Kumparan Logo
Konten Media Partner

Spasminal: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Spasminal. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Spasminal. Foto: Unsplash

Spasminal obat apa? Spasminal adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang disertai dengan kolik (spasme), seperti nyeri haid. Kolik merupakan istilah untuk rasa nyeri akibat kontraksi (mengencangnya) otot polos pada organ-organ saluran cerna dan saluran kemih.

Spasminal termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Spasminal Tablet
Harga
Rp20.000 - Rp30.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi rasa sakit yang disertai dengan kolik (spasme).
Komposisi
Methampyron 500 mg, Papaverine HCl 25 mg, dan esktrak Belladonna 10 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: diminum 1 tablet setiap 6-8 jam, maksimal 4 tablet sehari.
Efek Samping
Pusing, sakit kepala, mual, dan konstipasi.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien dengan hipersensitivitas kandungan obat, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Spasminal

Ilustrasi obat-obatan Spasminal. Foto: Pexels

Spasminal merupakan obat yang digunakan untuk mengobati rasa nyeri yang timbul pada keadaan kolik. Obat ini bersifat anelgesik yang bekerja dengan cara meredakan rasa nyeri ringan hingga berat.

Selain itu, Spasminal juga bekerja sebagai obat spasmolitik. Menurut Robert J. Washabau dalam jurnal Spasmolytic Agent, obat spasmolitik bekerja dengan cara mengurangi kontraksi otot-otot polos di dalam saluran pencernaan.

Kandungan dan Kegunaan Spasminal

Ilustrasi obat Spasminal. Foto: Unsplash

Spasminal memiliki kandungan metampiron 500 mg, ekstrak belladonna 10 mg, dan papaverine HCl 25 mg. Menurut jurnal Metamizole-Associated Adverse Events: A Systematic Review and Meta-Analysis oleh Thomas Kotter (2015), metampiron atau metamizole digunakan untuk mengobati rasa sakit dalam keadaan kolik, seperti:

1. Dismenore

Dismenore adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi. Kondisi ini ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah yang bisa menyebar sampai ke punggung bawah dan paha bagian dalam, serta rasa sakit yang terasa intens.

2. Kolik Abdomen

Kolik abdomen adalah nyeri spasmodik parah pada perut yang sifatnya hilang-timbul. Kondisi ini dapat terjadi akibat kontraksi otot, penyumbatan, atau peradangan pada organ di dalam rongga perut, seperti lambung, usus halus, ginjal, atau saluran kemih.

3. Ketegangan Otot

Spasminal juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri akibat otot tegang. Ketegangan pada otot dapat terjadi karena penggunaan otot secara berlebihan. Kondisi ini juga bisa terjadi saat seseorang mengalami cedera.

Sementara itu, kandungan ekstrak belladonna dan papaverine HCl yang terkandung dalam Spasminal bekerja sebagai obat spasmolitik.

Menurut National Institutes of Health (NIH), spasmolitik bekerja secara langsung merelaksasi otot-otot polos lambung dan usus yang menegang. Efeknya, kejang-kejang otot akan hilang sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan dapat lenyap.

Selain beberapa kondisi di atas, Spasminal dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala, mabuk perjalanan, hingga keadaan patologis seperti infeksi saluran pencernaan.

Anjuran Dosis Spasminal

Ilustrasi konsumsi obat Spasminal. Foto: Unsplash

Sebagai golongan obat keras, obat Spasmimal tidak dijual bebas sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

Dokter umumnya akan memberikan informasi terkait dosis, keamanan, serta interaksi obat ini. Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Spasminal secara umum adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: diminum 1 tablet setiap 6-8 jam sekali, maksimal 4 tablet sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.

Jika ingin mengonsumsi Spasminal, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti:

  • Aritmia, yakni gangguan yang terjadi pada irama jantung. Kondisi ini ditandai dengan irama jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.

  • Agranulositosis, yakni kondisi medis di mana sumsum tulang gagal memproduksi sel darah putih dalam jumlah yang cukup.

Kontraindikasi Spasminal

Sebelum mengonsumsi Spasminal, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.

Spasminal tidak boleh dikonsumsi bagi pasien yang hipersensitif atau memiliki alergi terhadap kandungan obat. Selain itu, jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang menderita tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal.

  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang.

  • Pasien yang mengalami depresi berat.

  • Pasien yang menderita glaukoma atau kerusakan pada saraf mata akibat tingginya tekanan di dalam bola mata.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Perlu diperhatikan, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati nyeri otot pada gejala flu, rematik, lumbago, sakit punggung, bursitis (peradangan pada pelumas dan bantalan di sekitar sendi), serta sindroma bahu lengan.

Baca Juga: 6 Obat Sakit Perut Melilit dari Apotik dan Bahan Alami

Efek Samping Spasminal

Ilustrasi sakit kepala adalah salah satu efek samping Spasminal. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lainnya, Spasminal juga memiliki sejumlah efek samping yang dapat muncul, di antaranya:

  • Mengantuk

  • Pusing, vertigo, atau sakit kepala

  • Konstipasi

  • Mual

  • Sulit buang air kecil

  • Pruritus (rasa gatal pada kulit)

  • Demam

  • Sensasi panas di kulit

Selain itu, Spasminal juga memiliki beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi, seperti gangguan saluran pencernaan, pembengkakan pada wajah, sesak napas, dan ruam kemerahan pada kulit.

Jika mengalami efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter. Efek samping obat ini dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Spasminal?

chevron-down

Spasminal adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang disertai dengan kolik (spasme), seperti nyeri haid.

Spasminal termasuk golongan obat apa?

chevron-down

Spasminal termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan anjuran dokter.

Apa kandungan obat Spasminal?

chevron-down

Spasminal memiliki kandungan metampiron 500 mg, ekstrak belladonna 10 mg, dan papaverine HCl 25 mg.