Sakit Kepala Tipe Ketegangan: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Sakit kepala tipe ketegangan atau tension headache adalah sakit kepala yang ditandai dengan kondisi kepala yang terasa tegang dan berat. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kontraksi otot di daerah kepala dan leher.
Sakit kepala tipe ketegangan termasuk jenis sakit kepala yang paling umum dan dapat menyebabkan rasa sakit ringan, sedang, atau intens di kepala, leher, dan belakang mata. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 90 persen orang dewasa di seluruh dunia pernah mengalami sakit kepala ini.
Apa Itu Sakit Kepala Tipe Ketegangan?
Sakit kepala tipe ketegangan atau sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang paling umum dialami oleh berbagai kalangan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh stres, ketegangan otot, hingga depresi.
Sakit kepala tegang ditandai dengan timbulnya rasa nyeri ringan hingga intens pada bagian atas dan tersebar di seluruh bagian kepala. Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, ada empat jenis sakit kepala tipe ketegangan, yaitu:
Sakit kepala tipe ketegangan episodik, yakni sakit kepala yang berlangsung kurang dari 15 hari per bulan.
Sakit kepala tipe ketegangan kronis, yakni sakit kepala yang berlangsung lebih dari 15 hari per bulan.
Sakit kepala tipe ketegangan harian, yakni sakit kepala yang terjadi setiap hari.
Sakit kepala tipe ketegangan kronis non-progresif, yakni sakit kepala yang terjadi setiap hari atau beberapa kali dalam sebulan, tetapi tidak disertai gejala lain.
Dalam kebanyakan kasus, mayoritas orang yang menderita sakit kepala tipe ketegangan mengalami sakit kepala episodik, dengan rata-rata satu atau dua kali serangan per bulan. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor yang menyebabkan kontraksi otot di kepala dan leher.
Penyebab Sakit Kepala Tipe Ketegangan
Sakit kepala tipe ketegangan terjadi ketika otot leher dan kulit kepala menjadi tegang atau berkontraksi. Kontraksi otot bisa menjadi respons terhadap stres, depresi, cedera kepala, atau kecemasan.
Sakit kepala jenis ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling sering menyerang orang dewasa dan remaja yang lebih tua. Kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita dan cenderung diturunkan dalam keluarga.
Ketegangan yang menyebabkan sakit kepala dipicu oleh kontraksi otot di daerah kepala dan leher. Berbagai makanan, aktivitas, dan pemicu stres dapat menyebabkan kontraksi jenis ini.
Mengutip jurnal Tension Type Headache oleh Debashish Chowdhury, adapun beberapa faktor penyebab sakit kepala tipe ketegangan, antara lain:
Menatap layar komputer atau gawai dalam waktu yang lama
Berkendara dalam waktu yang lama
Suhu dingin atau cuaca dingin
Ketegangan mata
Setiap aktivitas yang menyebabkan kepala harus bertahan dalam satu posisi untuk waktu yang lama.
Tidur di ruangan yang dingin atau tidur dengan posisi leher yang tidak tepat
Stres fisik atau emosional
Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan
Pilek, flu, atau infeksi sinus
Masalah gigi seperti mengatupkan rahang atau menggertakkan gigi.
Merokok berlebihan
Kelelahan
Selain beberapa faktor penyebab di atas, sakit kepala tipe ketegangan juga dapat terjadi ketika seseorang menderita migrain. Dalam kasus yang jarang terjadi, sakit kepala jenis ini dapat menyebabkan kepekaan terhadap suara ringan dan keras, mirip seperti migrain.
Gejala Sakit Kepala Tipe Ketegangan
Gejala sakit kepala tipe ketegangan umumnya ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada kepala bagian atas dan tersebar di seluruh bagian kepala. Rasa nyeri ini dapat digambarkan seperti ada ikatan kuat di sekeliling kepala.
