Kumparan Logo
Konten Media Partner

Perbedaan Amoxicillin dengan Amoxicillin Trihydrate dalam Pengobatan

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Amoxicillin. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Amoxicillin. Foto: Unsplash

Daftar isi

Amoxicillin adalah obat antibiotik golongan penisilin yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti bronkitis, pneumonia, dan infeksi pada telinga, hidung, tenggorokan, kulit, dan saluran kemih. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri.

Merujuk pada artikel ilmiah berjudul Amoxicillin oleh Bobak J. Akhavan (2021), cara kerja Amoxicillin terhadap infeksi bakteri adalah dengan menghambat sintesis dari dinding sel bakteri saat melipatgandakan diri. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri dapat dicegah.

Amoxicillin termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan anjuran dokter. Di bagian indikasi disebutkan bahwa Amoxicillin dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Amoxicillin 500 mg
Harga
Rp7.000 - Rp10.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi infeksi bakteri, seperti bronkitis, pneumonia, dan infeksi pada telinga, hidung, tenggorokan, kulit, dan saluran kemih.
Komposisi
Amoxicillin 500 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Anak dan remaja usia 1-17 tahun: dosis 25 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, atau 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Dewasa: dosis 500 mg setiap 12 jam atau 250 mg setiap 8 jam.
Efek Samping
Mual, muntah, diare, sakit perut, sakit kepala, dan ruam pada kulit.
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan tempat yang lembap.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil dan menyusui, gangguan fungsi hati, gangguan ginjal, dan infeksi mononukleosis.
Golongan Obat
Obat Keras

Perbedaan Amoxicillin dengan Amoxicillin Trihydrate

Amoxicillin adalah obat antibiotik yang berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Amoxicillin yang terkandung dalam berbagai sediaan obat (tablet, kapsul, atau sirup) ada dalam bentuk kimia trihydrate atau trihidrat, yang dikenal sebagai Amoxicillin Trihydrate.

Berdasarkan data PubChem, Amoksisilin Trihydrate merupakan bentuk trihidrat (antibiotik semisintetik turunan) dari Amoxicillin dan dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan obat-obatan lain untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Obat ini berperan sebagai antibakteri dan antimikroba.

Dengan demikian, perbedaan Amoxicillin dengan Amoxicillin Trihydrate sebenarnya terletak pada senyawa kimianya. Namun, keduanya memiliki kandungan yang sama. Sediaan tablet Amoxicillin Trihydrate umumnya mengandung 500 mg Amoxicillin.

Amoxicillin merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Amoxicillin yang beredar di pasaran juga ada yang dijual dengan nama Amoxicillin Trihydrate. Keduanya sama-sama digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.

Kandungan dan Kegunaan Amoxicillin

Amoxicillin merupakan obat antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada saluran pernapasan, saluran kemih, kulit, telinga, hidung, tenggorokan, dan sebagainya.

Ilustrasi obat-obatan antibiotik. Foto: Unsplash

Amoxicillin termasuk ke dalam golongan obat penisilin. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Mengutip jurnal Amoxicillin: A Broad Spectrum Antibiotic oleh Simar Preet Kaur (2011), obat Amoxicillin dapat digunakan untuk mencegah berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Bronkitis

  • Pneumonia

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak

  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan, termasuk sinusitis, infeksi telinga tengah (otitis media), tonsilitis, atau faringitis

  • Tonsilitis atau faringitis

  • Abses gigi

  • Infeksi saluran kemih

  • Infeksi pada ginjal atau pielonefritis

  • Radang paru-paru

  • Radang selaput lendir

  • Penyakit kelamin akibat infeksi bakteri, seperti gonore

Terkadang, Amoxicillin juga dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati gangguan pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Anjuran Dosis Amoxicillin

Amoxicillin merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet, sirup, kapsul, dan suntik. Perbedaan sediaan tersebut memiliki cara penggunaan dan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pasien.

Berikut ini anjuran dosis dan aturan pakai obat Amoxicillin tablet secara umum sesuai dengan kondisi penyakitnya.

Dosis Amoxicillin Tablet untuk Infeksi Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

  • Dewasa: dosis 500 mg setiap 12 jam, atau 250 mg setiap 8 jam. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

  • Anak dan remaja usia 1-17 tahun: 25 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam atau 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Dosis Amoxicillin Tablet untuk Infeksi Saluran Pernapasan

  • Dewasa: dosis 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

  • Anak dan remaja usia 1-17 tahun: dosis 45 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam atau 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Dosis Amoxicillin Tablet untuk Infeksi Saluran Kemih

  • Dewasa: dosis 500 mg setiap 12 jam atau 250 mg setiap 8 jam. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

  • Anak dan remaja usia 1-17 tahun: dosis 25 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam atau 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Ilustrasi mengonsumsi Amoxicillin. Foto: Unsplash

Kontraindikasi Amoxicillin

Amoxicillin termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan anjuran dokter. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita penyakit asma, penyakit hati atau ginjal, gangguan pendarahan atau pembekuan darah, dan mononukleosis.

Efek Samping Amoxicillin

Sama seperti obat-obatan lain, Amoxicillin juga memiliki efek samping yang bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Amoxicillin, di antaranya:

  • Diare atau sembelit

  • Sakit perut

  • Pusing dan sakit kepala

Selain efek samping di atas, segera periksakan diri dokter apabila mengalami sejumlah efek samping yang lebih serius, seperti:

Reaksi alergi, meliputi ruam merah pada kulit, pembengkakan bibir atau kelopak mata, kesulitan bernapas, dan gatal-gatal.

  • Diare parah lebih dari 3 hari yang disertai darah atau lendir.

  • Kesulitan buang air kecil, urine gelap, atau penurunan jumlah urine.

  • Bagian putih mata atau kulit menguning.

  • Memar atau perubahan warna pada kulit.

  • Perdarahan yang tidak biasa pada hidung, mulut, atau alat kelamin.

  • Demam, gusi bengkak, luka mulut yang menyakitkan, dan nyeri saat menelan.

Jika merasakan efek samping di atas, segera hentikan pemakaian obat dan periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Amoxicillin itu obat apa?

chevron-down

Amoxicillin adalah obat antibiotik golongan penisilin yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti bronkitis, pneumonia, dan lainnya.

Bagaimana cara kerja Amoxicillin?

chevron-down

Cara kerja Amoxicillin terhadap infeksi bakteri adalah dengan menghambat sintesis dari dinding sel bakteri saat melipatgandakan diri, sehingga pertumbuhan bakteri dapat dicegah.

Amoxicillin golongan obat apa?

chevron-down

Amoxicillin termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan anjuran dokter.