Trianta: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 8 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Trianta obat apa? Trianta adalah obat untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan, seperti asam lambung, maag, gastritis, dan tukak lambung. Obat ini juga mampu mengurangi ketidaknyamanan akibat adanya kelebihan gas pada saluran pencernaan.
Trianta termasuk ke dalam golongan obat bebas sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Di bagian indikasi disebutkan bahwa Trianta dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Trianta Tablet | |
|---|---|
Harga | Rp3.000 - Rp6.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati gangguan pada saluran pencernaan, seperti asam lambung, maag, dan gastritis (radang lambung). |
Komposisi | Aluminium Hidroksida gel kering 300 mg, Magnesium Hidroksida 300 mg, dan Simetikon 60 mg. |
Dosis dan Aturan Pakai | Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis ½ tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam.
Dewasa: dosis 1-2 tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam. |
Efek Samping | Mual, muntah, diare, sakit perut, dan kram perut. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, karena dapat menimbulkan hipermagnesia (kadar magnesium dalam darah meningkat). |
Golongan Obat | Obat Bebas |
Pengertian Trianta
Trianta merupakan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai gangguan saluran pencernaan. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antasida dan antiflatulen.
Menurut National Health Service (NHS), antasida merupakan obat untuk menetralkan asam lambung sehingga mampu mengatasi gangguan saluran pencernaan dan gejala-gejalanya, seperti sakit perut.
Getah asam lambung bersifat asam, dengan tingkat keasaman atau pH mendekati angka 1. Obat ini bekerja dengan cara menetralisasi asam lambung tersebut sehingga menyebabkan kenaikan pH lambung.
Sementara itu, antiflatulen adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa kembung pada perut. Flatulen sendiri merupakan istilah yang merujuk pada penumpukan gas di dalam lambung dan usus.
Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh International Journal of Pharmaceutical Sciences and Drug Research, obat antiflatulen bekerja dengan cara mengurangi busa dari cairan lambung, sehingga mampu mengurangi rasa kembung dan penumpukan gas di perut.
Trianta tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan suspensi. Obat ini dapat dikonsumsi ketika gejala muncul atau terasa akan muncul. Selain itu, obat ini juga bisa dikonsumsi sebelum atau setelah makan.
Kandungan dan Kegunaan Trianta
Trianta memiliki kandungan aluminium hidroksida gel kering 300 mg, magnesium hidroksida 300 mg, dan simetikon 60 mg. Menurut Medecins Sans Frontieres Medical Guidelines, aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida bekerja dengan cara menetralkan asam klorida dan melindungi dinding lambung dari iritasi.
Sementara itu, simetikon merupakan bahan kimia yang bekerja dengan cara menguraikan gelembung gas di dalam perut dan membuangnya dari tubuh. Kandungan obat ini mampu mengatasi sendawa, perut kembung, atau ketidaknyamanan di perut akibat penumpukan gas.
Berdasarkan artikel ilmiah berjudul Antacid: An Overview oleh Ekta Mishra, dkk., Trianta sebagai obat antasida dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi akibat kelebihan asam lambung, seperti:
Gastritis, yaitu peradangan pada lapisan dinding lambung yang ditandai dengan nyeri di bagian ulu hati.
Tukak lambung, yaitu peradangan pada lambung akibat luka yang ditandai dengan nyeri ulu hati, perut kembung, dan mual.
Refluks asam, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus. Kondisi ini ditandai dengan batuk kering terus-menerus, nyeri saat berbaring, dan kesulitan menelan makanan.
Mulas, yang ditandai dengan sensasi terbakar di bagian dada atau tenggorokan yang disebabkan oleh refluks asam.
Gangguan pencernaan, yang ditandai dengan rasa sakit di perut bagian atas seperti perut kembung.
Nyeri ulu hati, yang ditandai dengan rasa tidak nyaman yang muncul di area tengah sekitar dada bagian perut atas.
Trianta dapat digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain jika diperlukan. Meski begitu, Trianta sebaiknya tidak dikonsumsi bersama obat lainnya karena dapat mengurangi efek obat tersebut.
Anjuran Dosis Trianta
Trianta merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan suspensi. Perbedaan sediaan tersebut diformulasikan untuk memudahkan penderita yang sulit menelan atau ingin menutupi rasa yang tidak enak pada obat.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Trianta secara umum sesuai dengan bentuk sediaan obatnya adalah sebagai berikut.
Dosis Trianta Tablet Kunyah
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis ½ tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam.
Dewasa: dosis 1-2 tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam.
Dosis Trianta Suspensi
Anak-anak usia 6-12 tahun: ½ sampai 1 sendok teh ukuran 5 ml, diminum 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam.
Dewasa: 1-2 sendok teh ukuran 5 ml, diminum 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi saat gejala muncul, sebelum makan, atau menjelang tidur malam.
Cara Mengonsumsi Trianta dengan Benar
Meskipun Trianta termasuk golongan obat bebas, penggunaanya harus sesuai dengan petunjuk pada kemasan obat. Adapun cara mengonsumsi Trianta dengan benar, yaitu:
