Konten dari Pengguna

Filosofi Bondan Prakoso & Fade2Black: Pahit-Manis Adulthood

Katondio Bayumitra Wedya

Katondio Bayumitra Wedya

Moslem. Author of Arsenal: Sebuah Panggung Kehidupan

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Katondio Bayumitra Wedya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud, ya sudahlah..." Foto: Pixabay/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
"Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud, ya sudahlah..." Foto: Pixabay/Pexels

Tan Malaka pernah berujar, "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda". Beruntunglah mereka yang dapat mempertahankan idealisme mulia hingga akhir hayat. Sementara bagi yang tidak, "Ya sudahlah".

Mau apa lagi? Ketika perutmu dibombardir tajamnya pisau kelaparan, ketika pundakmu ditiban beratnya kargo cicilan, ketika matamu disilaukan indahnya keglamoran; kamu terpaksa harus masuk ke dalam gelapnya kepalsuan.

Yah, namanya juga hidup. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang diambil punya risiko. Risiko adalah bagian dari skenario. Skenario-Nya tak selalu seperti yang kita mau.

Namun, hei, segalanya tidak akan selalu buruk. Yang perlu kita lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri. Beginilah dunia orang dewasa. Adulthood.

"Aku belajar banyak hal dari setetes racun..." Foto: Pixabay/Pexels

Bondan Prakoso & Fade2Black (Tito "Titz" Budidwinanto, Danial Rajab "Lezzano" Fahreza, Ardaninggar "Santoz" Nazir) adalah contoh musisi yang saya kagumi. Musik mereka asyik, konsep mereka unik, lirik-lirik lagu mereka menggelitik.

Bagi kalian yang belum memasuki dunia kerja, mungkin bisa tidak suka atau malah tidak mengerti lirik-lirik lagu mereka. Boleh jadi, itu karena idealisme kalian masih tinggi. Bagus, sih. Namun, jika ditelaah, ada makna yang perlu kalian paham.

Tidak banyak yang membedah lirik-lirik Bondan Prakoso & Fade2Black. Mereka sendiri, hemat saya, tak pernah membeberkan makna sebenarnya dari lirik-lirik ajib tersebut.

Pada stori ini, saya mau coba-coba membedah lirik-lirik lagu Bondan Prakoso & Fade2Black. Sebab bagi saya, aksara dan kata per kata yang mereka jahit bisa menjadi pelajaran dan penyadaran.

1) Hidup Berawal dari Mimpi

video youtube embed

Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi

Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi

Rasakan semua, peduli 'tuk ironi tragedi

Senang, bahagia, hingga kelak kau mati

Ya, jangan pernah ragu dengan mimpi yang kalian punya. Walau mungkin impian itu aneh dan enggak ada keren-kerennya di mata orang lain, kalian hajar saja. Mimpi orang beda-beda, bos. Jangan pupus karena gengsi.

Bermimpi itu boleh setinggi langit. Kalaupun jatuh, ya, nanti kalian jatuhnya tetap di bintang-bintang. Cukup familiar, ya, dengan kata-kata ini?

Tinta yang keluar dari dalam pena

Berirama dengan apa yang kurasa

Dalam hati ini ingin kurubah semua

Kehidupan monoton penuh luka putus asa

Merasa bosan hidup begitu-begitu saja, memiliki tekad memperbaiki taraf ekonomi, mengangkat derajat keluarga, ini adalah pemicu terangkainya mimpi-mimpi yang tinggi. Mulia.

Yo, cari sensasi ataupun kontroversi (uh-oh)

Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi

Dari mimpi semua hal dapat terjadi

Maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi

Balas cela dengan karya. Tutup sensasi dengan prestasi. Diamkan kontroversi, biarlah prestasi yang berbicara sendiri. Popularitas hanyalah bonus dari kerja keras.

Kurang lebih begitu, ya? Oh, satu lagi, percaya bahwa usaha keras tidak akan mengkhianati hasil. Sebuah prinsip yang memang harus dimiliki anak-anak kecil dan remaja.

2) Xpresikan

video youtube embed

Ini tentang langkah yang kau tentukan

Cara yang kau pakai 'tuk mencapai sebuah tujuan

Apa artinya kaki bila kau tak berjalan?

