Konten dari Pengguna

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard

Katondio Bayumitra Wedya

Katondio Bayumitra Wedya

Moslem. Author of Arsenal: Sebuah Panggung Kehidupan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katondio Bayumitra Wedya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard
zoom-in-whitePerbesar

Sirkuit Paul Ricard (Foto: REUTERS/Jean-Paul Pelissier)

Formula 1 (F1) akhirnya kembali ke negeri kelahiran Napoleon Bonaparte setelah 9 tahun absen dari kalender balapan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa terakhir kali F1 menyelenggarakan balapan di Prancis adalah tahun 2008 di Sirkuit Magny-Cours (Circuit de Nevers Magny-Cours) yang terletak di dekat kota Magny-Cours dan Nevers, dan berjarak sekitar 250 km dari Paris. Pemenang lomba pada kala itu adalah Felipe Massa (Ferrari), yang disusul Kimi Raikkonen (Ferrari) di posisi kedua, dan Jarno Trulli (Toyota) di posisi ketiga.

Untuk balapan di Prancis tahun 2018, F1 memilih Sirkuit Paul Ricard sebagai tempat para pebalap saling beradu cepat di lintasan aspal. Terakhir kali sirkuit yang terletak di Le Castellet, dekat Marseille ini menyelenggarakan balapan F1 adalah pada tahun 1990, di mana pebalap tuan rumah, Alain Prost (Ferrari) menjadi juara pertama.

Pertanyaannya adalah sanggupkah para pebalap Prancis yang berkompetisi di F1 pada musim balap tahun 2018 ini sanggup mengulangi sukses Alain Prost?

Nampaknya, butuh lebih dari sekadar keajaiban untuk mewujudkan hal tersebut. Kita tahu bahwa tahun ini tidak ada satu pun pebalap Prancis yang menjadi pebalap tim besar F1, dan performa mereka pun dapat dibilang naik-turun sepanjang 7 kali balapan musim ini.

Pierre Gasly (Scuderia Toro Rosso-Honda) adalah pebalap Prancis dengan rekor terbaik sejauh ini, yaitu mengumpulkan 18 poin dari 7 kali balapan, di mana prestasi terbaiknya adalah finish ke-4 di GP Bahrain. Esteban Ocon (Force India-Mercedes) mengumpulkan 11 poin dengan hasil balap terbaiknya sejauh ini adalah finish ke-6 di GP Monako. Romain Grosjean (Haas-Ferrari) adalah yang paling menyedihkan karena poinnya tahun ini masih nol, ditambah lagi kejadian konyol di GP Baku dan GP Katalunya membuatnya layak untuk diragukan.

Jadi, untuk dapat sekadar melihat ada bendera Prancis terpampang di atas podium Sirkuit Paul Ricard tahun ini nampaknya sulit diwujudkan. Akan tetapi, jika mengenyampingkan fakta dan data di atas, maka boleh lah publik Prancis menaruh sedikit rasa optimisme bahwa mereka setidaknya dapat mendulang poin berharga.

Faktanya, Gasly dan Ocon ternyata punya kenangan manis tersendiri dengan sirkuit yang dibangun pada tahun 1969 tersebut. Sebelum terjun di ajang F1, mereka sudah sempat mencicipi bagaimana nikmatnya meraih podium pertama di Sirkuit Paul Ricard pada ajang lain. Tentunya, mereka menjadi sedikit lebih familiar dengan karakteristik sirkuit dibandingkan pebalap yang lain. Grosjean sendiri cukup optimis dengan hasil pembaruan mobil pada GP Kanada.

Pierre Gasly

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard (1)
zoom-in-whitePerbesar

Pierre Gasly (Foto: Situs Resmi F1)

Sebelum di F1, Gasly punya kenangan manis dengan Sirkuit Paul Ricard kala masih membalap di ajang French Formula 4 (F4), Eurocup Formula Renault 2.0, dan Formula Renault 3.5 Series. Pada ajang French F4 tahun 2011 ia sukses finish pertama dalam dua kali balapan, sedangkan saat dua kali balapan di ajang Eurocup Formula Renault 2.0 tahun 2013 ia berhasil finish pertama dan ke-5. Saat berkompetisi di ajang Formula Renault 3.5 Series tahun 2014, ia hanya sanggup finish kedua dari dua kali balapan, di mana ia kalah unggul dari pebalap Spanyol, Carlos Sainz Jr., yang sejak 4 balapan terakhir tahun 2017 hingga sekarang telah memperkuat tim balap F1 asal Prancis, Renault.

