Bola & Sports
·
7 Oktober 2017 22:28

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay: Bakat Bulutangkis dari Tomohon

Konten ini diproduksi oleh Katondio Bayumitra Wedya
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay: Bakat Bulutangkis dari Tomohon (466608)
Ikhsan Leonardus Imanuel Rumbay (Foto: PBSI)
Bulan Oktober akan menjadi salah satu bulan yang penting bagi para pebulutangkis muda Indonesia dan dunia karena akan diselenggarakan ajang bergengsi Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Ini adalah kejuaraan dunia bulutangkis untuk mereka para atlet yang masuk dalam kategori turnamen U-19. Sejumlah pebulutangkis hebat dunia pernah lebih dulu berjaya di ajang ini, sebut saja di antara mereka ada Viktor Axelsen, Ratchanok Intanon, Chen Long, Bao Chunlai, Lee Yong Dae, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dengan pebulutangkis dari Indonesia? Tercatat baru ada satu orang dan tiga pasangan saja yang mampu menjadi jawara di ajang ini sejak pertama kali digulirkan di Jakarta tahun 1992. Sudah 25 tahun berlalu, dan tahun ini Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 kembali hadir di Indonesia, tepatnya di Kota Yogyakarta. Jelas, Indonesia berharap banyak kepada atlet-atlet bulutangkis yang mereka turunkan tahun ini.
Salah satu pebulutangkis Indonesia yang paling mendapat sorotan adalah Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dari Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kenapa atlet kelahiran 15 Januari 2000 ini layak diperhitungkan?
Pertama, jika melihat dari segi peringkat di BWF, Ikhsan adalah satu-satunya atlet bulutangkis U-19 Indonesia yang masuk peringkat 10 besar BWF Junior untuk nomor tunggal putra. Hal ini tentu tak terlepas dari penampilan apiknya di lapangan. Total dari 42 laga yang ia mainkan, Ikhsan Leonardo menang 33 kali dan kalah 9 kali (semua data per tanggal 30 September 2017).
ADVERTISEMENT
Kedua, pebulutangkis yang juga sempat turun di beberapa pertandingan ganda campuran bersama Yasnita Enggira Setiawan ini dikenal sebagai pebulutangkis muda yang gigih dan disiplin dalam berlatih. Sebagaimana kita tahu bahwa kunci dari kesuksesan atlet, baik itu bulutangkis atau olahraga lain, adalah kedisiplinan. Di usia mudanya, ia sudah dikenal sebagai atlet yang disiplin.
"Ikhsan anaknya ngotot dan tak pantang menyerah jika sedang bertanding. Jika sedang latihan, disiplinnya sangat tinggi, dan dia gak pernah (me)nolak jika pelatih menyuruh untuk berlatih apapun," kata Uswan Firmansyah, pelatih yang menangani Ikhsan di Sulawesi tahun 2016 silam dikutip dari Tribunnews.
Buah dari kegigihan dan kedisiplinannya itu terlihat di ajang Malaysia International Junior Open 2017 yang diselenggarakan bulan September lalu. Pada ajang tersebut, pebulutangkis Indonesia sangat dominan penampilannya, dan Ikhsan adalah satu dari empat nama pebulutangkis muda Indonesia yang melaju ke semifinal. Ikhsan Leonardo sukses menundukkan rekan senegaranya, Handoko Yusuf untuk meraih gelar juara di ajang tersebut dengan skor 18-21, 21-18, dan 21-14.
ADVERTISEMENT
Kerja kerasnya juga terlihat pada turnamen Asia Junior Championship 2017 yang diselenggarakan di PB Jaya Raya Sport Hall Training Center pada Bulan Juli lalu. Ketika perwakilan tunggal putra Indonesia bertumbangan, Ikhsan Leonardo justru mampu melanggeng hingga babak perempat final. Gagalnya Ikhsan lolos ke semifinal pun akibat cedera yang ia alami di tengah pertandingan melawan wakil tunggal putra Taiwan, Chen Chi Ting.
Ikhsan Leonardo sempat memenangkan set pertama dengan skor 21-15, lalu dikalahkan di set ke-2 dengan skor 9-21. Pada set ke-3, di tengah keunggulan 8-20 untuk Chen Chi Ting, ia mengalami kram pada dua kakinya sekaligus. Alhasil, Ikhsan harus dibawa keluar lapangan menggunakan kursi roda.
Untuk kategori beregu, Ikhsan Leonardo masuk dalam daftar pemain yang membawa tim nasional bulutangkis Indonesia menjadi runner up turnamen Asia Junior Championship 2017. Selangkah lagi menjadi juara pertama, tim Indonesia dikalahkan Korea Selatan dengan skor tipis 3-2. Ikhsan sendiri harus mengakui kehebatan pebulutangkis Korea Selatan, Woo Seung Hoon lewat rubber game 24-22, 10-21, dan 8-21.
