Penyebab Kaki Pecah-Pecah Tak Kunjung Sembuh dan Cara Mengobatinya

Konten Media Partner
20 Januari 2023 10:41
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh bisa terasa nyeri dan tidak nyaman. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh bisa terasa nyeri dan tidak nyaman. Foto: Unsplash
Kaki pecah-pecah adalah kondisi kaki berupa kulit kering yang disertai dengan penebalan kulit atau kapalan berwarna kekuningan di sekitar tumit kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan nyeri saat beraktivitas.
Dalam kebanyakan kasus, kaki pecah-pecah bukanlah kondisi yang berbahaya dan bisa diobati dengan perawatan di rumah. Namun, sebagian orang mungkin mengalami kaki pecah-pecah yang tak kunjung sembuh meski sudah diberi perawatan.
Ada berbagai penyebab kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh, salah satunya apabila kulit kaki mengalami infeksi. Lantas, apa saja penyebab dan cara mengobati kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh yang perlu diperhatikan?

Kenapa Kaki Pecah-Pecah Tak Kunjung Sembuh?

Ilustrasi salah satu penyebab kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh adalah sering berjalan di permukaan yang kasar tanpa alas kaki. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu penyebab kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh adalah sering berjalan di permukaan yang kasar tanpa alas kaki. Foto: Unsplash
Kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh bisa terjadi karena berbagai faktor penyebab, salah satunya kulit kering. Jika terlalu kering, kulit akan menjadi kaku dan tidak elastis. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya retakan kecil pada kaki.
Apabila tidak dirawat, retakan pada kaki akan terus melebar hingga memengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam. Mengutip jurnal Dry Heel Fissures: Treatment and Prevention oleh Belinda Longhurst, dkk., kondisi ini bisa mengakibatkan komplikasi yang berujung pada proses penyembuhan kaki pecah-pecah menjadi semakin lambat.
Sebagian orang yang menderita kaki pecah-pecah umumnya karena memiliki jenis kulit kering secara alami. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kaki-kaki pecah-pecah, seperti:
  • Kaki terlalu kering karena cuaca dingin atau panas yang ekstrem
  • Berdiri terlalu lama terutama di lantai atau permukaan lantai yang keras dan kasar
  • Sering berjalan di atas permukaan lantai yang kasar tanpa alas kaki
  • Kelebihan berat badan
  • Sepatu yang tidak pas dengan ukuran kaki
  • Gesekan dari bagian belakang sepatu
  • Cara berjalan yang buruk
Selain kulit kering, kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh juga bisa terjadi karena retakan sudah dalam atau perawatan tidak berjalan efektif. Dikutip dari MedlinePlus, kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa masalah kulit, di antaranya:
  • Eksim, yakni peradangan pada kulit yang ditandai dengan rasa gatal dan ruam di kulit. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kaki pecah-pecah yang terasa gatal, kering, bersisik, dan mengelupas.
  • Kaki atlet atau tinea pedis, yakni infeksi jamur yang menyebabkan berbagai masalah kulit pada kaki. Kondisi ini bisa terjadi jika kaki Anda terlalu lembap atau memakai kaus kaki yang berkeringat dalam waktu lama.
Dalam kasus yang lebih parah, kaki pecah-pecah yang selalu mendapat tekanan saat berjalan maupun penggunaan sepatu yang terlalu ketat, dapat menyebabkan kaki berdarah.
Segera konsultasikan ke dokter kulit jika mengalami kaki pecah-pecah yang tak kunjung sembuh meskipun sudah mendapat perawatan dan justru semakin memburuk.

Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah Parah

Ilustrasi kaki pecah-pecah yang parah dan terbentuk kapalan yang sudah menguning. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaki pecah-pecah yang parah dan terbentuk kapalan yang sudah menguning. Foto: Pixabay
Jika Anda sudah terlanjur mengalami kaki pecah-pecah, perawatan yang bisa dilakukan harus berfokus untuk mengembalikan nutrisi dan meningkatkan kelembapan kulit kaki.
Perawatan pelembap dalam bentuk krim, losion, dan salep dapat membantu meningkatkan kelembapan pada kulit kaki yang pecah-pecah. Pelembap juga dapat mengatasi kulit kering dan membantu memperbaiki retakan pada kulit.
Jika Anda mengalami kaki pecah-pecah yang parah, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat agar retakan pada kulit tidak semakin meluas.
Namun, ada sejumlah perawatan rumahan yang bisa dilakukan sebelum Anda pergi ke dokter. Dikutip dari American Academy of Dermatology, adapun beberapa cara mengatasi kaki pecah-pecah parah yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut.

