Kumparan Logo
Konten Media Partner

Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita dan Cara Mencegahnya

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa saja penyebab infeksi saluran kencing pada wanita? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja penyebab infeksi saluran kencing pada wanita? Foto: Unsplash

Daftar isi

Infeksi saluran kencing (ISK) merupakan kondisi di mana saluran kemih yang ada di dalam tubuh mengalami infeksi. Penyebab infeksi saluran kencing pada wanita sendiri disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih dan bergerak menuju ke uretra.

Jika tidak ditangani, infeksi saluran kencing bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti infeksi ginjal dan kencing berdarah atau hematuria. Maka itu, ada beberapa langkah pengobatan dan pencegahan yang bisa dilakukan. Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

Dibandingkan pria, wanita lebih berisiko terkena infeksi saluran kencing. Menyadur laman Women’s Health, lebih dari separuh wanita di dunia setidaknya pernah terkena penyakit ini, paling tidak satu kali seumur hidupnya.

Ada banyak penyebab mengapa wanita lebih berisiko mengalami infeksi saluran kencing, tapi penyebab utamanya, yakni karena bakteri E.Coli yang masuk ke dalam kandung kemih. Risiko ini semakin besar karena uretra wanita yang lebih dekat ke vagina, sehingga kuman mudah masuk ke dalam tubuh wanita.

Selain bakteri, ada juga berbagai penyebab infeksi saluran kencing pada wanita. Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman Prevention.

Penyebab-penyebab infeksi saluran kencing pada wanita. Foto: Unsplash

1. Menopause

Menopause adalah akhir dari siklus menstruasi seorang perempuan, biasanya kondisi ini terjadi ketika seorang wanita memasuki usia 45-55 tahun. Usai menopause, produksi hormon estrogen mengalami penurunan, sehingga terjadi perubahan kadar keasaman vagina.

Karena perubahan kadar keasaman ini, bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kencing mulai memiliki celah untuk masuk ke dalam tubuh. Untuk menghindari terjadinya kondisi ini seperti ini, wanita yang sudah mengalami menopause disarankan untuk melakukan beberapa pengobatan, seperti:

  • Mengonsumsi obat antibiotik yang sudah direkomendasikan oleh dokter obgyn.

  • Pemberian hormon estrogen untuk membantu menguatkan jaringan pada vagina, mengurangi pH vagina, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik, serta mengurangi pertumbuhan bakteri jahat.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengurangi gejala ISK.

2. Sering menahan kencing

Menahan kencing sering menjadi kebiasaan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan wanita dapat memicu munculnya infeksi pada saluran kencing. Menurut laman Kementerian Kesehatan RI, menahan buang air kecil bisa menyebabkan pembengkakan kandung kemih.

Pembengkakan tersebut menyebabkan kandung kemih menjadi lebih sensitif akibat koleksi bakteri di sekitar pembukaan uretra dan menjadi terlalu aktif. Oleh karena itu, pastikan bahwa wanita tidak menahan kencing lebih dari enam jam.

3. Malas mengganti pembalut ketika haid

Penyebab lain dari infeksi saluran kencing pada wanita bisa disebabkan oleh pembalut atau tampon yang kotor. Menurut Healthline, ketika menstruasi, pembalut setidaknya harus diganti sesering mungkin untuk mencegah pemakaian pembalut basah dengan darah menstruasi yang terlalu lama.

Perlu diketahui, bahwa normalnya pembalut diganti 4-6 jam sekali. Namun, ketika darah menstruasi sedang dalam jumlah banyak, disarankan untuk lebih rutin mengganti pembalut. Jangan menunggu pembalut tersebut penuh dengan darah, sebab kondisi ini bisa memicu munculnya bakteri.

4. Tidak membersihkan organ intim dengan benar

Ketika membuang air besar atau kecil, wanita disarankan membersihkan organ intim dengan benar. Tindakan ini dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran bakteri atau jamur di area organ intim.

Membersihkan organ intim sendiri bisa dilakukan dengan memastikan bahwa vagina tidak berada dalam kondisi yang lembab. Artinya, ketika membersihkan vagina menggunakan air, sebelum memakai pakaian dalam, disarankan untuk mengeringkannya dengan tisu kering.

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

Infeksi saluran kencing pada wanita ditandai dengan beberapa ciri-ciri, mulai dari warna air urine yang berubah, terdapat darah di air kencing, urine yang baru, dan lain sebagainya. Lebih jelasnya, berikut beberapa ciri-ciri infeksi saluran kencing pada wanita yang perlu diketahui.

  • Rasa terbakar ketika membuang air kecil, karena terjadi peradangan

  • Sering buang air kecil tapi jumlah urine sedikit

  • Hematuria atau kondisi di mana urine mengeluarkan darah

  • Warna urin yang berubah menjadi lebih keruh dan menyebabkan bau tidak sedap

  • Pada wanita, infeksi saluran kencing menyebabkan nyeri pada panggul

Tidak hanya gejala-gejala yang muncul pada organ intim, infeksi saluran kencing pada wanita juga menyebabkan beberapa kondisi yang membuat kondisi tidak nyaman, seperti mual, muntah, hingga demam.

Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

Infeksi saluran kencing pada wanita bukan kondisi yang perlu diabaikan begitu saja. Ada berbagai tindakan pencegahan untuk menghindari kondisi ini. Berikut beberapa di antaranya.

  • Hindari menahan buang air kecil agar tidak terjadi penumpukan bakteri.

  • Bersihkan area kemaluan dengan benar dengan air bersih dan mengeringkannya dengan tisu kering.

  • Mengonsumsi makanan dan minuman probiotik, seperti Lactobacillus.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab terjadinya infeksi saluran kencing pada wanita?

chevron-down

Penyebab infeksi saluran kencing pada wanita sendiri disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih dan bergerak menuju ke uretra.

Apa ciri-ciri infeksi saluran kencing pada wanita?

chevron-down

Ciri-ciri infeksi saluran kencing pada wanita, yakni rasa terbakar ketika membuang air kecil, warna urin yang berubah menjadi keruh, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara wanita mencegah terjadinya infeksi saluran kemih?

chevron-down

Mencegah terjadinya infeksi saluran kemih bisa dilakukan dengan cara membersihkan area kemaluan dengan benar, mengonsumsi makanan dan minuman probiotik, dan lainnya.