Selain itu, sakit kepala tipe ketegangan juga memiliki sejumlah gejala lain, seperti:
Nyeri atau tekanan ringan hingga intens di bagian depan, atas, atau samping kepala
Nyeri tumpul di kepala
Nyeri yang terjadi pada kepala, leher, dan bahu
Kesulitan tidur
Kelelahan
Kesulitan fokus
Sensitivitas ringan terhadap cahaya atau kebisingan
Berbeda dengan sakit kepala migrain, penderita sakit kepala tipe ketegangan tidak akan mengalami gejala yang berhubungan dengan saraf, seperti kelemahan otot atau penglihatan kabur.
Kondisi ini juga biasanya tidak menyebabkan kepekaan yang parah terhadap cahaya atau kebisingan, sakit perut, mual, maupun muntah.
Cara Mengobati Sakit Kepala Tipe Ketegangan
Seperti yang telah disebutkan, pemicu sakit kepala tegang bisa dari mana saja. Dirangkum dari National Health Service, adapun beberapa cara mengobati sakit kepala tipe ketegangan yang bisa dilakukan, yaitu:
Kompres bagian dahi, leher, serta bagian kepala yang terasa sakit dengan kompres hangat.
Jika sakit kepala dipicu karena konsumsi alkohol atau kafein, hindari mengonsumsi minuman tersebut selama jangka waktu tertentu.
Ketegangan otot dapat dihilangkan dengan pemijatan pada daerah kepala, seperti kening, belakang kepala, puncak kepala, dan daerah tengkuk.
Mengonsumsi air putih setidaknya 8 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi.
Melakukan meditasi dapat membantu mengatasi ketegangan otot sehingga rasa sakit kepala dapat dikendalikan.
Memperbaiki posisi duduk yang nyaman agar tidak menyebabkan otot leher dan bahu menegang.
Menggunakan aromaterapi untuk relaksasi.
Beristirahat sambil berbaring dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan pikiran.
Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri untuk membantu meredakan sakit kepala. Minumlah obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas di apotek, seperti ibuprofen, paracetamol, aspirin, dan naproxen.
Baca Juga: 5 Penyebab Sakit Kepala Berkepanjangan dan Cara Mengatasinya
Cara Mencegah Sakit Kepala Tipe Ketegangan
Sebenarnya, sakit kepala tipe ketegangan merupakan kondisi umum yang tidak selalu dapat dicegah. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit kepala ini dan mengurangi frekuensinya, seperti:
Mengelola stres. Ada beberapa cara untuk membantu mengurangi stres, seperti lebih banyak bersantai, meditasi, dan melakukan hobi.
Mandi air hangat. Mandi air hangat dapat membantu merilekskan ketegangan pada otot tubuh.
Menjaga postur tubuh. Postur tubuh yang baik dapat membantu menjaga otot agar tidak tegang. Misalnya, saat duduk, pastikan paha sejajar dengan lantai, kepala tidak terkulai ke depan, dan punggung tidak membungkuk.
Beristirahat yang cukup. Salah satu penyebab sakit kepala tegang adalah kurang tidur dan posisi tidur yang tidak nyaman. Karenanya, beristirahatlah yang cukup dengan tidur setidaknya 6-8 jam sehari serta pastikan tidur dalam posisi kepala dan leher nyaman.
Memperbanyak konsumsi air putih. Mengonsumsi air putih sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kondisi ini dapat memicu timbulnya sakit kepala.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sakit kepala tipe ketegangan?

Apa itu sakit kepala tipe ketegangan?
Sakit kepala tipe ketegangan atau tension headache adalah sakit kepala yang ditandai dengan kondisi kepala yang terasa tegang dan berat.
Apa itu sakit kepala tipe ketegangan kronis?

Apa itu sakit kepala tipe ketegangan kronis?
Sakit kepala tipe ketegangan kronis yakni sakit kepala yang berlangsung lebih dari 15 hari per bulan.
Sakit kepala tegang itu seperti apa?

Sakit kepala tegang itu seperti apa?
Sakit kepala tegang ditandai dengan timbulnya rasa nyeri ringan hingga intens pada kepala yang menyerang bagian atas dan tersebar di seluruh bagian kepala.
