Radang Paru-Paru: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengobatinya
·waktu baca 5 menit

Radang paru-paru atau yang dikenal dengan istilah pneumonia atau paru-paru basah merupakan gangguan pada organ paru yang disebabkan oleh infeksi. Gangguan ini menyebabkan kantung udara berisi cairan atau nanah yang timbul akibat peradangan.
Radang paru-paru bisa terjadi pada siapa pun, terutama bayi, anak-anak, dan lansia. Pneumonia adalah gangguan kesehatan yang serius dan bisa mengancam nyawa.
Gangguan ini disebabkan oleh infeksi dari berbagai jenis mikroorganisme, baik virus, bakteri, hingga jamur. Penanganan yang diberikan juga disesuaikan dengan faktor penyebabnya.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai gangguan radang paru-paru, mulai dari gejala, penyebab, dan pengobatannya. Simak penjelasannya di bawah ini.
Penyebab Radang Paru-Paru
Mengutip dari jurnal Pneumonia: General Review oleh Wei Shen Lim, radang paru-paru atau pneumonia adalah infeksi paru-paru yang melibatkan kantung udara di dalamnya. Munculnya mikroorganisme di kantung udara dapat menyebabkan inflamasi.
Ada berbagai macam mikroorganisme yang bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru. Berikut jenis mikroorganisme penyebab radang paru-paru.
Bakteri
Radang paru-paru bisa disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi. Bakteri yang umumnya menyebabkan pneumonia adalah:
Streptococcus pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Chlamydia pneumoniae
Legionella pneumophila
Haemophilus influenzae
Mycobacterium tuberculosis
Acinetobacter
Pseudomonas aeruginosa
Virus
Virus juga merupakan mikroorganisme yang bisa menyebabkan radang paru-paru. Jenis virus yang paling umum yang menginfeksi paru-paru adalah:
Virus influenza
Virus human parainfluenza
Respiratory syncytial virus
Human metapneumovirus
Adenovirus
Rhinovirus
Jamur
Jamur adalah mikroorganisme yang bisa menginfeksi paru-paru dan menyebabkan radang paru-paru. Berikut beberapa jenis jamur penyebab radang paru-paru:
Pneumocystis jirovecii
Coccidioidomycosis
Histoplasmosis
Cryptococcus
Radang paru-paru adalah penyakit yang menular. Patogen penyebab radang paru-paru bisa menyebar melalui paparan air liur ataupun droplets bersin atau batuk serta penggunaan barang-barang milik penderita radang paru-paru yang terkontaminasi.
Selain mikroorganisme, radang paru-paru juga bisa disebabkan oleh aspirasi. Pneumonia aspirasi adalah peradangan yang terjadi ketika terkumpulnya mikroba penyebab infeksi dan benda asing di paru-paru yang membuat seseorang kesulitan bernapas.
Gejala Radang Paru-Paru
Ketika infeksi terjadi, penderita radang paru-paru akan merasakan sejumlah gejala. Setiap gejala bisa berbeda pada beberapa orang tergantung dengan usianya.
Dikutip dari How are Different Types of Pneumonia Classified? oleh Institute for Quality and Efficiency in Health Care, gejala radang paru-paru banyak dikenali pada lansia dibandingkan dengan penderita dengan usia yang lebih mudah. Berikut gejala pneumonia berdasarkan usia.
Gejala Radang Paru-Paru pada Bayi
Bayi mungkin tidak menunjukan tanda-tanda infeksi sama sekali. Jika bayi merasakan suatu gejala, gejala tersebut bisa berupa:
Muntah
Demam dan batuk
Kegelisahan
Kekurangan energi
Kesulitan makan karena sulit bernapas
Gejala Radang Paru-Paru pada Anak-Anak
Setelah mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atas yang ringan, seperti pilek dan batuk, anak-anak mungkin akan mengalami radang paru-paru dan gejalanya bisa memburuk secara tiba-tiba. Gejala radang paru-paru pada anak-anak adalah:
Demam
Mengi dan sesak napas, khususnya radang paru-paru yang disebabkan oleh virus
Sianosis atau kulit membiru pada bagian bibir, hidung, dan jari akibat kekurangan oksigen
Muntah yang disebabkan oleh sesak napas
Batuk kering atau batuk yang menghasilkan dahak yang bening, putih, kuning, hijau, atau bahkan berwarna merah
Pernapasan menjadi cepat
Gejala Radang Paru-Paru pada Orang Dewasa dan Lansia
