Konten dari Pengguna

Lirik Lagu Caping Gunung - Waldjinah, Ungkapan Kritik Masyarakat Perdesaan

Katalog Musik

Katalog Musik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu, chord, dan segudang artikel dari dunia musik.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katalog Musik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waldjinah dalam pagelaran busana Anne Avantie (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Waldjinah dalam pagelaran busana Anne Avantie (Foto: Garin Gustavian/kumparan)

Lagu “Caping Gunung” merupakan salah satu tembang keroncong populer yang diciptakan oleh sang maestro legendaris, Gesang. Lagu ini telah dipopulerkan oleh banyak penyanyi salah satunya adalah Waldjinah.

Waldjinah adalah salah satu penyanyi keroncong wanita asal Solo, Jawa Tengah yang telah menyanyikan lagu keroncong yang tak terhitung jumlahnya. Oleh sebab itu, ia mendapatkan julukan sebagai “Ratu Keroncong".

Konon kabarnya, penciptaan lagu ini sebagai bentuk kritikan sekaligus kegelisahan Gesang yang mewakili masyarakat pedesaan pada saat lagu ini diciptakan. Lagu ini memiliki makna tersirat yang menggambarkan warga desa yang ikut berjuang dalam kemerdekaan, tapi kini terlupakan begitu saja.

Meskipun telah dirilis pada tahun 1997, lagu ini masih kerap dinyanyikan dan didengarkan pada pertunjukan musik keroncong baik tingkat daerah maupun nasional. Berikut lirik lagu “Caping Gunung” yang dinyanyikan Waldjinah.

Menteri Susi Pudjiastuti pada Anne Avantie (Foto: Garin Gustavian/kumparan)

Lirik Lagu Caping Gunung -Waldjinah

Dhek jaman berjuang

Njuk kelingan anak lanang

Biyen tak openi

Ning saiki ana ngendi

Jarene wis menang

Keturutan sing digadang

Biyen ninggal janji

Ning saiki apa lali

Ning gunung

Tak jadongi sega jagung

Yen mendung

Tak silihi caping gunung

Sukur bisa nyawang

Gunung desa dadi reja

Dene ora ilang

Gone padha lara lapa

(VIO)