Lirik Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan dan Maknanya

Menyajikan rekomendasi lirik lagu, chord, dan segudang artikel dari dunia musik.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Katalog Musik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Padang Bulan adalah sebuah lagu yang populer di masyarakat Islam Jawa. Syech bin Abdul Qodir Assegaf bahkan turut kembali menyanyikannya. Oleh karena itu, pendengar perlu mengetahui bagaimana lirik lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan.
Padang Bulan versi Syech bin Abdul Qodir Assegaf memang sedikit ada perbedaan. Lagu ini digunakan untuk mengisi acara selawat sehingga ada penambahan kalimat berbahasa Arab dalam lagu Padang Bulan ini.
Lirik Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan
Lagu Padang Bulan diciptakan oleh Sunan Giri (1442-1506), salah satu Wali Sanga sebagai media dakwah. Padang Bulan diciptakan dan dibuat sekreatif serta seadaptif mungkin dengan menyesuaikan kondisi tempat serta kebudayaan masyarakat di daerah Jawa kala itu.
Pada masa sekarang ini, lagu Padang Bulan pun juga ada yang membuat penyesuaian seperti yang dilantunkan oleh Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Berikut adalah lirik lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan yang bersumber dari situs Musixmatch.
Padang Bulan
Padang bulan, padange koyo rino
Rembulane sing awe-awe
Padang bulan, padange koyo rino
Rembulane sing awe-awe
Awe-awe
Ngelengake, ojo turu sore
Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore
Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
Lamun wong tuwo keliru mimpinne
Alamat bakal alamat bakal getun mburine
Lamun wong lamun wong tuwo tuwo keliru mimpinne
Alamat bakal alamat bakal getun mburine
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
Anak putune, rame-rame rebutan warisan
Anak putune rame-rame rebutan warisan
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
Jaman kepungkur ono jaman jaman puntutan
Esok esok rame-rame luru ramalan
Jaman kepungkur ono jaman jaman puntutan
Esuk-esuk, rame-rame luru ramalan
Gambar kucing, dikira gambar macan
Bengi diputer bengi diputer, metu wong edan
Bengi di puter bengi diputer, metu wong edan
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
Kurang puas - kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras - wong ora waras, dadi takonan
Kurang puas - kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras - wong ora waras, dadi takonan
Kang ditakoni, ngguyu cekaka'an
Jebul kang takon jebul kang takon, wis ketularan
Jebul kang takon jebul kang takon, wis ketularan
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا ومَولانا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ
Makna Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan
Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan memiliki makna untuk mengajak anak-anak untuk mensyukuri salah satu keindahan alam cahaya bulan yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Pada era modernisasi dan globalisasi sekarang ini, banyak perilaku manusia yang menyimpang terhadap peraturan agama, khususnya agama Islam.
Lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan mengajak kaum muslim supaya mengaji dan menuntut ilmu walaupun sampai malam. Lagu ini juga berpesan agar umat muslim tidak kebanyakan tidur.
Mengutip buku Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya: Biografi dan Pemikirannya, Sunanto (2019) tertuang pada bait pertama lagu Padang Bulan "Padang bulan, padange koyo rino. Rembulane sing awe-awe. Padang bulan, padange koyo rino. Rembulane sing awe-awe. Ngelengake, ojo turu sore. Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore" berpesan agar tidak kebanyakan tidur.
Karena di waktu malam hari merupakan waktu yang penuh rahmat dari Allah Swt. Nabi Muhammad Saw juga pernah berkata, supaya memperbanyak mengingat Allah dan beribadah di waktu malam dan mengurangi waktu untuk tidur.
Baca Juga: Lirik Lagu Lyodra Ginting Tak Dianggap dan Maknanya
Demikian informasi lirik lagu Syech bin Abdul Qodir Assegaf Padang Bulan dan maknanya. Ternyata lagu ini memiliki makna yang cukup mendalam untuk umat muslim. (ARD)
