Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya
ยทwaktu baca 4 menit

Radang usus buntu (atau sering juga dikenal dengan apendisitis) adalah jenis gangguan yang umum terjadi pada orang yang berumur 10-30 tahun. Kondisi ini mengakibatkan munculnya rasa sakit perut pada bagian kanan bawah.
Usus buntu atau apendiks adalah kantong kecil yang melekat pada usus. Ketika usus buntu tersumbat, bakteri akan berkembang biak di dalamnya, sehingga menyebabkan pembengkakan dan radang dalam perut.
Jika tidak segera ditangani, radang usus buntu dapat mengakibatkan kantong ini pecah. Hal tersebut kemudian akan mengakibatkan bakteri tersebar ke seluruh rongga perut dan bisa menyebabkan komplikasi yang serius dan fatal.
Penyebab dan Faktor Risiko Radang Usus Buntu
Radang usus buntu terjadi akibat adanya penyumbatan pada lapisan usus buntu. Penyumbatan ini menyebabkan penumpukan bakteri pada bagian tersebut hingga akhirnya menginfeksi dan menimbulkan peradangan.
Namun, sampai saat ini, penyebab penyumbatan pada apendiks belum diketahui dengan pasti. Meskipun demikian, banyak ahli percaya bahwa penumpukan bisa diakibatkan oleh:
Penumpukan kotoran yang mengeras dalam perut
Kantung limfoid yang membesar
Cacing-cacing parasit di saluran pencernaan, seperti infeksi cacing kremi, dan lain-lain
Gangguan saluran pencernaan tertentu, seperti tumor pada perut
Radang usus buntu bisa menyerang siapa saja. Namun, sebagian orang dengan kondisi berikut lebih mungkin terkena radang usus buntu:
Remaja dan orang dewasa berumur 20-an. Menurut data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, orang pada rentang usia ini lebih banyak mengalami radang usus buntu dibandingkan kelompok usia lainnya.
Laki-laki lebih banyak terserang penyakit radang usus buntu dibandingkan wanita. Dikutip dari jurnal World Journal of Surgery karya Wan-Ching Lien, dkk, penderita usus buntu pria juga lebih rentan terkena penyakit radang usus buntu berulang dibandingkan perempuan.
Faktor genetik.
Gejala Radang Usus Buntu
Radang usus buntu awalnya ditandai dengan gejala berupa sakit perut biasa yang kemudian berkembang menjadi sangat sakit saat bergerak dan batuk.
Setelah itu, ada beberapa gejala lainnya yang muncul akibat adanya radang usus buntu. Dalam dari jurnal Appendicitis karya Jones MW, berikut adalah gejala-gejala dari radang usus buntu:
Kehilangan nafsu makan
Gangguan pada sistem pencernaan
Mual dan muntah
Pembengkakan pada bagian perut tertentu
Demam ringan
Selain gejala-gejala di atas, sebagian kecil penderita usus buntu juga akan merasakan gejala lainnya, seperti:
Diare
Sembelit
Perut kembung
Sering ingin buang air besar
Diagnosis Radang Usus Buntu
Apabila merasakan sejumlah gejala radang usus buntu seperti yang telah disebutkan sebelumnya, segera periksakan ke dokter untuk melaksanakan pemeriksaan secara medis.
Diagnosis radang usus buntu biasanya akan dilakukan dengan cara melakukan wawancara riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, dan pemeriksaan fisik dengan cara menekan area perut yang terasa nyeri. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:
Tes darah. Apabila hasil tes menyebutkan bahwa jumlah sel darah putih lebih banyak, artinya terdapat infeksi dalam tubuh
Tes urine, yakni jenis tes yang digunakan untuk menghapus kemungkinan gejala lain, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal
USG perut, yaitu tes yang dilakukan untuk melihat gambar organ dalam perut
CT scan atau MRI, yaitu pemeriksaan untuk melihat organ dalam perut lebih jelas
Rontgen dada, yakni pemeriksaan dengan tujuan untuk memastikan nyeri tidak disebabkan oleh gangguan pada saluran pernapasan
Pemeriksaan panggul, yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada masalah pada organ reproduksi
Tes kehamilan, yakni pemeriksaan yang dilakukan untuk menghapus kemungkinan rasa nyeri diakibatkan oleh kehamilan ektopik
Cara Mengobati Usus Buntu
Ada sejumlah penanganan medis yang akan dilakukan untuk mengobati usus buntu. Sebagian besar kasus usus buntu diobati menggunakan perawatan medis, seperti:
Penggunaan obat antibiotik untuk mengobati infeksi yang mengakibatkan radang usus buntu. Biasanya, antibiotik diberikan melalui infus.
Operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi yang dilakukan untuk mengangkat bagian usus buntu yang meradang. Operasi dilakukan untuk menghindari pecahnya organ tersebut.
Selama melakukan perawatan medis, penderita usus buntu harus melakukan beberapa hal yang dapat mendukung proses pemulihan, di antaranya:
Banyak istirahat
Perbanyak asupan cairan
Berjalan-jalan santai setiap hari
Hindari aktivitas berat, seperti olahraga berat dan mengangkat beban
Jika sudah dilakukan operasi, jagalah kebersihan jahitan bekas operasi dengan baik.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu usus buntu?

Apa itu usus buntu?
Usus buntu atau apendiks adalah kantong kecil yang melekat pada usus.
Apa penyebab orang terkena usus buntu?

Apa penyebab orang terkena usus buntu?
Radang usus buntu terjadi akibat adanya penyumbatan pada lapisan usus buntu.
Di mana rasa sakit usus buntu?

Di mana rasa sakit usus buntu?
Kondisi radang usus buntu menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah.
