Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sakit di Belakang Telinga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sakit di belakang telinga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan saraf hingga infeksi. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Sakit di belakang telinga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan saraf hingga infeksi. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Sakit di belakang telinga bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan pada bagian kepala ataupun telinga. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa nyeri pada bagian telinga dan disertai dengan beberapa gejala lainnya.

Sakit di belakang telinga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan pada saraf hingga infeksi pada bagian tertentu. Penanganan rasa sakit di belakang telinga pada umumnya disesuaikan dengan faktor penyebabnya.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab dan gejala sakit di belakang telinga serta cara mengatasinya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Sakit di Belakang Telinga

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya keluhan sakit di belakang telinga. Berikut faktor-faktor penyebab sakit di belakang telinga.

1. Neuralgia Oksipital

Neuralgia oksipital adalah penyakit yang menyebabkan rasa sakit yang parah pada bagian belakang telinga. Rasa sakitnya juga akan menyebar pada bagian leher dan belakang kepala.

Dikutip dari jurnal Neuralgias of the Head: Occipital Neuralgia oleh Il Choi dan Sang Ryong Jeon, neuralgia oksipital adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya rasa sakit akibat gangguan saraf oksipital. Saraf oksipital merupakan saraf yang berada pada bagian leher, belakang kepala, hingga kepala bagian atas.

2. Otitis Media

Otitis media adalah jenis infeksi yang terjadi pada telinga tengah yang terletak antara gendag telinga dan telinga bagian dalam. Hal ini bisa menjadi penyebab munculnya rasa sakit di belakang telinga.

Mengutip dari jurnal Otitis Media oleh Anne G. M. Schilder, otitis media disebabkan oleh adanya infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri penyebab gangguan saluran pernapasan, seperti flu biasa.

3. Otitis Eksterna

Otitis eksterna adalah jenis infeksi yang terjadi pada telinga selain otitis media. Otitis eksterna berkembang pada bagian luar telinga. Infeksinya umumnya disebabkan oleh infeksi, alergi, atau kondisi kesehatan yang kronis.

Selain itu, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko otitis eksterna, seperti:

  • Kebiasaan membersihkan saluran telinga yang berlebihan menggunakan kapas atau cotton bud

  • Berenang di air yang mengandung bakteri

  • Mengenakan perangkat di telinga, seperti headset, headphone, alat bantu dengar, dan lain-lain

3. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi yang terjadi pada tulang mastoid. Tulang masoid adalah tulang yang terletak pada bagian belakang dan bawah telinga.

Mastoiditis terjadi ketika sel-sel pada tulang mastoid terinfeksi dan meradang. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh otitis media yang persisten dan bisa pula disebabkan oleh kolesteatoma.

4. Impaksi Kotoran Telinga

Salah satu penyebab sakit di belakang telinga adalah impaksi kotoran telinga. Foto: Unsplash.com

Kotoran telinga atau serumen merupakan zat yang diproduksi tubuh untuk melindungi lapisan saluran telinga luar. Pada umumnya, serumen akan keluar dengan sendirinya dari saluran telinga.

Namun, jika proses pengeluaran kotoran telinga tersumbat, kotoran yang menumpuk jauh di saluran telinga. Kotoran kemudian akan mengeras dan menyebabkan gejala, seperti rasa sakit di belakang telinga.

5. Gangguan Kesehatan Gigi

Beberapa gangguan kesehatan gigi biasanya dikaitkan dengan keluhan rasa sakit di belakang telinga, terlebih jika gangguan tersebut tidak diobati. Dikutip dari jurnal Ear Pain: Diagnosing Common and Uncommon Causes oleh John Scott Earwood, dkk, gangguan kesehatan gigi yang bisa menyebabkan rasa sakit di belakang telinga adalah kerusakan gigi, gigi berlubang, dan abses pada gigi.

6. Sindrom Ramsay Hunt

Sindrom Ramsay Hunt adalah gangguan yang terjadi akibat adanya reaktivasi virus penyebab cacar air, yaitu virus Varicella-zoster. Gangguan ini menyebabkan kelumpuhan pada bagian wajah serta timbulnya beberapa gejala lainnya, termasuk rasa sakit di belakang telinga.

7. Gangguan Sendi Temporomandibular

Gangguan sendi temporomandibular adalah gangguan pada otot dan saraf rahang yang diakibatkan oleh cedera atau peradangan pada bagian sendi temporomandibular. Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bagian bawah dan tengkorak.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh rahang sendi, postur leher dan kepala dan leher yang buruk, gigi yang tidak rapi, stres, dan faktor genetik. Gangguan ini bisa menimbulkan sejumlah keluhan pada penderitanya, termasuk rasa sakit di belakang telinga.