Sebelum mengonsumsi Trianta, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.
Konsumsi Trianta harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Trianta dapat dikonsumsi sebelum makan atau saat gejala muncul untuk membantu penyerapan obat secara maksimal.
Untuk Trianta tablet, konsumsi obat ini dengan cara dikunyah. Jangan mencampurkan obat dengan makanan atau minuman.
Untuk Trianta suspensi, kocok terlebih dahulu botol obat sebelum digunakan. Gunakan sendok takar yang sesuai agar obat yang dikonsumsi tidak melebihi dosis. Jangan mencampurkan obat dengan makanan atau minuman tertentu.
Konsumsi Trianta secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda lupa mengonsumsi Trianta pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan Trianta di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Trianta dengan Obat Lain
Kandungan aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon dalam Trianta dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. dikutip dari Drug Bank, Adapun beberapa interaksi Trianta dengan obat lain, yaitu:
Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida dalam Trianta dapat berinteraksi obat-obatan antibiotik golongan tetracycline, seperti doxycycline. Kombinasi obat-obatan ini mengurangi penyerapan antibiotik tersebut.
Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida dalam Trianta dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat jantung. Kombinasi obat-obatan ini dapat menyebabkan peningkatkan kadar magnesium dalam darah.
Kandungan simetikon dalam Trianta dapat berinteraksi dengan obat-obatan tiroid, seperti levothyroxine. Kombinasi obat ini dapat mengganggu penyerapan obat tiroid dalam tubuh.
Penggunaan Trianta bersamaan dengan obat-obatan sejenis, seperti omeprazole atau ranitidine, dapat meningkatkan risiko efek samping.
Perlu diketahui, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Trianta. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Trianta dengan obat-obatan lain.
Cara Penyimpanan Trianta
Simpan Trianta pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.
Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Trianta sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Trianta
Trianta termasuk ke dalam golongan obat bebas. Namun, obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat dan gangguan fungsi ginjal yang berat.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita penyakit jantung, diabetes, radang usus, gangguan fungsi hati, dan hipertensi.
Peringatan Kehamilan
Trianta merupakan obat yang termasuk dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Trianta saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Peringatan Menyusui
Trianta dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Efek Samping Trianta
Trianta umumnya memiliki efek samping ringan. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:
Diare atau sembelit
Konstipasi
Mual atau muntah
Kram perut
Lelah yang tidak biasa
Nafsu makan hilang
Selain efek samping di atas, Trianta berkemungkinan menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam merah pada kulit, pembengkakan bibir atau kelopak mata, kesulitan bernapas, dan gatal-gatal.
Jika merasakan efek samping yang tidak kunjung membaik dan reaksi alergi, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Baca Juga: 6 Obat Sakit Perut Melilit dari Apotik dan Bahan Alami
Penyakit Terkait dengan Trianta
Trianta biasa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan Trianta.
1. Gastritis
Gartritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang dapat menyebabkan rasa nyeri, terutama setelah makan. Trianta dapat membantu mengurangi rasa nyeri tersebut dengan mengurangi produksi asam lambung.
2. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada dinding lambung akibat kerusakan pada lapisan dinding tersebut. Penggunaan Trianta dapat membantu mengurangi produksi asam lambung yang menyebabkan dinding lambung tersebut rusak.
3. Tukak Duodenum
Tukak duodenum adalah luka yang terbentuk di bagian atas usus halus yang disebut duodenum. Penggunaan Trianta dapat membantu mengatasi tukak duodenum dan mengurangi gejalanya, seperti sakit perut dan mulas.
4. GERD
GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, sehingga menyebabkan mulas dan sensasi terbakar di dada. Trianta dapat digunakan untuk meredakan gejala GERD dengan mengurangi produksi asam lambung.
5. Perut Kembung
Perut kembung adalah kondisi ketika gas terperangkap di dalam usus, sehingga menyebabkan perut terasa kembung dan tidak nyaman. Trianta dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ini dengan cara menurunkan tegangan pada gelembung gas sehingga lebih mudah dikeluarkan dari saluran pencernaan.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan Trianta?

Apa kegunaan Trianta?
Trianta digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan, seperti asam lambung, maag, gastritis (radang lambung), dan tukak lambung.
Trianta termasuk golongan obat apa?

Trianta termasuk golongan obat apa?
Trianta termasuk ke dalam golongan obat bebas sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.
Siapa saja yang bisa mengonsumsi Trianta?

Siapa saja yang bisa mengonsumsi Trianta?
Trianta dapat dikonsumsi oleh anak-anak usia 6-12 tahun dan orang dewasa dengan dosis sesuai.
