Sakit Kepala Cluster: Pengertian, Gejala, Penyebab, hingga Pencegahannya
ยทwaktu baca 5 menit

Sakit kepala adalah keluhan yang paling tidak memiliki 150 jenis yang berbeda. Salah satu jenis sakit kepala adalah sakit kepala cluster.
Secara umum, sakit kepala cluster didefinisikan sebagai jenis sakit kepala yang terasa tajam, menyakitkan dan sering kambuh dalam periode waktu tertentu. Gangguan ini biasanya ditandai dengan perubahan penglihatan.
Untuk mengenali sakit kepala cluster lebih jauh, simak informasi mengenai jenis sakit kepala ini, mulai dari definisi, gejala, penyebab, hingga pencegahannya di bawah ini.
Apa Itu Sakit Cluster?
Sakit kepala cluster adalah jenis penyakit sakit kepala yang menyakitkan yang biasanya terjadi dalam siklus. Seperti namanya, serangkaian serangan sakit kepala cluster memiliki pola yang membentuk cluster atau kelompok nyeri sebanyak 1-8 kali dalam satu hari.
Sakit kepala cluster termasuk jenis sakit kepala yang jarang terjadi. Gangguan ini hanya terjadi pada 1 dari 1.000 orang.
Gangguan ini menimbulkan gejala berupa rasa nyeri pada bagian kepala yang sangat parah, khususnya pada bagian sekitar mata. Sakit kepala ini juga sering disalahartikan sebagai jenis sakit kepala migrain karena biasanya hanya menyerang satu sisi kepala saja.
Gejala Sakit Kepala Cluster
Sakit kepala cluster muncul sebagai rasa nyeri yang parah di satu sisi kepala, biasanya dimulai pada sekitar mata sebelum akhirnya menyebar ke bagian pelipis hingga wajah. Intensitas dari rasa sakit kepala ini adalah terasa seperti terbakar, menusuk, dan menyakitkan.
Ada beberapa gejala lainnya yang mungkin menyertai sakit kepala cluster. Mengutip dari jurnal Cluster Headache: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Features, and Diagnosis oleh Diana Yi-Ting Wei, dkk, berikut gejala sakit kepala cluster:
Wajah memerah dan berkeringat
Mata memerah dan meradang
Mata banyak mengeluarkan air mata
Penyempitan pada daerah pupil
Hidung meler ataupun tersumbat
Pembengkakan pada bagian wajah
Gelisah dan tidak mampu untuk duduk diam ataupun berbaring
Durasi sakit kepala cluster biasanya terjadi 15-30 menit. Pada kasus tertentu, sakit kepala cluster bisa berlangsung selama 3 jam.
Penyebab Sakit Kepala Cluster
Sakit kepala cluster disebabkan oleh terjadinya pelebaran pada bagian pembuluh darah. Pembuluh darah kemudian menekan saraf trigeminal, yakni jenis saraf yang mengatur sensasi dan gerakan pada wajah.
Penyebab dari terjadinya pelebaran dan penekanan saraf trigeminal hingga saat ini belum diketahui.
Sebagian ahli percaya bahwa sakit kepala cluster diakibatkan oleh aktivitas sistem saraf otonom yang menimbulkan gejala sakit kepala cluster. Tak hanya itu, sakit kepala cluster juga sering dikaitkan dengan aktivitas hipotalamus, yakni bagian otak yang mengatur siklus bangun-tidur seseorang.
Di samping itu, terdapat beberapa faktor risiko yang bisa menimbulkan sakit kepala cluster. Dikutip dari jurnal Diagnosis, Pathophysiology, and Management of Cluster Headache oleh Jan Hoffmann, MD dan Prof Arne May, MD, dkk:
Merokok, khususnya jenis tembakau
Sering mengonsumsi alkohol
Berusia di antara 20-40 tahun
Berjenis kelamin pria.
Memiliki keluarga yang mengidap gangguan sakit kepala cluster
Cara Mengobati Kepala Cluster
Pada dasarnya, sampai saat ini, sakit kepala cluster tidak memiliki jenis obat yang khusus untuk mengobatinya. Akan tetapi, terdapat beberapa jenis perawatan yang dapat mengurangi frekuensi munculnya serangan sakit kepala cluster hingga mengatur tingkat keparahan dari rasa sakit yang muncul.
Mengutip dari studi Evidence-based Treatments for Cluster Headache oleh Rubesh Gooriah, dkk, berikut beberapa cara penanganan sakit kepala cluster yang mungkin diberikan untuk mengurangi gejalanya.
