Penyebab TBC yang Perlu Diketahui dan Cara Mencegahnya

Konten Media Partner
14 Oktober 2022 10:59
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apa saja penyebab TBC? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja penyebab TBC? Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
TBC atau tuberkulosis adalah penyakit paru-paru yang dapat menyerang segala usia, termasuk anak-anak. Penyebab TBC ini kebanyakan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tersebar melalui udara, seperti batuk, bersin, dan lain sebagainya. Maka itu, jangan heran apabila penyebaran penyakit ini cukup cepat.
ADVERTISEMENT
Adapun beberapa gejala TBC yang dapat dirasakan, mulai dari demam, berat badan yang semakin menurun, benjolan di leher, dan lain sebagainya. Apabila gejala-gejala yang ada di atas dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa menyebabkan munculnya komplikasi lainnya.
Lantas, apa saja penyebab penyakit TBC dan bagaimana cara mencegahnya? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Penyebab TBC

Menurut laman Medical News Today, TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dan berpotensi serius terutama pada organ paru-paru. Infeksi penyakit tuberkulosis ini mulai meningkat pada tahun 1985, ketika kemunculan virus HIV/AID.
Di Indonesia sendiri, kasus TBC termasuk penyakit menular cukup tinggi. Kementerian Kesehatan RI mencatat pada tahun 2020 terdapat 351.936 kasus tuberkulosis yang mana sebagian besar penderitanya berusia produktif.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui, TBC memiliki dua jenis infeksi yang berbeda berdasarkan dengan tingkat keparahannya, yakni TB laten dan TB aktif, berikut pengertian singkatnya.
  • TBC laten adalah kondisi di mana penderitanya memiliki kuman di tubuh tetapi sistem imun berhasil mencegahnya supaya tidak menyebar.
  • TB aktif adalah kondisi di mana kuman mulai berkembang biak dan menimbulkan berbagai macam gejala dan berpotensi menyebarkannya kepada orang lain.
Meski disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang berpotensi mengidap TBC, di antaranya:
Kondisi tempat tinggal jadi faktor risiko munculnya TBC. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tempat tinggal jadi faktor risiko munculnya TBC. Foto: Unsplash

1. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Faktor risiko yang menyebabkan seseorang mudah terpapar bakteri TBC adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah. Menurut laman Healthline, sistem kekebalan tubuh yang lemah berpotensi menyebabkan seseorang mudah terpapar infeksi atau bakteri.
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkannya, penting untuk mengatur pola makan agar tetap teratur dan perbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi. Tidak hanya itu, adapun berbagai macam suplemen vitamin yang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan imun tubuh.

2. Kondisi tempat tinggal

Tempat tinggal juga menjadi faktor penting seseorang bisa terjangkit penyakit TBC. Perlu diketahui, ada beberapa bakteri penyebab TBC yang ditemukan di beberapa negara berkembang, seperti Afrika, Eropa Timur, Rusia, hingga Amerika Latin.
Tidak hanya negara berkembang, adapun berbagai macam faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penularan TBC, seperti rumah sakit, fasilitas kesehatan di daerah endemik TBC, dan lain sebagainya.
Lingkungan lembab, sempit, dan sulit terpapar sinar matahari juga memicu munculnya penyakit TBC. Oleh karena itu, pastikan bahwa tempat tinggal Anda memiliki ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara bisa berputar dengan baik.
ADVERTISEMENT

TBC Menular Melalui Media Apa Saja?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, TBC disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berpotensi menular melalui udara. Jadi, ketika pengidap TB aktif memercikkan lendir atau dahak saat batuk atau bersin, bakteri penyebab TB akan ikut keluar melalui lendir tersebut dan terbawa ke udara.
Biasanya, bakteri TB tersebut akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirupnya. Namun, ada juga tertular melalui benda-benda yang sebelumnya dipegang oleh pengidap TB aktif menggunakan tangan yang belum dibersihkan dan selanjutnya terpegang oleh orang lain.
Menyadur laman Centers for Disease Control and Prevention, pada dasarnya penularan TBC tidak semudah seperti apa yang dibayangkan. Sebab, ada beberapa kasus di mana bakteri terhirup akan berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lain.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, kondisi tersebut hanya terjadi pada beberapa orang yang memiliki sistem imun tinggi dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis, seperti HIV/AIDS, asma, dan lain sebagainya.

Cara Mencegah Penyakit TBC

TBC dikenal sebagai penyakit yang cukup serius dan keberadaannya dihindari oleh setiap orang. Selain karena gejalanya membuat pengidap TBC merasa tidak nyaman, penyakit ini juga bisa merenggut nyawa seseorang apabila tidak diobati dengan tepat.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah pencegahan TBC. Menyadur laman WebMD, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Pastikan sirkulasi udara di rumah baik

Cara mencegah penyakit TBC yang pertama adalah memastikan bahwa sirkulasi udara yang ada di rumah terjaga dengan baik. Tujuannya untuk menghindari bakteri tuberkulosis yang bisa saja menyebar melalui udara yang dihirup. Tidak hanya itu, pastikan agar rumah terpapar oleh sinar matahari untuk meminimalisasi kelembaban.
ADVERTISEMENT

2. Menggunakan masker di tempat ramai

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, TBC termasuk penyakit yang menular melalui udara ketika pengidapnya bersin atau batuk. Untuk mencegah tertularnya penyakit ini, Anda bisa menggunakan masker ketika bepergian, terlebih ke tempat umum.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Apa itu TBC?
chevron-down
TBC menular melalui media apa saja?
chevron-down
Bakteri apa yang menyebabkan TBC?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020