Konten dari Pengguna

Lirik Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan dan Maknanya

Katalog Musik

Katalog Musik

Menyajikan rekomendasi lirik lagu, chord, dan segudang artikel dari dunia musik.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katalog Musik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lirik lagu syech bin abdul qodir assegaf padang bulan. Sumber: luca/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lirik lagu syech bin abdul qodir assegaf padang bulan. Sumber: luca/unsplash

Padang Bulan adalah sebuah lagu yang populer di masyarakat Islam Jawa. Syech bin Abdul Qodir Assegaf bahkan turut kembali menyanyikannya. Oleh karena itu, pendengar perlu mengetahui bagaimana lirik lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan.

Padang Bulan versi Syech bin Abdul Qodir Assegaf memang sedikit ada perbedaan. Lagu ini digunakan untuk mengisi acara selawat sehingga ada penambahan kalimat berbahasa Arab dalam lagu Padang Bulan ini.

Lirik Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan

Ilustrasi lirik lagu syech bin abdul qodir assegaf padang bulan. Sumber: lorenzo spoleti/unsplash

Lagu Padang Bulan diciptakan oleh Sunan Giri (1442-1506), salah satu Wali Sanga sebagai media dakwah. Padang Bulan diciptakan dan dibuat sekreatif serta seadaptif mungkin dengan menyesuaikan kondisi tempat serta kebudayaan masyarakat di daerah Jawa kala itu.

Pada masa sekarang ini, lagu Padang Bulan pun juga ada yang membuat penyesuaian seperti yang dilantunkan oleh Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Berikut adalah lirik lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan yang bersumber dari situs Musixmatch.

Padang Bulan

Padang bulan, padange koyo rino

Rembulane sing awe-awe

Padang bulan, padange koyo rino

Rembulane sing awe-awe

Awe-awe

Ngelengake, ojo turu sore

Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore

Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

Lamun wong tuwo keliru mimpinne

Alamat bakal alamat bakal getun mburine

Lamun wong lamun wong tuwo tuwo keliru mimpinne

Alamat bakal alamat bakal getun mburine

Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran

Anak putune, rame-rame rebutan warisan

Anak putune rame-rame rebutan warisan

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

Jaman kepungkur ono jaman jaman puntutan

Esok esok rame-rame luru ramalan

Jaman kepungkur ono jaman jaman puntutan

Esuk-esuk, rame-rame luru ramalan

Gambar kucing, dikira gambar macan

Bengi diputer bengi diputer, metu wong edan

Bengi di puter bengi diputer, metu wong edan

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

Kurang puas - kurang puas, luru ramalan

Wong ora waras - wong ora waras, dadi takonan

Kurang puas - kurang puas, luru ramalan

Wong ora waras - wong ora waras, dadi takonan

Kang ditakoni, ngguyu cekaka'an

Jebul kang takon jebul kang takon, wis ketularan

Jebul kang takon jebul kang takon, wis ketularan

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ

عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ

Makna Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan

Ilustrasi lirik lagu syech bin abdul qodir assegaf padang bulan. Sumber: bruno cervera/unsplash

Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan memiliki makna untuk mengajak anak-anak untuk mensyukuri salah satu keindahan alam cahaya bulan yang telah diciptakan oleh Tuhan.

Pada era modernisasi dan globalisasi sekarang ini, banyak perilaku manusia yang menyimpang terhadap peraturan agama, khususnya agama Islam.

Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan mengajak kaum muslim supaya mengaji dan menuntut ilmu walaupun sampai malam. Lagu ini juga berpesan agar umat muslim tidak kebanyakan tidur.

Mengutip buku Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya: Biografi dan Pemikirannya, Sunanto (2019) tertuang pada bait pertama lagu Padang Bulan "Padang bulan, padange koyo rino. Rembulane sing awe-awe. Padang bulan, padange koyo rino. Rembulane sing awe-awe. Ngelengake, ojo turu sore. Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore" berpesan agar tidak kebanyakan tidur.

Karena di waktu malam hari merupakan waktu yang penuh rahmat dari Allah Swt. Nabi Muhammad Saw juga pernah berkata, supaya memperbanyak mengingat Allah dan beribadah di waktu malam dan mengurangi waktu untuk tidur.

Baca Juga: Lirik Lagu Lyodra Ginting Tak Dianggap dan Maknanya

Demikian informasi lirik lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan dan maknanya. Ternyata lagu ini memiliki makna yang cukup mendalam untuk umat muslim. (ARD)