Strict Parents: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Dampaknya bagi Anak
ยทwaktu baca 4 menit

Strict parents adalah istilah yang merujuk pada orang tua yang memiliki pola asuh yang otoriter dan keras. Pola asuh ini ditandai dengan adanya tuntutan dan aturan yang ketat yang harus diikuti oleh anak.
Dengan adanya tuntutan dan aturan yang tinggi tentunya bisa mempengaruhi tumbuh-kembang anak sebab biasanya orang tua dengan pola asuh ini susah menyesuaikan dengan keinginan anak, apalagi jika keinginan itu bertentangan dengan standar yang telah ditetapkan.
Pola asuh yang dilakukan strict parents biasanya ditandai dengan perilaku yang dingin, tidak responsif, dan tidak mendukung keinginan anak sehingga memberikan dampak tersendiri bagi sang anak.
Apa Itu Strict Parents?
Menurut Christina A. Di Bartolo dan Maureen K. Braun dalam buku Pediatrician's Guide to Discussing Research with Patients, strict parents adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat untuk orang tua dengan pola asuh yang otoriter. Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang kaku yang dicirikan dengan tingginya tuntutan dan permintaan serta rendahnya respons terhadap anak.
Orang dengan pola asuh ini biasanya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anak, tetapi jarang memberikan "feedback" atau timbal balik yang baik. Apabila anak melakukan kesalahan, maka anak akan dihukum dengan keras.
Pola asuh otoriter merupakan kebalikan dari pola asuh permisif yang mana pola asuh ini sangat mengikuti keinginan yang diminta oleh sang anak. Di antara dua jenis pola asuh ini, terdapat pola asuh otoritatif yang merupakan kombinasi dari pola asuh yang memberikan kebebasan terhadap anak, tetapi ada batasan yang tegas.
Ciri-Ciri Strict Parents
Strict parents memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan orang tua yang menerapkan pola asuh yang berbeda. Pendekatan parenting ala strict parents cenderung otoriter, berfokus pada kepatuhan dan bersifat mengendalikan. Berikut adalah ciri-ciri dari strict parents dengan pola asuh otoriter.
1. Banyak Tuntutan dan Tidak Responsif
Ciri utama dari strict parents adalah sering menuntut sesuatu hal kepada anak, seperti memberikan aturan yang ketat kepada anak. Aturan yang diberikan adalah aturan yang mengatur cara belajar, hobi, minat, pertemanan, gaya hidup, perilaku, dan lain-lain.
Meskipun aturan ini tidak tertulis, anak-anak diharap bisa mengikuti aturan tersebut. Strict parents juga tidak memberikan timbal balik apabila anak menuruti aturannya.
2. Kurang Bisa Menunjukkan Kasih Sayangnya
Strict parents cenderung sulit menunjukkan kasih sayangnya secara langsung karena hal ini bisa membuat anak tidak akan takut dan patuh. Strict parents cenderung mengomel dan meneriaki anak-anak daripada memotivasi dan memberikan pujian karena bagi strict parents, disiplin adalah hal yang penting.
3. Tidak Memberikan Kebebasan kepada Anak
Strict parents biasanya tidak memberikan banyak pilihan kepada anak. Dalam kondisi seperti ini, anak memiliki kesempatan untuk negosiasi, tetapi strict parents akan tetap membuat anaknya memilih pilihan yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Sulit Menyesuaikan dengan Keinginan Anak
Strict parents cenderung tidak membolehkan anak-anak mengeluarkan ide dan pendapatnya. Hal ini terjadi karena orang tua dengan pola asuh yang kaku cenderung mementingkan disiplin dan kepatuhan sehingga sulit untuk menyesuaikan dengan keinginan anak, apalagi jika keinginan tersebut bertentangan dengan prinsip yang dipegang.
5. Sulit Percaya kepada Anak
Orang tua dengan pola asuh yang kaku biasanya sulit mempercayai anak-anaknya dalam menentukan pilihan yang baik. Orang tau dengan gaya ini tidak memberikan kebebasan kepada anak.
Alih-alih mendengarkan keinginan anak dan memberi tahu konsekuensi yang akan terjadi, orang tua otoriter cenderung langsung memberikan pilihan dan memastikan anak-anaknya tidak memilih keputusan yang salah.
Dampak Strict Parents kepada Anak
Pola asuh yang dilakukan oleh strict parents tentunya memberikan dampak yang berbeda dengan orang tua yang menerapkan pola asuh yang lain. Menurut Tracer Trautner dalam artikel ilmiah yang berjudul Authoritarian Parenting Style, sebagian besar pola asuh strict parents akan memberikan efek negatif.
Beberapa penelitian yang dilakukan juga telah membuktikan bahwa pola asuh ini akan memberikan efek yang berkaitan dengan keterampilan sosial, seperti:
Memiliki rasa takut dan malu ketika berada di sekitar orang
Mudah menyesuaikan diri, tetapi disertai dengan depresi dan gangguan kecemasan
Memiliki perilaku yang cenderung agresif kepada orang lain
Kurang aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial
Mengalami kesulitan dalam menghadapi situasi sosial tertentu
Kurang percaya diri
Memiliki banyak gejala perilaku hiperaktif dan gangguan kepribadian
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pola asuh otoriter?

Apa itu pola asuh otoriter?
Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang kaku yang dicirikan dengan tingginya tuntutan dan permintaan serta rendahnya respons terhadap anak.
Apa yang dimaksud dengan pola asuh otoritatif?

Apa yang dimaksud dengan pola asuh otoritatif?
Pola asuh otoritatif adalah pola asuh yang memberikan kebebasan terhadap anak, tetapi ada batasan yang tegas.
Apa ciri utama dari strict parents?

Apa ciri utama dari strict parents?
Ciri utama dari strict parents adalah sering menuntut sesuatu hal kepada anak, seperti memberikan aturan yang ketat kepada anak.
