Sakit di Belakang Telinga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 6 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Sakit di belakang telinga bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan pada bagian kepala ataupun telinga. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa nyeri pada bagian telinga dan disertai dengan beberapa gejala lainnya.
Sakit di belakang telinga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan pada saraf hingga infeksi pada bagian tertentu. Penanganan rasa sakit di belakang telinga pada umumnya disesuaikan dengan faktor penyebabnya.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab dan gejala sakit di belakang telinga serta cara mengatasinya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Penyebab Sakit di Belakang Telinga
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya keluhan sakit di belakang telinga. Berikut faktor-faktor penyebab sakit di belakang telinga.
1. Neuralgia Oksipital
Neuralgia oksipital adalah penyakit yang menyebabkan rasa sakit yang parah pada bagian belakang telinga. Rasa sakitnya juga akan menyebar pada bagian leher dan belakang kepala.
Dikutip dari jurnal Neuralgias of the Head: Occipital Neuralgia oleh Il Choi dan Sang Ryong Jeon, neuralgia oksipital adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya rasa sakit akibat gangguan saraf oksipital. Saraf oksipital merupakan saraf yang berada pada bagian leher, belakang kepala, hingga kepala bagian atas.
2. Otitis Media
Otitis media adalah jenis infeksi yang terjadi pada telinga tengah yang terletak antara gendag telinga dan telinga bagian dalam. Hal ini bisa menjadi penyebab munculnya rasa sakit di belakang telinga.
Mengutip dari jurnal Otitis Media oleh Anne G. M. Schilder, otitis media disebabkan oleh adanya infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri penyebab gangguan saluran pernapasan, seperti flu biasa.
3. Otitis Eksterna
Otitis eksterna adalah jenis infeksi yang terjadi pada telinga selain otitis media. Otitis eksterna berkembang pada bagian luar telinga. Infeksinya umumnya disebabkan oleh infeksi, alergi, atau kondisi kesehatan yang kronis.
Selain itu, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko otitis eksterna, seperti:
Kebiasaan membersihkan saluran telinga yang berlebihan menggunakan kapas atau cotton bud
Berenang di air yang mengandung bakteri
Mengenakan perangkat di telinga, seperti headset, headphone, alat bantu dengar, dan lain-lain
3. Mastoiditis
Mastoiditis adalah infeksi yang terjadi pada tulang mastoid. Tulang masoid adalah tulang yang terletak pada bagian belakang dan bawah telinga.
Mastoiditis terjadi ketika sel-sel pada tulang mastoid terinfeksi dan meradang. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh otitis media yang persisten dan bisa pula disebabkan oleh kolesteatoma.
4. Impaksi Kotoran Telinga
Kotoran telinga atau serumen merupakan zat yang diproduksi tubuh untuk melindungi lapisan saluran telinga luar. Pada umumnya, serumen akan keluar dengan sendirinya dari saluran telinga.
Namun, jika proses pengeluaran kotoran telinga tersumbat, kotoran yang menumpuk jauh di saluran telinga. Kotoran kemudian akan mengeras dan menyebabkan gejala, seperti rasa sakit di belakang telinga.
5. Gangguan Kesehatan Gigi
Beberapa gangguan kesehatan gigi biasanya dikaitkan dengan keluhan rasa sakit di belakang telinga, terlebih jika gangguan tersebut tidak diobati. Dikutip dari jurnal Ear Pain: Diagnosing Common and Uncommon Causes oleh John Scott Earwood, dkk, gangguan kesehatan gigi yang bisa menyebabkan rasa sakit di belakang telinga adalah kerusakan gigi, gigi berlubang, dan abses pada gigi.
6. Sindrom Ramsay Hunt
Sindrom Ramsay Hunt adalah gangguan yang terjadi akibat adanya reaktivasi virus penyebab cacar air, yaitu virus Varicella-zoster. Gangguan ini menyebabkan kelumpuhan pada bagian wajah serta timbulnya beberapa gejala lainnya, termasuk rasa sakit di belakang telinga.
7. Gangguan Sendi Temporomandibular