"Saya telah memiliki beberapa keberhasilan di trek ini (Sirkuit Paul Ricard) di masa lalu, menang di Formula 4 dan Renault 2 liter dan mengambil pole (position) di kategori (Formula Renault) 3.5, (lalu) finish ke-2. Ini adalah sirkuit di mana semuanya selalu berjalan baik bagi saya, baik menang atau setidaknya naik podium, saya sangat menyukainya, jadi saya berharap kami bisa mendapatkan hasil yang sangat, sangat bagus di trek 'kandang' ini," ujar Gasly.

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard (2)
zoom-in-whitePerbesar

Pierre Gasly, mobil nomor 10 (Foto: REUTERS/Brandon Malone)

Pebalap kelahiran 7 Februari 1996 ini juga mengatakan bahwa ia sudah sempat berbicara dengan legenda balap F1 asal Prancis, Alain Prost dan Jean Alesi. Perbincangan dengan keduanya semakin membuatnya tambah bersemangat. Ditambah lagi, ia juga menuturkan bahwa balapan di Prancis tidak akan menjadi beban tapi justru memompa semangat untuk lebih baik.

"Saya telah berbicara dengan Jean Alesi dan Alain Prost tentang hal itu (balapan F1 di Prancis) dan mereka berdua mengatakan kepada saya bahwa itu akan terasa sangat istimewa dan sesuatu yang benar-benar harus Anda alami sebagai orang Prancis yang membalap di Prancis," ungkap Gasly.

"Saya tidak sabar untuk sampai ke Le Castellet. Saya tidak akan merasa di bawah tekanan apapun; sebaliknya saya pikir itu (balapan di hadapan publik Prancis) akan terasa seperti dukungan ekstra bagi saya".

Esteban Ocon

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard (3)
zoom-in-whitePerbesar

Esteban Ocon (Foto: Situs Resmi F1)

Kurang lebih sama seperti Gasly, bagi Ocon, balapan di negara sendiri adalah impian yang menjadi kenyataan. Tentu menyenangkan rasanya dapat mewakili diri sendiri dan tanah kelahiran di ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia, F1. Pebalap kelahiran 17 September 1996 ini amat antusias untuk balapan di Prancis.

"Ini adalah impian saya selama bertahun-tahun untuk balapan di depan penonton negara saya dan sekarang saya akhirnya akan mengalami perasaan fantastis dari Grand Prix 'kandang'. Ketika balapan (F1 di Prancis) diumumkan, itu adalah berita terbaik dari semua berita pada tahun lalu, dan saya sangat menantikannya (balapan F1 di Prancis)," ujar Ocon.

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard (4)
zoom-in-whitePerbesar

Esteban Ocon, mobil nomor 31 (Foto: REUTERS/Albert Gea)

Pebalap kelahiran Evreux, Prancis juga memiliki kenangan yang cukup baik dengan Sirkuit Paul Ricard, di mana pada tahun 2012 di ajang Eurocup Formula Renault 2.0 ia mampu finish ke-9 dan ke-3 dari 2 kali balapan. Setahun berselang, masih di ajang dan sirkuit yang sama, setelah kembali finish ke-9 di balapan pertama, ia sukses meraih podium pertama di balapan kedua. Pada tahun 2014, Ocon sempat mencicipi ajang Formula Renault 3.5 Series, tetapi hanya sanggup finish di posisi ke-14 dan ke-12 dari dua kali balapan di Sirkuit Paul Ricard.

“Saya melakukan balapan di (Sirkuit) Paul Ricard pada awal karir saya - itu benar-benar di mana saya mendapatkan kemenangan pertama saya di (balapan) single seaters pada tahun 2013, sehingga saya memiliki beberapa kenangan yang fantastis di tempat itu (Sirkuit Paul Ricard)," ungkap Ocon.

Pebalap yang memiliki darah Spanyol ini juga mengatakan bahwa ia juga dapat menjadi lebih familiar dengan Sirkuit Paul Ricard. Baginya, itu adalah keuntungan tersendiri.

"Saya harap kita dapat menambahkan lebih banyak kesuksesan akhir pekan ini (24/6/2018). Pernah berada di kategori junior membuat adaptasi dengan trek baru di mobil F1 jauh lebih mudah. Saya pikir saya akan menemukan ritme saya dengan cepat," kata Ocon, optimis.