Gejala Sakit di Belakang Telinga

Gejala sakit di belakang telinga bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Berikut gejala sakit di belakang telinga berdasarkan penyebabnya.

Gejala Neuralgia Oksipital

Neuralgia oksipital akan menyebabkan penderitanya pusing serta merasa sakit di belakang telinga. Foto: Unsplash.com

Rasa sakit neuralgia oksipital tiba-tiba datang tiba-tiba dan dipicu dengan gerakan kepala dan leher. Gejala lain dari neuralgia oksipital adalah:

  • Pusing dan mual

  • Bagian belakang kepala dan telinga melunak

  • Tinnitus

  • Gangguan penglihatan

  • Rasa nyeri pada bagian belakang kepala dan telinga

Gejala Otitis Media dan Eksterna

Infeksi pada bagian telinga dalam dan luar umumnya menyebabkan penderitanya merasakan sejumlah gejala, seperti:

  • Sakit telinga ringan hingga berat atau nyeri di belakang telinga

  • Pendengaran berkurang atau teredam

  • Pada otitis eksterna, telinga terasa gatal dan telinga luar melunak

Gejala Mastoiditis

Pada orang dewasa dan anak-anak, gejala mastoiditis biasanya berupa:

  • rasa sakit yang parah di belakang telinga, demam, sakit kepala, pusing, dan lain-lain.

Gejala Impaksi Kotoran Telinga

Jika serumen banyak menumpuk dalam telinga, seseorang bisa merasakan sejumlah gejala, seperti:

  • Nyeri di belakang atau di dalam telinga

  • Telinga terasa penuh

  • Gangguan pendengaran

  • Tinnitus

Gejala Masalah Kesehatan Gigi

Adanya gangguan kesehatan gigi umumnya menimbulkan gejala, seperti:

  • Sakit gigi dan gigi sensitif

  • Pembengkakan di bagian pipi

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Nafsu makan berkurang

Gejala Sindrom Ramsay Hunt

Sindrom Ramsay Hunt merupakan kondisi yang langka. Gangguan ini menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

  • Rasa sakit pada bagian telinga, termasuk bagian luar dan belakang telinga

  • Timbul ruam yang melepuh pada bagian telinga

  • Kelumpuhan wajah di bagian yang terganggu

  • Tinnitus

  • Penurunan fungsi pendengaran

  • Vertigo

  • Mual dan muntah

Gejala Gangguan Sendi Temporomandibular

Gejala gangguan sendi temporomandibular adalah:

  • Rasa nyeri pada di dekat telinga dan cenderung memburuk saat menggerakan mulut

  • Rasa tidak nyaman pada bagian mata, leher, lengan, atau punggung

  • Sakit kepala yang parah di pagi hari dan menyebar ke rahang, pelipis, atau dahi

  • Rahang terasa berat dan lemas setelah makan

  • Tinnitus

Cara Mengobati Sakit di Belakang Telinga

Ada beberapa cara mengobati sakit di belakang telinga. Pengobatannya umumnya tergantung pada jenis penyebabnya. Berikut cara mengobati sakit di belakang telinga sesuai kondisi yang menyebabkannya:

  • Neuralgia oksipital diobati dengan pemberian terapi panas, konsumsi obat pereda rasa nyeri (asetaminofen, NSAID), dan blok saraf digital.

  • Otitis media dan eksterna diobati dengan pemberian obat-obatan pereda nyeri dan obat antibiotik atau antivirus untuk mengatasi mikroba penyebab infeksi, serta obat tetes telinga antiseptik.

  • Mastoiditis adalah kondisi serius yang diobati dengan pemberian antibiotik intravena, operasi myringotomy dengan mengalirkan cairan ke bagian telinga tengah.

  • Impaksi kotoran telinga diobati dengan pemberian cairan pelunak kotoran telinga, pembersihan saluran telinga dengan alat khusus oleh ahli.

  • Masalah gigi, seperti gigi berlubang dan kerusakan gigi pada umumnya diobati dengan cara ditambal, sedangkan abses gigi diobati dengan pemberian obat antibiotik.

  • Sindrom Ramsay Hunt biasanya diobati dengan pemberian obat antivirus dan steroid.

  • Gangguan sendi temporomandibular pada umumnya diobati dengan pemberian obat pereda nyeri, terapi fisik, manajemen stres, dan lain-lain.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu otitis media?

chevron-down

Otitis media adalah jenis infeksi yang terjadi pada telinga tengah yang terletak antara gendang telinga dan telinga bagian dalam.

Apa penyebab Sindrom Ramsay Hunt?

chevron-down

Sindrom Ramsay Hunt yang terjadi akibat adanya reaktivasi virus penyebab cacar air.

Apa yang dimaksud dengan sendi temporomandibular?

chevron-down

Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bagian bawah dan tengkorak.