bakteri mudah masuk
Mendapatkan suntikan, transfusi darah, donor organ, dan prosedur medis yang menggunakan alat yang tidak steril
Menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau telah digunakan oleh orang lain
Cara Penularan HIV
HIV menular ketika cairan tubuh penderita infeksi HIV, seperti darah, sperma, dan cairan vagina masuk ke dalam tubuh orang lain. Penularannya terjadi melalui berbagai cara berikut ini.
1. Hubungan Seksual
Penularan virus HIV yang paling umum adalah melalui kontak seksual, khususnya berhubungan seks, baik secara vaginal maupun anal. Pada kasus yang jarang terjadi, HIV juga bisa menular melalui seks oral.
Melakukan hubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS sangat berisiko untuk terkena infeksi ini. Selain itu, kebiasaan melakukan hubungan seks tanpa pengaman maupun sering bergonta-ganti pasangan seksual juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit AIDS.
2. Penggunaan Jarum Suntik yang Tidak Steril
Setiap orang perlu berhati-hati dalam menggunakan jarum suntik sebab penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bekas pakai merupakan salah satu cara penularan HIV paling umum setelah hubungan seks.
Penggunaan jarum suntik yang telah digunakan oleh penderita HIV bisa meningkatkan risiko tertular HIV. Penggunaan jarum suntik bekas pakai biasanya terjadi ketika menggunakan obat-obatan terlarang atau pada proses pembuatan tato.
3. Transfusi Darah
Darah merupakan cairan tubuh yang bisa terkontaminasi oleh virus HIV. Menerima donor darah dari penderita HIV dapat menyebabkan infeksi virus ini.
Meskipun demikian, kemungkinan penularan melalui cara ini sangatlah rendah sebab tenaga medis akan melakukan skrining dan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menerima darah dari pendonor.
4. Penularan Perinatal
HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau melalui aktivitas menyusui. Jika tidak segera obati pada tahap ini, ada kemungkinan 15-45% seorang ibu positif HIV menularkan virus ke anaknya.
Jika ibu hamil dinyatakan positif HIV/AIDS, dokter akan meresepkan sejumlah obat untuk menangani masalah tersebut. Seseorang dengan HIV tidak boleh menyusui anaknya, sebab ASI termasuk cairan tubuh yang bisa menularkan HIV.
Itulah beberapa cara penularan HIV. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa virus HIV tidak menular melalui air liur, droplets, air mata, maupun keringat.
Jika merasa telah terjadi proses penularan HIV, segera kunjungi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan diagnosis.
Apabila positif HIV, dokter akan merekomendasikan sejumlah perawatan untuk membantu mengelola HIV. Jika negatif HIV, dokter mungkin akan menganjurkan terapi antiretroviral untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu AIDS?

Apa itu AIDS?
AIDS adalah kondisi tubuh yang ditandai dengan melemahnya sistem imun tubuh secara bertahap dan disebabkan oleh virus HIV.
Apa saja gejala AIDS?

Apa saja gejala AIDS?
Gejala AIDS adalah gejala demam berulang, kelelahan persisten dan ekstrem, diare kronis, dan gangguan neurologis.
Apa yang dimaksud dengan sel CD4?

Apa yang dimaksud dengan sel CD4?
Sel CD4 adalah kumpulan sel yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan respons imun dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