Apa guna mata bila tak menatap masa depan?

Untuk apa bermimpi bila kau tak melangkah?

Untuk apa kesempatan bila tak ambil celah?

Persetan aku, dia, juga mereka!

Bulatkan tekad, lalu rasakanlah merdeka

Ya, begitulah. Kalau punya mimpi, usahakan dong. Jangan cuma ngayal doang. Pakailah itu kaki, tangan, otak untuk mulai berkarya.

Orang bilang jelek? Ya, memang. Karya pertama akan selalu jelek. Namun, ya, persetanlah. Kalau kebanyakan dengar ejekan orang, mimpimu tak akan pernah kesampaian.

Yang penting yakin. Tekad harus bulat untuk menggapai mimpimu.

Hey, kau! Jadikanlah dirimu seperti yang kau mau

(Just free your mind and keep it real) Oh-woh

Hey, kau! Ekspresikanlah dirimu seperti yang kau mau

(Just free your mind and keep it real)

Express yourself, much love and respect

Terkadang, kamu enggak perlu memperhatikan tren apa yang sedang naik. Jadi diri sendiri saja. Sebab, di situlah nikmatnya berkarya. Kamu suka sesuatu, tekuni.

Jangan merasa, "Ah gua tuh enggak jago sebenarnya". Kalau berpikir begitu, kalian bakal menyesal nantinya.

3) Tetap Semangat

video youtube embed

Maju bergerak hadapi semuanya

Membuka mata lebar, "Rude boy, hah!"

Lupakan luka karena untuk terus berada di dalam garis

Kau tahu pasti jadi orang harus optimis

Jalan menuju Roma tak selalu mulus. Ada gujlakan, mobilmu mungkin mogok di tengah jalan, hati-hati juga ada pembegalan.

Namun, ya, tetap jalan terus. Peta, senjata, dan perbekalan adalah barang-barang krusial di sepanjang perjalanan.

Bergeraklah ragaku dan lakukan sesuatu (hoi!)

Dunia ini begitu ramai dan 'tak tepat bila kau layu

Brr-brr-brra-berhasillah

Re-re-respect, pantang menyerah

Jangan setop di tengah jalan. Barangkali, di Roma, banyak yang sudah menunggumu. Bisa jadi enggak asyik, sih, kalau kamu enggak ada di sana.

4) Bumi Kelangit

video youtube embed

Teori simple tak sekompleks Teori Darwin

Tapi tak gampang seperti coba menangkap angin

Contoh... standar manusia tapi standar yang mana?

Karena semua ingin lebih dari sebelumnya

Jika satu tambah satu sama dengan dua

Kenapa hitunganku selalu saja tidak sama...

Mungkin saja karena faktor x

Atau mungkin manusia selalu ikuti teks

Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah? Tidak bisa diterima logika? Tentu saja. Selamat datang di dunia orang dewasa.

Ragam macam entitas memiliki aturannya sendiri. Jadi, harus ikut yang mana?

Satu tambah satu ternyata tiga, tetapi ada yang bilang lima, enam, 10, bahkan mungkin 100. Semua punya pendapat dan opini yang bisa diterima. Namun, fakta satu tambah satu sama dengan dua yang kamu kemukakan ditolak.

Nah, lho. Kenapa bisa begitu?

Maaf, deh, mungkin lidahmu kurang basah dan panjang, punggungmu terlalu tegak, matamu terlalu tajam saat menatap, seluruh tubuhmu kurang luwes.

Sering kubertingkah seperti Charlie Caplin

Tak banyak bicara, bergerak seperti mesin

Smoooth... seperti tanpa gerakan

Mereka berfikir mungkin ku tak punya tujuan

Aku coba bangkit... meskipun sulit

Kecepatan tinggi... dari bumi ke langit

Kamu adalah hamster yang berlari pada roda statis. Kamu bergerak, tetapi sebenarnya tak ke mana-mana. Sisi baiknya, kamu akan tetap dikasih makan, lho. Jadi, tetaplah berlari. Kalau berhenti, nanti malah enggak dikasih asupan biji bunga matahari.

