Penyebab Kista di Rahim dan Bahayanya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kista adalah salah satu penyakit kronis yang cukup berbahaya, terutama untuk kaum hawa. Jika tidak tidak segera ditangani, kista bisa mengancam jiwa penderita. Penyebab kista di rahim cukup beragam, mulai dari genetik, adanya cedera, tumor, peradangan kronik, hingga kerusakan suatu jaringan.
Meski disebabkan oleh beberapa hal, ciri-ciri seseorang yang mengalami kista cukup sama, salah satunya adalah adanya benjolan yang dapat mengeluarkan darah atau nanah disertai bau yang tidak sedap. Bagaimana cara menghilangkan kista di rahim? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Penyebab Kista di Rahim
Menurut laman Medical News Today, kista termasuk penyakit yang sering mengenai indung telur. Artinya, kista adalah benjolan tertutup di bawah kulit yang berisikan cairan, udara, nanah, hingga zat pada seperti rambut. Adanya kista ini membuat indung telur menjadi lebih berat.
Pada akhirnya, kista memudahkan terjadinya penggantung indung telur melilit. Jika hal itu terjadi, pengidapnya akan merasa nyeri yang sangat hebat, sehingga harus segera ditolong atau diobati. Sebagai informasi, kista berpotensi muncul di bagian tubuh mana saja.
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab munculnya kista di rahim, salah satunya adalah infeksi atau peradangan. Dikutip dari Healthline, berikut berbagai jenis kista yang dibedakan berdasarkan penyebabnya.
Kista folikel adalah kista yang dialami karena terjadinya pembengkakan akibat pecah atau menyusutnya sel telur.
Kista dermoid adalah jenis kista yang pertumbuhannya seperti jantung. Pada ovarium, kista ini terdiri rambut, lemak, dan jaringan lainnya.
Kista korpus luteum adalah kista yang terjadi ketika adanya cairan yang dapat berkembang karena kantong tidak larut dan pembukaan folikel menutup.
Endometrioma adalah kista yang diawali karena adanya jaringan yang tumbuh di dalam rahim dan dapat berkembang di luar rahim hingga menempel pada ovarium.
Ada beberapa hal yang bisa membuat risiko terkena kista lebih tinggi, yaitu:
1. Masalah hormonal
Masalah hormonal menjadi faktor paling penting terjadinya kista. Sebab, ada beberapa obat-obatan yang digunakan untuk membantu berovulasi ketika terjadi masalah hormonal. Obat-obatan tersebut yang berpotensi menyebabkan kista.
2. Kehamilan
Kista bisa saja terjadi pada perempuan yang sedang mengandung. Biasanya kondisi ini berkembang pada awal kehamilan agar plasenta bisa terbentuk.
Karena hal tersebut, kista bisa tetap berada di ovarium hingga akhir kehamilan. Nantinya, kista bisa diangkat agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan lainnya yang berbahaya.
3. Infeksi panggul yang parah
Radang panggul parah bisa menyebabkan infeksi yang pada akhirnya menyebabkan kista. Biasanya radang panggul ini dialami oleh wanita yang berusia sekitar 15-25 tahun dan aktif melakukan hubungan seksual. Jika infeksinya tidak ditangani, hal ini bisa memicu terjadinya kista di rahim.
Apakah Kista di Rahim itu Berbahaya?
Seperti yang telah disebutkan, kista termasuk penyakit kronis yang jika tidak ditangani dengan serius dapat mengancam jiwa. Menyadur dari laman Mayo Clinic, berikut berbagai bahaya yang dapat terjadi jika kista di rahim tidak segera diatasi.
1. Kista pecah
Kista yang pecah dapat menimbulkan permasalahan pada kesehatan si wanita. Sebab, kista yang pecah mampu menghalangi suplai darah ke ovarium. Sayangnya, kista yang pecah tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga sulit untuk mengidentifikasinya.
Bahkan, pendarahan yang dialami oleh pengidapnya adalah perdarahan internal, sehingga sulit untuk dirasakan, karena terjadinya di dalam tubuh. Jika sudah begini, pengobatan kista pecah butuh tenaga medis yang memang mumpuni.
2. Kista terinfeksi
Tidak hanya kista pecah, kondisi kista bisa membahayakan tubuh jika terjadi infeksi. Menurut laman Johns Hopkins Medicine, kista ovarium dapat berkembang sebagai respons terhadap infeksi panggul.
Apabila dibiarkan terus-menerus tanpa melakukan langkah pengobatan, pengidapnya mungkin saja mengalami PCOS. Selain bahaya-bahaya tersebut, kista juga berpotensi menimbulkan beberapa komplikasi, di antaranya:
Mandul
Diabetes
Kandungan hormon insulin yang sedikit
Obesitas
Kanker payudara dan ovarium
Cara Menghilangkan Kista di Rahim
Kista di rahim bisa diobati dengan berbagai langkah pengobatan. Beruntung jika ada yang mengalami kista kecil, sehingga bisa hilang dengan sendirinya.
Menyadur laman Health Grades, berikut cara menghilangkan kista di rahim.
Melakukan operasi pengangkatan kista
Melakukan penyedotan cairan dalam kista menggunakan jarum yang disusun ke area kista
Mengompres area yang terdapat kista dengan air hangat
Mengurangi berat badan, terutama untuk ibu hamil
Rutin meregangkan tubuh dengan berolahraga
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa kista yang ada di rahim itu berbahaya?

Apa kista yang ada di rahim itu berbahaya?
Kista termasuk penyakit kronis yang jika tidak ditangani dengan serius dapat mengancam jiwa pengidapnya. Kondisi ini bisa menyebabkan mulai dari kista pecah, terinfeksinya kista, dan lain sebagainya.
Apa saja gejala kista?

Apa saja gejala kista?
Ciri-ciri seseorang yang mengalami kista cukup sama, salah satunya adalah adanya benjolan yang dapat mengeluarkan darah atau nanah disertai bau yang tidak sedap.
Apa efek dari penyakit kista?

Apa efek dari penyakit kista?
Kista bisa menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah kemandulan.