Mengutip dari jurnal American Thoracic Society Consensus Guidelines on the Management of Community-Acquired Pneumonia in Adults oleh Scott F. Dowell, dkk, gejala radang paru-paru pada orang dewasa adalah:
Demam
Nyeri dada yang menusuk dan diperburuk saat menarik napas dalam-dalam atau batuk
Sering batuk dan mengeluarkan dahak yang berwarna hijau, kuning, atau bahkan berdarah
Lelah dan nyeri pada bagian otot
Sesak napas karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup
Sering berkeringat dan menggigil
Sakit kepala
Perubahan emosi dan mental
Suhu tubuh lebih rendah dari biasanya. Gejala ini umumnya terjadi pada orang dewasa di atas 65 tahun
Warna kulit kebiruan karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup
Mual, muntah, atau diare
Diagnosis Radang Paru-Paru
Diagnosis radang paru-paru dilakukan melalui beberapa pemeriksaan dan tes kesehatan. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat penyakit, wawancara keluhan dan gejala yang dialami, dan lain-lain.
Untuk memastikan diagnosis dan menentukan tingkat keparahan kondisi pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:
Pemasangan pulse oximetry untuk mengetahui besaran saturasi oksigen dalam darah
Rontgen dada untuk mengecek kondisi paru-paru yang terinfeksi
CT scan yang dilakukan untuk melihat kondisi paru-paru lebih detail
Tes darah untuk mengidentifikasi adanya infeksi pada tubuh serta memastikan mikroorganisme penyebab infeksi
Tes dahak atau sputum dan kultur cairan pleura untuk mengidentifikasi kuman penyebab infeksi
Bronkoskopi untuk melihat kondisi saluran napas dengan bantuan alat bronkoskopi
Tes urine yang dilakukan untuk mengetahui mikroba penyebab radang paru-paru yang terkandung dalam urine
Cara Mengobati Radang Paru-Paru
Ada berbagai macam cara mengobati radang paru-paru. Berikut pilihan pengobatan radang paru-paru yang bisa membantu penderitanya mengatasi penyebab utama serta mengurangi gejalanya.
1. Perawatan Rumahan dan Perubahan Gaya Hidup
Sebagian besar radang paru-paru bisa dibantu dengan perawatan rumahan dan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa langkah untuk menangani radang paru-paru di rumah:
Beristirahat sebanyak mungkin
Minum banyak cairan
Minum segelas kopi atau teh berkafein
Menggunakan pelembab udara
Berkumur dengan air asin untuk mengeluarkan lendir dan meredakan sakit tenggorokan
Berhenti merokok dan konsumsi alkohol serta jauhi sumber asap atau polisi
2. Perawatan Medis
Sebagian besar kasus radang paru-paru bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan tertentu. Berikut beberapa jenis obat yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter:
Antibiotik, yaitu jenis obat yang digunakan untuk mengatasi radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa antibiotik yang mungkin akan diresepkan adalah azitromisin, klaritromisin, dan eritromisin.
Antivirus, yakni obat untuk menghilangkan virus penyebab radang paru-paru. Contohnya adalah oseltamivir, zanamivir, peramivir, asiklovir, ganciclovir, dkk.
Antijamur untuk mengobati radang paru-paru akibat jamur. Contoh obat antijamur untuk pneumonia adalah flukonazol, itrakonazol, voriconazole, dan lain-lain.
Inhaler atau nebulizer yang dianjurkan untuk membantu penderita radang paru-paru bernapas lebih baik.
Obat pereda nyeri dan demam, seperti asetaminofen, ibuprofen, naproxen, dan lain-lain untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri pada penderita radang paru-paru.
Ekspektoran yang membantu untuk penderita mengeluarkan lendir dalam paru-paru.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pneumonia?

Apa itu pneumonia?
Pneumonia adalah jenis peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi patogen tertentu.
Apa saja jamur penyebab radang paru-paru?

Apa saja jamur penyebab radang paru-paru?
Jamur penyebab radang paru-paru adalah Pneumocystis jirovecii, Coccidioidomycosis, Histoplasmosis, dan Cryptococcus.
Apa fungsi pulse oximetry?

Apa fungsi pulse oximetry?
Pulse oximetry adalah alat untuk mengetahui besaran saturasi oksigen dalam darah.