Jika terjebak di sana, mimpimu tidak akan tercapai. Sebab, tenagamu terkuras untuk hal lain. Masih keukeuh kejar mimpi? Silakan keluar dari roda statis, semoga beruntung di alam yang lebih liar.

5) Ya Sudahlah

video youtube embed

Ketika mimpimu yang begitu indah

Tak pernah terwujud, ya sudahlah

Saat kau berlari mengejar anganmu

Dan tak pernah sampai, ya sudahlah, hmm

Begadang tahan kantuk sampai punggung pegal biar hasilnya maksimal. Namun, nasibnya malah sial.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, senangnya malah kapan tak ada kepastian.

Sudah habis-habisan untuk mencapai suatu tujuan. Akhirnya, malah kayak habis menjadi korban pembantaian.

Telah menggantungkan mimpi setinggi langit dengan harapan kalaupun harus jatuh, ya, itu di bintang-bintang. Namun, kok, malah tersungkur di Bantar Gebang?

Usaha keras tidak akan mengkhianati hasil? Lho, kok, malah hasil yang mengkhianati usaha?

Ya sudahlah.

Satu dari sekian kemungkinan

Kau jatuh dan tanpa ada harapan

Saat itu raga kupersembahkan

Bersama jiwa, cita, cinta, dan harapan

Dunia enggak selalu kayak maunya kita. Ingat, 10 tambah 10 tak selalu sama dengan 20. Huft... Hidup itu kayak gacha di gim daring ponsel pintarmu. Kamu jor-joran duit belum tentu dapat item yang kamu mau.

Hidup itu enggak seperti menanam pohon. Kamu tanam biji mangga, bisa jadi yang nongol mengkudu. Dari 100 biji apel yang ditanam, bisa jadi semuanya berbuah pare. Pahit.

Ya sudahlah.

Juga kutahu lagi problema 'kan terus menerjang

Bagai deras ombak yang menabrak karang

Pada akhirnya, hidupmu tak sepenuhnya berisi derita. Kamu mungkin akhirnya gagal mencapai Roma dan Roma mungkin baik-baik saja tanpamu di sana.

Namun, Cibarusah tidak akan melulu membuatmu resah. Tangerang pun tidak akan selalu gersang.

Ya sudahlah.

'Cause everything's gonna be okay

"All Izz Well". Memangnya, kalau sudah mencapai Roma, semuanya sudah pasti aman? Boleh jadi, kamu juga akan terusir dari sana ketika sudah nyaman.

Satu cinta ini akan tuntun jalanmu

Rapatkan jiwamu tenang di sisiku

Rebahkan rasamu untuk yang ditunggu

Bahagia hingga ujung waktu

Bahkan, seorang pecundang pun berhak mendapatkan cinta. Jadi, ya sudahlah.

6) Tak Sempurna

video youtube embed

Saat senja datang gantikan siang

Mereka bilang kau malam tanpa bulan

Beda, tak sama, kau yang tak sempurna

Bagiku kau segalanya, murni estetika

Apa yang kau tanam itu yang kau petik

Apa yang kau jalani selalu beri yang terbaik

Impian tentang kau yang tak berbatas

Jauh dari sempurna tapi membekas

Nasi sudah menjadi bubur. Walau begitu, jangan buru-buru menggali liang kubur.

Kan yang penting sudah melakukan yang terbaik. Manusia tidak ditugaskan untuk berhasil, yang penting mencoba saja semaksimal mungkin.

Karena satu alasan walau itu buruk

Ku cinta semua walaupun kau tak berbentuk

Aku seperti plato dalam pemahaman

Dunia indrawi bukan bentuk keindahan

Mungkin kau mengerti, mungkin kau tidak

Masa lalumu seperti gading yang bisa retak

Mungkin kau sadari, mungkin kau tidak

Tapi ku yakin kau tetap yang sempurna

Dunia bukan milik pemenang saja. Seorang pecundang juga berhak mendapatkan cinta. Boleh jadi, kerja kerasmu yang berbuah nihil itu melahirkan pengagum rahasia.

Di sisi lain, kegagalan juga mungkin bisa membuat kita memafhumi ketidaksempurnaan. Pencapaian yang berharga adalah lahirnya sikap toleran. Dari situ, hidup bisa terus berjalan, mengurangi sesal di ujung kematian.