Konten dari Pengguna

Lirik Ilahilastulil Firdaus (Syair Abu Nawas) dan Terjemahannya

Katalog Musik

Katalog Musik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu, chord, dan segudang artikel dari dunia musik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katalog Musik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lafadz Allah SWT. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lafadz Allah SWT. Foto: Unsplash

Berikut lirik Ilahilastulil Firdaus, lengkap dengan tulisan latin dan terjemahannya.

Ilahilastulil Firdaus merupakan syair dari Abu Nawas yang memiliki nama asli Abu Ali Hasan bin Hani' al-Hakami, seorang pujangga dan penyair yang terkenal pada zaman Bani Abbasiyah.

Syair buatannya tersebut saat ini terkenal sebagai Syair Al I'tiraf yang dilantunkan menjadi sebuah lagu oleh berbagai musisi religi.

Untuk mengetahui lirik lagu syair Ilahilastulil Firdaus, simak selengkapnya di bawah ini.

Lirik Ilahilastulil Firdaus (Syair Abu Nawas) dan Terjemahannya

Ilustrasi Alquran dan tasbih. Foto: Unsplash

Ilahi lastu lil firdausi ahlaa

Wa’ala Aqwa 'alannaril jahiimi

Fahabli taubatan waghfir dzunubi

Fainnaka ghafirudzdzambil 'adziimi

Ku tak pantas berada dalam surga-Mu

Namun tak kuasa bila ku masuk ke neraka-Mu

Aku datang mengharap belas kasih dari-Mu

Kepada siapa aku meminta selain pada-Mu

Dzunuubii mitslu a'daadir rimaali

Fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali

Engkau pengasih Maha Pengampun Dosa-dosa

Beriku taubat atas segala kesalahanku

Ilahi lastu lil firdausi ahlaa

Wa’ala Aqwa 'alannaril jahiimi

Fahabli taubatan waghfir dzunubi

Fainnaka ghafirudzdzambil 'adziim

Terjemahannya:

Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka jahim.

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa yang besar.

Dosaku bagaikan bilangan pasi, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

Umurku setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

Wahai, Tuhanku! Hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada-Mu.

Maka jika Engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni.

Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

(SFR)