1. Pemberian Oksigen
Menghirup oksigen dengan masker yang tersambung dengan tangki oksigen sebanyak 7-10 liter per menit bisa membantu mengurangi gejala sakit kepala cluster dalam waktu 15 menit. Terapi oksigen bisa dilakukan untuk membantu mengurangi tingkat keparahan dari rasa sakit yang timbul.
2. Terapi Obat-obatan
Berikut beberapa jenis obat untuk mengobati sakit kepala cluster:
Triptan, yakni jenis obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati migrain. Untuk mengelola sakit kepala cluster, tenaga medis mungkin akan memberikan suntikan sumatriptan ataupun semprotan hidung sumatriptan.
Octreotide, yakni jenis obat yang meniru hormon somatostatin pada bagian otak. Pengobatan octreotide sangat efektif untuk penderita sakit kepala cluster yang memiliki gangguan hipertensi atau penyakit jantung.
Dihidroergotamin, yakni jenis obat lainnya yang digunakan untuk mengobati migrain. Ini bisa menjadi obat pereda nyeri pada bagian kepala yang efektif untuk beberapa orang.
Selain beberapa jenis di atas, dokter mungkin akan merekomendasikan jenis obat lain untuk mencegah kambuhnya sakit kepala cluster. Obat-obatan tersebut adalah:
Calcium channel blockers, yakni jenis obat yang mencegah kalsium yang menyebabkan kontraksi pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah lebih rileks dan tekanan darah pun ikut menurun.
Kortikosteroid, yakni jenis obat untuk mengurangi peradangan yang dapat mengurangi dan tingkat keparahan sakit kepala cluster.
Obat anestesi pada saraf oksipital untuk membantu saraf tersebut mati rasa. Dengan begitu, sinyal rasa sakit di sepanjang jalur saraf akan terhambat.
Litium karbonat yang sering dikonsumsi oleh penderita bipolar dan efektif dalam mencegah sakit kepala cluster.
3. Pembedahan
Jika sakit kepala cluster memburuk dan tidak dapat dibantu dengan perawatan obat maupun terapi oksigen, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalankan pembedahan. Operasi untuk mengobati sakit kepala cluster dilakukan dengan memotong bagian saraf trigeminal yang memicu sakit kepala cluster.
Cara Mencegah Sakit Kepala Cluster
Penyebab sakit kepala cluster sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa cara mencegah sakit kepala cluster, yakni dengan menekan faktor risiko. Berikut beberapa cara pencegahan sakit kepala cluster:
Mengatur pola tidur dengan baik
Menghindari kebiasaan merokok
Membatasi asupan alkohol
Rutin berolahraga setiap hari
Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat nitrogliserin
Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala yang menyakitkan dan datang secara tiba-tiba. Sakit kepala ini tidak dalam jangka waktu yang panjang dan gejalanya biasanya hilang dalam beberapa hari.
Jika merasakan jenis sakit kepala yang menyakitkan yang sering datang dalam periode yang sama, cobalah untuk menemui dokter untuk mendiskusikan tentang gejala dan pengobatan sakit kepala cluster. Dokter akan merekomendasikan rencana penanganan yang tepat untuk mengatasi sakit kepala cluster.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Seberapa umumkah sakit kepala cluster terjadi?

Seberapa umumkah sakit kepala cluster terjadi?
Sakit kepala cluster termasuk jenis sakit kepala yang jarang terjadi. Gangguan ini hanya terjadi pada 1 dari 1.000 orang.
Apa yang dimaksud dengan saraf trigeminal?

Apa yang dimaksud dengan saraf trigeminal?
Saraf trigeminal adalah jenis saraf yang mengatur sensasi dan gerakan pada wajah.
Bagaimana cara kerja calcium channel blockers?

Bagaimana cara kerja calcium channel blockers?
Obat calcium channel blockers bekerja dengan mencegah kalsium yang menyebabkan kontraksi pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah lebih rileks.