1. Merendam Kaki dengan Campuran Oatmeal

Ilustrasi merendam kaki dengan air hangat dan campuran oatmeal dapat membantu menenangkan kulit kaki yang pecah-pecah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi merendam kaki dengan air hangat dan campuran oatmeal dapat membantu menenangkan kulit kaki yang pecah-pecah. Foto: Unsplash
Merendam kaki dengan campuran air hangat dan oatmeal dapat membantu membuat kulit kaki yang kaku menjadi lebih rileks. Anda bisa merendam kaki selama sekitar 20 menit, kemudian keringkan dengan handuk bersih secara hati-hati.
Jika sudah selesai, Anda bisa mengoleskan losion yang mampu menghidrasi kulit untuk menjaga kaki tetap lembap, seperti minyak zaitun. Cara ini bisa dilakukan setiap hari untuk memperoleh hasil yang maksimal.

2. Mengoleskan Pelembab Emolien atau Humektan

Cara lainnya untuk mengatasi kaki pecah-pecah yang sudah parah adalah dengan menggunakan pelembap yang mengandung emolien atau humektan.
Emolien merupakan kandungan pelembap yang berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit serta menghaluskan kulit yang kasar, kering, mengelupas, dan pecah-pecah.
Sementara humektan adalah pelembap yang biasa digunakan untuk menghidrasi dan menjaga kelembapan kulit. Humektan bekerja dengan cara mengumpulkan air, sehingga mampu mengatasi kulit kering.

3. Menggunakan Pelembap Oklusif

Ilustrasi petroleum jelly yang bisa digunakan untuk melembapkan kulit kaki. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi petroleum jelly yang bisa digunakan untuk melembapkan kulit kaki. Foto: Unsplash
Setelah pelembap emolien atau humektan diserap oleh kulit, Anda dapat mengoleskan pelembap oklusif di atasnya sebelum tidur. Pelembap oklusif bersifat mengunci kadar air pada kulit.
Pelembap ini bekerja dengan cara menciptakan lapisan yang dapat mencegah penguapan dan melindungi kulit dari faktor lingkungan. Contoh pelembap oklusif adalah petroleum jelly.
Petroleum jelly dianggap sebagai pelembab oklusif yang paling efektif dan mampu mencegah kehilangan kadar air dari kulit. Meskipun begitu, pelembap ini memiliki tekstur berminyak, lengket, dan berantakan, sehingga tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari.

4. Mengoleskan Keratolitik pada Kulit

Saat kulit kaki yang pecah-pecah menebal atau menjadi kapalan, mengoleskan keratolitik dapat membantu melunakkan lapisan kulit tersebut. Keratolitik adalah zat agen yang dapat melunakkan lapisan keratin pada kulit.
Keratolitik mampu melunakkan kulit yang menebal, membuat lapisan terluar kulit mengendur, dan membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Proses ini memungkinkan kulit untuk terjaga kelembapannya. Contoh keratolitik antara lain:
  • Asam alfa hidroksi, seperti asam laktat dan asam glikolat
  • Asam salisilat

5. Menggosok Kulit dengan Menggunakan Batu Apung

Menggosok kulit kaki yang pecah-pecah dengan batu apung dapat membantu mengurangi kapalan yang terbentuk. Namun, sebelum menggunakan batu apung, rendam kaki dengan air hangat selama 5-10 menit atau oleskan pelembap terlebih dahulu.
Setelah itu, gunakan batu apung untuk mengikis area kulit secara perlahan dengan gerakan melingkar atau menyamping. Hal ini dapat membantu menghilangkan kulit mati dan menghaluskan kulit yang pecah-pecah.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa itu kaki pecah-pecah?
chevron-down
Apakah kaki pecah-pecah berbahaya?
chevron-down
Apa penyebab kaki pecah-pecah tak kunjung sembuh?
chevron-down