ADVERTISEMENT
Sebelum turun di ajang bergengsi bulutangkis Asia tersebut, Ikhsan sudah lebih dahulu turun di ajang Peru International Series 2017 pada 16-19 Maret 2017 lalu. Hasilnya tidak buruk, Ikhsan menjadi runner up, bahkan sempat menumbangkan unggulan pertama, Luka Wrabber pebulutangkis asal Australia, straight game 21-15 dan 21-9. Sayang, pebulutangkis asal Mexico, Luis Ramon Garrido berhasil menundukkannya lewat pertarungan sengit dengan skor akhir 18-21 dan 14-21 di partai final.
Selain dari dua ajang tadi, sebenarnya ada lagi beberapa ajang internasional yang diikuti Ikhsan tapi masih gagal meraih babak final. Walau belum berbicara banyak di ajang internasional tetapi sederet prestasi juara pertama telah ia torehkan di beberapa ajang sirkuit nasional bulutangkis, seperti di Jawa Timur (U-19), Jawa Tengah (U-19), Banjarmasin (U-17), dan NTB (U-17). Ikhsan Leonardo juga menjadi juara pertama di ajang Kejuaraan Nasional Pertamina Open 2016 (U-19).
ADVERTISEMENT
Semangat Meledak-ledak (yang Diharapkan) bak Gunung Berapi
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay: Bakat Bulutangkis dari Tomohon (466609)
Gunung Mahawu (Foto: Tri Lokon/TripTrus.com)
Berdasarkan informasi dari situs resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay masih terdaftar memperkuat klub lokal Mahawu DC. Tahukah kalian apa itu "Mahawu"? Ya, itu adalah salah satu gunung berapi aktif yang ada di Kota Tomohon.
Gunung Mahawu berketinggian 1.311 meter, lebar 180 meter, serta kedalaman kawah 140 meter. Ini adalah gunung yang amat sering mengeluarkan abu, dan karena alasan tersebut lah orang-orang menamainya "Mahawu". Akan tetapi, walau gunung ini berstatus aktif, tidak menyurutkan nyali sejumlah orang untuk mendakinya hingga ke puncak.
Walaupun berstatus aktif tapi gunung ini masih cukup aman didaki. Selain itu, keindahan alam gunung Mahawu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Mulai dari pemandangan indah kota Tomohon itu sendiri, sampai keindahan pesona alamnya yang menakjubkan.
ADVERTISEMENT
Kembali ke Ikhsan, tentu kita berharap putra daerah Tomohon ini dapat selalu tampil meledak-ledak di ajang bulutangkis internasional dan memberikan sederet prestasi dan nama harum untuk Indonesia. Ikhsan Leonardo harus dapat menjadi momok bagi lawan-lawannya, seolah-olah mereka melihat gunung berapi yang siap meletus. Ikhsan juga tidak boleh takut atau gentar menghadapi lawan yang lebih diunggulkan di ajang-ajang bulutangkis bergengsi dunia.
Indah bukan, jika melihat bendera merah putih dikibarkan pada tiang tertinggi seraya mendengarkan lantunan merdu lagu Indonesia Raya?
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay: Bakat Bulutangkis dari Tomohon (466610)
Ikhsan Leonardus dengan seragam SKO Ragunan (Foto: Tribun Jateng)
Bicara soal karir ke depan, Ikhsan Leonardo dapat dikatakan sudah berada di jalur yang tepat karena ia menimba ilmu di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan. Ya, itu adalah SKO yang pernah melahirkan juara Kejuaraan Dunia IBF tahun 1983, Icuk Sugiarto dan "Si Bola Karet" Lius Pongoh yang menjadi juara di beberapa kejuaraan sirkuit bulutangkis internasional. Bukan tidak mungkin, Ikhsan yang masuk ke SKO Ragunan pada 24 Juli 2015 itu akan mengikuti jejak Icuk untuk menjadi juara dunia dan seperti Lius juara di ajang-ajang lain untuk kategori tunggal putra.
ADVERTISEMENT
Kini, Ikhsan belum masuk pelatnas tapi prestasi dan penampilannya sudah menjanjikan. Bayangkan jika ia nanti sudah masuk pelatnas, tentunya masyarakat Indonesia akan berharap sederet prestasi mampu ia persembahkan untuk publik bumi pertiwi tercinta. Namun, untuk sementara mari kita nantikan kiprah Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang akan berlangsung tanggal 9-22 Oktober mendatang.
Indonesia tentu rindu memiliki juara bulutangkis di nomor tunggal putra.