Konten dari Pengguna

Don't Go Away: Lagu Rock yang (Lebih dari Sekadar) So Sweet dari Oasis

Katondio Bayumitra Wedya

Katondio Bayumitra Wedya

Moslem. Author of Arsenal: Sebuah Panggung Kehidupan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katondio Bayumitra Wedya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konser Liam Gallagher untuk Nakes di Inggris. Foto: Alberto Pezzali/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Konser Liam Gallagher untuk Nakes di Inggris. Foto: Alberto Pezzali/AP Photo

Jika bicara tentang Oasis, sebagian besar orang mungkin lebih mengenal lagu hits mereka seperti “Don’t Look Back in Anger”, “Morning Glory”, “Supersonic”, dan “Rock n’ Roll Star”. Namun, mungkin orang suka lupa bahwa Oasis punya lagu lain yang kualitas musik dan liriknya tak kalah ciamik dengan lagu-lagu tadi. Salah satunya, “Don’t Go Away”.

Pada saat masih SMA, saya sering memutar salah satu lagu dari album “Be Here Now” (1997) ini. Saya bisa mendengarkannya hingga berulang-ulang setiap harinya, bahkan saya pernah menyanyikannya di depan kelas saat pelajaran Bahasa Inggris.

Berdasarkan penuturan Noel Gallagher, selaku penulis lagu ini, saat wawancara promosi album Oasis pada 1997, dapat disimpulkan bahwa lagu ini adalah lagu sedih tentang seorang manusia yang tak ingin kehilangan seseorang yang amat dekat dengannya. Awalnya, saya pikir ini lagu tentang seorang manusia yang tidak ingin kehilangan kekasihnya, sesederhana itu, tetapi ternyata lebih sweet dari itu.

Penciptaan lagu “Don’t Go Away” konon terinspirasi ketika ibu dari Gallagher bersaudara, Noel dan Liam, sedang dirawat di rumah sakit dan dikhawatirkan mengalami sakit kanker. Sebagaimana hati seorang anak pada umumnya yang khawatir dan tak ingin kehilangan orang tuanya, maka terciptalah lagu ini.

Liam Gallagher, selaku main vocalist dari Oasis, bahkan mengakui bahwa dirinya menangis ketika proses rekaman lagu yang direkam pada sekitar bulan April 1997 ini. Hal tersebut mengakibatkan ia sulit untuk menyanyikan lagu ini pada saat rekaman. Ia sampai harus menenangkan dirinya terlebih dahulu.

video youtube embed

A Cold and frosty morning there's not a lot to say

About the things caught in my mind

As the day was dawning my plane flew away

With all the things caught in my mind

Penggalan lirik di atas mungkin dapat diartikan sebagai sebuah kondisi saat seseorang merasa karena khawatir dengan ibunya. Sampai-sampai, ia tak tahu kata atau kalimat apa yang dapat menggambarkan situasinya saat itu.

Dalam cuaca dingin, kepalanya tetap panas karena banyak sekali kekhawatiran yang muncul di pikirannya, tetapi ia tidak dapat mengucapkan dan mengungkapkannya. Ketika fajar menyingsing dan di dalam pesawat yang membawanya kemanapun pergi, ia akan tetap membawa serta segala hal yang ada di dalam kepalanya.

Damn my situation and the games I have to play

With all the things caught in my mind

Damn my education I can't find the words to say

About all the things caught in my mind

Ibu adalah manusia paling berharga dan penting jasa dan perannya di hidup manusia. Tak peduli seberapa tinggi tingkat pendidikan seseorang, manusia dapat mengalami kondisi dan perasaan sedih yang kurang lebih sama dengan orang yang bahkan tak berpendidikan formal sama sekali jika terjadi hal yang buruk pada ibunya.

And I wanna be there when you're...

Coming down

And I wanna be there when you hit the ground

So don't go away

Ada spekulasi menarik yang berkembang di antara para fan mengenai lirik sebenarnya dari lagu yang di-release pada tanggal 19 Februari 1998 ini. Ada yang mendengar pelafalannya “And I wanna be there...”, tetapi ada juga yang mendengar “And I DON’T wanna be there…” Perbedaan dalam pelafalan liriknya tentu dapat menjadi misteri tersendiri.

Saya berpendapat bahwa perbedaan dalam pelafalan lirik dapat dikaitkan dengan kondisi atau perasaan yang sedang dialami oleh Liam, juga Noel ketika sedang menyanyikan lagu ini. Mengacu pada lirik di atas, ketika dinyanyikan tanpa “Don’t” maka sang vocalist, baik Liam atau Noel, mungkin memang benar-benar ingin berada di samping ibunya ketika sang ibu sedang tidak dalam kondisi terbaik.

Ya, bukti kasih sayang anak terhadap orang tuanya. Sedangkan, ketika dinyanyikan dengan “Don’t”, maka ini mungkin adalah ungkapan dari sebuah perasaan takut. Bagaimana rasanya jika melihat seseorang yang kita cintai, dalam hal ini orang tua, bahkan seorang ibu sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan?

Tentunya, kadang seorang manusia merasa tidak kuat untuk melihatnya, tidak tega… jadi mungkin bukanlah sebuah bentuk ketidakpedulian, tetapi lebih ke perasaan takut dan ketidaksanggupan. (24/365)