Psikosomatik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Psikosomatik adalah keluhan fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran maupun emosi, bukan karena alasan fisik yang jelas, seperti luka atau infeksi. Adapun beberapa gejala psikosomatik yang dialami oleh pengidapnya, yakni sesak napas, nyeri dada, hingga jantung berdebar.
Tidak hanya itu, pengidap psikosomatik juga akan merasa sakit atau mengalami gangguan fungsi tubuh. Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lain, tidak ada keanehan yang ditemukan di dalam tubuh.
Hal ini juga yang menyebabkan pengidapnya tidak menyadari ada indikasi psikosomatik di dalam tubuh. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Pengertian Psikosomatik
Psikosomatik adalah istilah yang tergabung dari dua kata, yakni psyche (psikis/jiwa, pikiran, dan perasaan) dan somatic (tubuh atau fisik). Jika digabungkan, psikosomatik adalah kondisi munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh kondisi mental.
Karena kondisi tersebut, pengidapnya sering tidak menyadari bahwa kondisi ini termasuk ke dalam gangguan mental. Pada akhirnya, para pengidap pun tidak memeriksakan diri ke dokter dan terlambat mendapatkan penanganan yang sesuai.
Penyebab Psikosomatik
Menurut laman Better Help, penyebab psikosomatik masih belum jelas dan setiap orang mengalami kondisi yang berbeda-beda. Namun, ada yang percaya bahwa kondisi ini bisa disebabkan oleh pikiran dan emosi negatif yang menimbulkan stres dan kecemasan.
Menurut laman American Journal of Physiology-Heart and Circulatory Physiology, ada juga beberapa faktor, seperti genetik, ekonomi, tingkat pendidikan yang rendah, dan lainnya yang menjadi pemicu munculnya psikosomatik. Lebih jelasnya, berikut beberapa faktor yang mendukung psikosomatik semakin berkembang.
Mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan, sehingga menimbulkan trauma.
Stres yang berkepanjangan pada tubuh, sehingga menimbulkan kecemasan atau ketakutan.
Memiliki riwayat penyakit keluarga yang cukup kronis
Gejala Psikosomatik
Pengidap psikosomatik akan mengalami gejala yang bervariasi, tergantung dari jenis kelamin hingga faktor usia. Namun, pada umumnya, berikut beberapa gejala psikosomatik.
Jantung berdebar lebih kencang dari biasanya
Telapak tangan yang berkeringat
Otot tubuh yang menegang, sehingga menyebabkan pengidapnya mengalami nyeri pada area otot
Tubuh yang mengalami kelelahan
Mudah tersinggung
Perut kembung
Bagi perempuan, siklus menstruasi menjadi tidak beraturan
Nyeri dada
Tekanan darah yang meningkat
Gairah seks menurun
Menyadur laman Cleveland Clinic, gejala psikosomatik juga bergantung pada faktor usia para pengidapnya. Umumnya, anak-anak dan remaja lebih sering mengalami gangguan pencernaan.
Sementara bagi pengidap yang sudah lanjut usia, gejala psikosomatik mungkin akan memperparah penyakit yang sebelumnya sudah diderita.
Cara Mengobati Psikosomatik
Bukan hal yang mudah untuk menyembuhkan seseorang yang mengidap psikosomatik, sebab dokter tidak hanya mengobati gejala fisik, tetapi juga kondisi mental yang dialami oleh pengidapnya. Menurut laman Mayo Clinic, berikut beberapa cara mengobati psikosomatik.
1. Psikoterapi
Psikoterapi atau terapi berbicara adalah metode umum yang digunakan untuk menangani masalah kejiwaan, seperti stres, depresi, dan lainnya. Dengan melakukan pengobatan ini, pengidapnya bisa berlatih untuk merespons kondisi ketika terjadi situasi yang berat.
Selain pengidap psikosomatik, psikoterapi juga dibutuhkan untuk orang-orang yang mengalami gangguan mental, seperti:
Anxiety disorder
Bipolar
Anoreksia
Skizofrenia
Depresi
Gangguan stres pasca trauma
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
2. Hipnoterapi
Hipnoterapi adalah terapi yang bekerja dengan cara memasuki alam bawah sadar seseorang, lalu memberikan sugesti tertentu untuk membantu proses penyembuhan. Dengan melakukan hipnoterapi, pengidap gangguan mental bisa mengubah sikap dan perilakunya terhadap suatu hal dengan cara menemukan luka terpendam.
Setelah menemukan luka terpendam yang ada di dalam tubuh, para pasien bisa mengolah dan menanggapi luka tersebut, sehingga tidak berkembang menjadi stres yang nantinya berpotensi menjadi gangguan psikosomatik.
3. Mengonsumsi obat-obatan
Mengonsumsi obat-obatan bisa menjadi cara lain untuk mengobati gangguan psikosomatik. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan ini tidak diperoleh dengan cara sembarangan, pengidapnya wajib melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan psikiater.
Nantinya, psikiater akan memberikan beberapa obat-obatan yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi gejala dari gangguan psikosomatik tersebut. Biasanya, obat-obatan yang akan diberikan merupakan obat antidepresan atau penghilang rasa sakit non narkotika yang anjuran pemakaiannya sudah disesuaikan.
Cara Mencegah Psikosomatik
Menyadur dari laman Very Well Mind, berikut beberapa cara mencegah psikosomatik yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengelola stres dengan baik, sebab pikiran yang terlalu berat membuat alam bawah sadar terbebani hingga memicu gangguan mental.
Coba untuk mengatur perasaan agar tetap tenang dan bahagia, serta jangan terpengaruh dengan situasi buruk yang ada di sekitar.
Lakukan kegiatan positif yang bisa mencegah Anda untuk berpikir hal-hal yang negatif, seperti berolahraga, membaca buku, dan mendengarkan lagu.
Selalu menerima informasi dari sumber tepercaya agar tidak terganggu dengan pikiran-pikiran yang negatif.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri-ciri psikosomatik?

Apa ciri-ciri psikosomatik?
Adapun beberapa gejala psikosomatik yang dialami oleh pengidapnya, yakni sesak napas, nyeri dada, hingga jantung berdebar.
Kenapa bisa terjadi psikosomatik?

Kenapa bisa terjadi psikosomatik?
Kondisi psikosomatik bisa disebabkan oleh pikiran dan emosi negatif yang menimbulkan stres dan kecemasan.
Apa itu psikosomatik?

Apa itu psikosomatik?
Psikosomatik adalah keluhan fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran maupun emosi, bukan karena alasan fisik yang jelas, seperti luka atau infeksi.
