Solusio Plasenta: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pasokan nutrisi dan oksigen untuk bayi mulai menurun atau terhambat. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara mengobati solusio plasenta agar tidak membahayakan perkembangan janin. Ingin tahu apa saja langkah-langkah pengobatan solusio plasenta? Simak informasinya pada artikel ini.
Pengertian Solusio Plasenta
Menyadur laman Healthline, solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari dinding rahim yang terjadi sebelum janin lahir. Kondisi ini bisa membahayakan ibu yang mengandung dan janinnya, sebab plasenta berfungsi sebagai media pemberian nutrisi dan oksigen pada janin.
Solusio plasenta menyebabkan perdarahan hebat di kehamilan trimester dua dan tiga atau di atas kehamilan 20 minggu. Seperti yang sudah disebutkan, apabila solusio plasenta dibiarkan terus-menerus, risiko syok hipovolemik, gagal ginjal, dan kelainan pembekuan darah bisa meningkat.
Sementara itu, solusio plasenta juga berpotensi membahayakan kondisi janin karena menyebabkan gangguan pertumbuhan atau perkembangan, hipoksia, anemia, dan kematian si bayi.
Penyebab Solusio Plasenta
Penyebab solusio plasenta belum bisa diketahui dengan pasti, sebab ada banyak faktor yang memicu terjadinya kondisi ini. Menyadur laman American Pregnancy, berikut beberapa faktor yang dipercaya menyebabkan munculnya solusio plasenta pada ibu hamil.
Tekanan darah tinggi selama masa kehamilan, sehingga muncul gangguan kesehatan, seperti preeklampsia dan eklampsia.
Trauma pada bagian perut yang disebabkan karena kecelakaan atau terjatuh.
Pernah menderita solusio plasenta pada kehamilan sebelumnya, sehingga menyebabkan trauma.
Pecah ketuban terlambat yang berlangsung lebih dari 18-24 jam sebelum melahirkan.
Sedang mengandung lebih dari satu bayi atau kembar.
Wanita mengandung yang berusia di atas 40 tahun ketika hamil atau lebih muda daripada 20 tahun.
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
Memiliki penyakit kencing manis atau diabetes, anemia, hingga malnutrisi.
Gejala Solusio Plasenta
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gejala solusio plasenta terjadi pada trimester ketiga masa kehamilan, terutama pada beberapa minggu sebelum waktunya melahirkan. Kendati demikian, kondisi ini tidak menutup kemungkinan terjadi di usia kehamilan yang mencapai 20 minggu.
Lebih lanjut, tingkat keparahan gejala yang dialami tergantung pada seberapa jauh plasenta terlepas dan seberapa banyak darah yang terbuang. Menurut laman Cleveland Clinic, berikut beberapa gejala solusio plasenta yang perlu diketahui.
Munculnya perdarahan di area vagina, terkadang berbentuk seperti flek, tapi ada juga yang muncul seperti perdarahan.
Nyeri pada area perut dan punggung yang datang tiba-tiba dan terus-menerus.
Munculnya gawat janin yang ditandai dengan detak jantung janin tidak normal.
Kontraksi rahim secara terus-menerus dan menyebabkan rasa sakit.
Cairan ketuban yang pecah sedikit demi sedikit.
Pertumbuhan bayi yang lebih lambat dari kondisi pada normalnya.
Rahim atau perut terasa kencang.
Ketika gejala-gejala yang ada di atas semakin sering dirasakan oleh ibu hamil, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter janin. Tujuannya agar dokter bisa mengetahui perkembangan kehamilan dan kondisi kesehatan ibu yang sedang mengandung.
Cara Mengobati Solusio Plasenta
Pengobatan solusio plasenta sendiri harus dilakukan secara tepat untuk mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan untuk ibu dan bayi yang sedang dikandung. Guna mengetahui langkah pengobatan seperti apa yang dapat dilakukan, penting untuk mengetahui gejala solusio plasenta.
Apabila kondisi plasenta sudah termasuk ke dalam kategori parah, tidak ada prosedur medis yang dapat merekatkan kembali plasenta yang sudah terlepas.
Meskipun begitu, ada beberapa perawatan medis yang dapat dilakukan. Menyadur laman MedlinePlus, berikut beberapa cara mengobati solusio plasenta.
Menjalani rawat inap untuk memantau kondisi ibu dan janin secara ketat.
Mengonsumsi obat-obatan guna memperkuat paru-paru bayi yang dapat diberikan sebagai bentuk antisipasi apabila bayi terlahir secara prematur.
Operasi caesar untuk meminimalisasi terjadinya kondisi yang diinginkan.
Rutin melakukan transfusi darah untuk ibu hamil syok atau mengalami kekurangan darah.
Cara Mencegah Solusio Plasenta
Kemungkinan terjadinya solusio plasenta pada ibu hamil sangat besar dan sulit untuk dicegah. Namun, ada beberapa faktor yang dapat diterapkan untuk meminimalisasi kondisi kronis tersebut.
Menyadur laman Mayo Clinic, berikut beberapa langkah pencegahan solusio plasenta.
Tidak menggunakan obat-obatan terlarang, seperti kokain.
Hindari mengonsumsi alkohol dan berhentilah merokok.
Mulai hidup dengan memperhatikan pola makan yang lebih sehat.
Rutin melakukan terapi antikoagulasi heparin selama masa kehamilan setidaknya selama 6 minggu pasca persalinan.
Menghindari aktivitas fisik yang berat ketika masa kehamilan.
Rutin memeriksakan diri ke dokter selama masa kehamilan, terlebih jika ibu yang mengandung berusia di atas 40 tahun.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud solusio plasenta?

Apa yang dimaksud solusio plasenta?
Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari dinding rahim yang terjadi sebelum janin lahir.
Apa yang menyebabkan solusio plasenta?

Apa yang menyebabkan solusio plasenta?
Solusio plasenta bisa disebabkan karena pasokan nutrisi dan oksigen untuk bayi mulai menurun atau terhambat.
Apa tanda-tanda solusio plasenta?

Apa tanda-tanda solusio plasenta?
Ada beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh pengidap solusio plasenta, salah satunya adalah nyeri pada area perut dan punggung.
