Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh dan Maknanya

Menyajikan rekomendasi lirik lagu, chord, dan segudang artikel dari dunia musik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Katalog Musik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doel Sumbang adalah seorang musisi dari Bandung dengan nama asli Wachyoe Affandi. Ia mengawali kariernya melalui seni teater dan mendapatkan julukan ‘Doel’ dan nama ‘Sumbang’ karena lirik lagunya yang sering nyeleneh. Misalnya lirik lagu Doel Sumbang Teteh.
Pada tahun 2007, Doel Sumbang merilis lagunya yang berjudul ‘Teteh’. Panggilan teteh atau teh ini merujuk pada perempuan yang usianya lebih tua atau kakak perempuan.
Lirik Lagu Doel Sumbang Teteh
Teteh adalah salah satu lagu legendaris yang pernah diciptakan oleh Doel Sumbang. Lagu ini menjadi salah satu lagu klasik yang dicintai para penggemar dan penikmat musik hingga saat ini.
Lagu Teteh diciptakan oleh Doel Sumbang yang berasal dari Bandung, sehingga bahasanya juga bahasa daerah, yaitu Sunda. Dikutip dari laman lyrics.lyricfind.com, berikut adalah lirik lagu Doel Sumbang Teteh:
Lamun lain teteh awewena
Kelaanan kudu kawin harita
Lamun lain teteh awewena
Terus terang can hayang jadi bapa
Boro-boro rumah tangga
Pan geus puguh gawe oge teu boga
Ngan kusabab teteh awewena
Modal cinta kumaha engke we lah jadina
Syukur geuning hirup aya jalanna
Najan teu leuwih dahar mah teu kurang
Syukur geuning hirup aya jalanna
Najan teu lewih baju mah teu kurang
Sanajan teu bru di juru
Sanajan teu bro di panto
Ngalayah di tengah imah
Pinuh kabungah taya kasusah
Lamun lain teteh awewena
Kelaanan kudu kawin harita
Lamun lain teteh awewena
Terus terang can hayang jadi bapak
Boro-boro rumah tangga
Pan geus puguh gawe oge teu boga
Ngan kusabab teteh awewena
Modal cinta kumaha engke we lah jadina
Syukur geuning hirup aya jalanna
Najan teu leuwih dahar mah teu kurang
Syukur geuning hirup aya jalanna
Najan teu leuwih baju mah teu kurang
Sanajan teu bru di juru
Sanajan teu bro di panto
Ngalayah di tengah imah
Pinuh kabungah taya kasusah
Makna Lagu Doel Sumbang Teteh
Dikutip dari buku Apa Siapa Orang Sunda karya Ajip Rosidi (2003: 119), pertama kali muncul pada pertengahan 1980-an, Doel Sumbang menyentak blantika musik pop Indonesia.
Salah satu lagunya adalah Teteh. Lagu dengan lirik di atas mengisahkan perjalanan hidup seorang pria yang merasa hidupnya penuh keberkahan meski dihadapkan dengan keterbatasan materi.
Dalam lagu tersebut, sang pria mengungkapkan bahwa jika bukan karena "teteh" (seorang perempuan yang ia cintai), ia mungkin belum siap untuk menikah, apalagi menjadi seorang ayah.
Rasa cinta kepada perempuan ini menjadi pendorong utama baginya untuk berani memutuskan berumah tangga, meskipun dia merasa belum sepenuhnya siap dari segi materi atau pekerjaan. Salah satu inti dari lagu ini adalah penerimaan dan rasa syukur atas keadaan yang ada.
Meskipun sang pria mengakui bahwa dia belum memiliki pekerjaan tetap, cintanya pada perempuan tersebut membuatnya berani menghadapi hidup dengan modal cinta, dan bagaimana hasilnya nanti akan diterima dengan lapang dada.
Ungkapan "modal cinta kumaha engke we lah jadina" menunjukkan filosofi hidup yang sederhana, bahwa cinta bisa menjadi fondasi untuk menjalani kehidupan meski tanpa kepastian materi. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan pentingnya bersyukur dan menerima keadaan apa adanya.
Baca Juga: Lirik Lagu Tarpaima Batak dari Osen Hutasoit dan Maknanya
Itulah lirik lagu Doel Sumbang Teteh yang bisa dipelajari sebelum menyanyikannya. Lagu ini kembali viral sebagai backsound konten-konten di media sosial. (Umi)