Gangguan sendi temporomandibular adalah gangguan pada otot dan saraf rahang yang diakibatkan oleh cedera atau peradangan pada bagian sendi temporomandibular. Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bagian bawah dan tengkorak.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh rahang sendi, postur leher dan kepala dan leher yang buruk, gigi yang tidak rapi, stres, dan faktor genetik. Gangguan ini bisa menimbulkan sejumlah keluhan pada penderitanya, termasuk rasa sakit di belakang telinga.
Gejala Sakit di Belakang Telinga
Gejala sakit di belakang telinga bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Berikut gejala sakit di belakang telinga berdasarkan penyebabnya.
Gejala Neuralgia Oksipital
Rasa sakit neuralgia oksipital tiba-tiba datang tiba-tiba dan dipicu dengan gerakan kepala dan leher. Gejala lain dari neuralgia oksipital adalah:
Pusing dan mual
Bagian belakang kepala dan telinga melunak
Tinnitus
Gangguan penglihatan
Rasa nyeri pada bagian belakang kepala dan telinga
Gejala Otitis Media dan Eksterna
Infeksi pada bagian telinga dalam dan luar umumnya menyebabkan penderitanya merasakan sejumlah gejala, seperti:
Sakit telinga ringan hingga berat atau nyeri di belakang telinga
Pendengaran berkurang atau teredam
Pada otitis eksterna, telinga terasa gatal dan telinga luar melunak
Gejala Mastoiditis
Pada orang dewasa dan anak-anak, gejala mastoiditis biasanya berupa:
rasa sakit yang parah di belakang telinga, demam, sakit kepala, pusing, dan lain-lain.
Gejala Impaksi Kotoran Telinga
Jika serumen banyak menumpuk dalam telinga, seseorang bisa merasakan sejumlah gejala, seperti:
Nyeri di belakang atau di dalam telinga
Telinga terasa penuh
Gangguan pendengaran
Tinnitus
Gejala Masalah Kesehatan Gigi
Adanya gangguan kesehatan gigi umumnya menimbulkan gejala, seperti:
Sakit gigi dan gigi sensitif
Pembengkakan di bagian pipi
Pembengkakan kelenjar getah bening
Nafsu makan berkurang
Gejala Sindrom Ramsay Hunt
Sindrom Ramsay Hunt merupakan kondisi yang langka. Gangguan ini menimbulkan sejumlah gejala, seperti:
Rasa sakit pada bagian telinga, termasuk bagian luar dan belakang telinga
Timbul ruam yang melepuh pada bagian telinga
Kelumpuhan wajah di bagian yang terganggu
Tinnitus
Penurunan fungsi pendengaran
Vertigo
Mual dan muntah
Gejala Gangguan Sendi Temporomandibular
Gejala gangguan sendi temporomandibular adalah:
Rasa nyeri pada di dekat telinga dan cenderung memburuk saat menggerakan mulut
Rasa tidak nyaman pada bagian mata, leher, lengan, atau punggung
Sakit kepala yang parah di pagi hari dan menyebar ke rahang, pelipis, atau dahi
Rahang terasa berat dan lemas setelah makan
Tinnitus
Cara Mengobati Sakit di Belakang Telinga
Ada beberapa cara mengobati sakit di belakang telinga. Pengobatannya umumnya tergantung pada jenis penyebabnya. Berikut cara mengobati sakit di belakang telinga sesuai kondisi yang menyebabkannya:
Neuralgia oksipital diobati dengan pemberian terapi panas, konsumsi obat pereda rasa nyeri (asetaminofen, NSAID), dan blok saraf digital.
Otitis media dan eksterna diobati dengan pemberian obat-obatan pereda nyeri dan obat antibiotik atau antivirus untuk mengatasi mikroba penyebab infeksi, serta obat tetes telinga antiseptik.
Mastoiditis adalah kondisi serius yang diobati dengan pemberian antibiotik intravena, operasi myringotomy dengan mengalirkan cairan ke bagian telinga tengah.
Impaksi kotoran telinga diobati dengan pemberian cairan pelunak kotoran telinga, pembersihan saluran telinga dengan alat khusus oleh ahli.
Masalah gigi, seperti gigi berlubang dan kerusakan gigi pada umumnya diobati dengan cara ditambal, sedangkan abses gigi diobati dengan pemberian obat antibiotik.
Sindrom Ramsay Hunt biasanya diobati dengan pemberian obat antivirus dan steroid.
Gangguan sendi temporomandibular pada umumnya diobati dengan pemberian obat pereda nyeri, terapi fisik, manajemen stres, dan lain-lain.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu otitis media?

Apa itu otitis media?
Otitis media adalah jenis infeksi yang terjadi pada telinga tengah yang terletak antara gendang telinga dan telinga bagian dalam.
Apa penyebab Sindrom Ramsay Hunt?

Apa penyebab Sindrom Ramsay Hunt?
Sindrom Ramsay Hunt yang terjadi akibat adanya reaktivasi virus penyebab cacar air.
Apa yang dimaksud dengan sendi temporomandibular?

Apa yang dimaksud dengan sendi temporomandibular?
Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bagian bawah dan tengkorak.
