Konten dari Pengguna

Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh dan Maknanya

Katalog Musik

Katalog Musik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu, chord, dan segudang artikel dari dunia musik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katalog Musik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh, Foto: Unsplash/master1305.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh, Foto: Unsplash/master1305.

Doel Sumbang adalah seorang musisi dari Bandung dengan nama asli Wachyoe Affandi. Ia mengawali kariernya melalui seni teater dan mendapatkan julukan ‘Doel’ dan nama ‘Sumbang’ karena lirik lagunya yang sering nyeleneh. Misalnya lirik lagu Doel Sumbang Teteh.

Pada tahun 2007, Doel Sumbang merilis lagunya yang berjudul ‘Teteh’. Panggilan teteh atau teh ini merujuk pada perempuan yang usianya lebih tua atau kakak perempuan.

Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh

Ilustrasi Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh, Foto: Unsplash/stdemi.

Teteh adalah salah satu lagu legendaris yang pernah diciptakan oleh Doel Sumbang. Lagu ini menjadi salah satu lagu klasik yang dicintai para penggemar dan penikmat musik hingga saat ini.

Lagu Teteh diciptakan oleh Doel Sumbang yang berasal dari Bandung, sehingga bahasanya juga bahasa daerah, yaitu Sunda. Dikutip dari laman lyrics.lyricfind.com, berikut adalah lirik lagu Doel Sumbang Teteh:

Lamun lain teteh awewena

Kelaanan kudu kawin harita

Lamun lain teteh awewena

Terus terang can hayang jadi bapa

Boro-boro rumah tangga

Pan geus puguh gawe oge teu boga

Ngan kusabab teteh awewena

Modal cinta kumaha engke we lah jadina

Syukur geuning hirup aya jalanna

Najan teu leuwih dahar mah teu kurang

Syukur geuning hirup aya jalanna

Najan teu lewih baju mah teu kurang

Sanajan teu bru di juru

Sanajan teu bro di panto

Ngalayah di tengah imah

Pinuh kabungah taya kasusah

Lamun lain teteh awewena

Kelaanan kudu kawin harita

Lamun lain teteh awewena

Terus terang can hayang jadi bapak

Boro-boro rumah tangga

Pan geus puguh gawe oge teu boga

Ngan kusabab teteh awewena

Modal cinta kumaha engke we lah jadina

Syukur geuning hirup aya jalanna

Najan teu leuwih dahar mah teu kurang

Syukur geuning hirup aya jalanna

Najan teu leuwih baju mah teu kurang

Sanajan teu bru di juru

Sanajan teu bro di panto

Ngalayah di tengah imah

Pinuh kabungah taya kasusah

Makna Lagu Doel Sumbang Teteh

Ilustrasi Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh, Foto: Unsplash/ra2studio.

Dikutip dari buku Apa Siapa Orang Sunda karya Ajip Rosidi (2003: 119), pertama kali muncul pada pertengahan 1980-an, Doel Sumbang menyentak blantika musik pop Indonesia.

Salah satu lagunya adalah Teteh. Lagu dengan lirik di atas mengisahkan perjalanan hidup seorang pria yang merasa hidupnya penuh keberkahan meski dihadapkan dengan keterbatasan materi.

Dalam lagu tersebut, sang pria mengungkapkan bahwa jika bukan karena "teteh" (seorang perempuan yang ia cintai), ia mungkin belum siap untuk menikah, apalagi menjadi seorang ayah.

Rasa cinta kepada perempuan ini menjadi pendorong utama baginya untuk berani memutuskan berumah tangga, meskipun dia merasa belum sepenuhnya siap dari segi materi atau pekerjaan. Salah satu inti dari lagu ini adalah penerimaan dan rasa syukur atas keadaan yang ada.

Meskipun sang pria mengakui bahwa dia belum memiliki pekerjaan tetap, cintanya pada perempuan tersebut membuatnya berani menghadapi hidup dengan modal cinta, dan bagaimana hasilnya nanti akan diterima dengan lapang dada.

Ungkapan "modal cinta kumaha engke we lah jadina" menunjukkan filosofi hidup yang sederhana, bahwa cinta bisa menjadi fondasi untuk menjalani kehidupan meski tanpa kepastian materi. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan pentingnya bersyukur dan menerima keadaan apa adanya.

Baca Juga: Lirik Lagu Tarpaima Batak dari Osen Hutasoit dan Maknanya

Itulah lirik lagu Doel Sumbang Teteh yang bisa dipelajari sebelum menyanyikannya. Lagu ini kembali viral sebagai backsound konten-konten di media sosial. (Umi)