"Di atas kertas, trek (Sirkuit Paul Ricard) seharusnya sesuai dengan kita, dengan lintasan lurus panjang dan beberapa sudut lambat, di mana kita dapat menggunakan pegangan mekanis mobil kita dengan sangat baik. Ini adalah trek yang akan menjadi baru bagi semua orang dan biasanya kami pandai menemukan pengaturan dengan cepat, jadi saya tidak terlalu khawatir".

Romain Grosjean

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard (5)
zoom-in-whitePerbesar

Romain Grosjean (Foto: Situs Resmi F1)

Pebalap yang memulai debut balapannya di F1 pada tahun 2009 ini agak berbeda dengan Gasly dan Ocon. Grosjean tidak memiliki kenangan manis selama balapan di Sirkuit Paul Ricard. Jika ditelusuri dari banyaknya ajang balap yang ia ikuti sejak tahun 2003 hingga 2009, maka akan kita ketahui bahwa tidak ada satu pun balapan yang dilakoni oleh Grosjean di Le Castellet.

Satu-satunya pengalaman balapan di Sirkuit Paul Ricard bagi pebalap yang juga memegang kewarganegaraan Swiss ini adalah dalam ajang FIA GT1 World Championship tahun 2010. Itu pun hasilnya ia nilai kurang memuaskan. Bersama tim balap asal Swiss, Matech Competition, Grosjean yang diduetkan dengan pebalap asal Jerman, Thomas Mutsch hanya berhasil finish ke-7 dari dua kali balapan (Balapan Kualifikasi dan Balapan Kejuaraan).

“Itu (balapan FIA GT1) pada tahun 2010 dengan Matech Competition. Saya pikir kami tidak menjalani balapan yang luar biasa, tetapi sesuatu yang sangat luar biasa untuk kembali balapan di sana (Sirkuit Paul Ricard),” kata pebalap kelahiran 17 April 1986 tersebut.

Antusiasme Trio Pebalap Prancis Jelang Balapan F1 di Sirkuit Paul Ricard (6)
zoom-in-whitePerbesar

Romain Grosjean, mobil nomor 8 (Foto: REUTERS/Brandon Malone)

Namun, ia tetap tidak sabar dan terkesan antusias menatap balapan F1 di Prancis. Grosjean merasa bahwa ia dan timnya, Haas, harus dapat hasil yang baik di Sirkuit Paul Ricard. Ia menatap poin pertamanya.

“Saya ingin mendapatkan akhir pekan yang baik, memiliki sedikit keberuntungan, mendapatkan poin pertama saya musim ini, dan mendapatkan banyak dukungan dari para penggemar. Saya pikir kita harus berada di tempat yang bagus di (Sirkuit) Paul Ricard. Saya selalu menantikan untuk melompat kembali ke mobil. Saya suka mengendarai mobil F1," ungkap Grosjean.

“Kami pergi ke Grand Prix (F1 Prancis) untuk balapan, dan untuk balapan dengan baik. Itu prioritas nomor satu. Tentu saja, saya ingin memberikan sebanyak mungkin kepada penggemar, tetapi balapan di hari Minggu adalah tujuan saya, dan itulah yang perlu kami fokuskan".

Pembaruan mobil di GP Kanada salah satu yang menjadi sumber optimismenya. Grosjean merasa jika ia berhasil menyelesaikan sesi kualifikasi, ia dapat finish lebih baik di Kanada.

“Saya menyukai pembaruan yang kami miliki (di Kanada). Rasanya benar-benar seperti menambal kekurangan saya yang ada sebelumnya di musim ini. Saya pikir P7 di Montreal akan menjadi milik kita. (Namun) Tidak bisa memenuhi (babak) kualifikasi tidak membantu kami, tetapi kami membuat banyak alasan dalam balapan. Sayangnya, ada terlalu banyak alasan untuk dibuat".

Untuk sekiranya dapat mengetahui potensi di urutan berapa mereka akan finish, maka tentunya kita harus melihat bagaimana performa mereka pada sesi latihan bebas dan kualifikasi. Jika semua berjalan sesuai rencana dan optimisme tetap membara di dalam dada, maka bukan tidak mungkin kejutan di balapan akan tercipta atau setidaknya mereka tidak meninggalkan Sirkuit Paul Ricard dengan tangan hampa.