SAFEGUARD: Mahasiswa K3 UI Hadirkan Edukasi Keselamatan di Sekolah Karakter IHF

Moslem. Author of Arsenal: Sebuah Panggung Kehidupan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Katondio Bayumitra Wedya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah laboratorium sekolah menyimpan potensi bahaya yang sering kali luput dari perhatian. Bahan kimia yang tidak berlabel, tata letak yang kurang rapi, hingga minimnya pemahaman siswa tentang prosedur darurat. Semua itu bisa menjadi risiko nyata.
Menyadari hal ini, mahasiswa Program Studi Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Kelompok 6 hadir membawa perubahan melalui program SAFEGUARD (Safety, Awareness, First Aid, Education, Guidance, Upskilling, Active Response, and Development) di Sekolah Karakter Indonesia Heritage Foundation (IHF), Gunung Putri, Bogor. Program ini merupakan bagian dari Praktik Belajar Lapangan (PBL) yang bertujuan memperkuat budaya K3 demi terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan produktif.
Segalanya dimulai pada 14 April 2026, ketika tim SAFEGUARD pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah Karakter IHF untuk melakukan survei dan koordinasi awal. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tapi tim membangun komunikasi langsung dengan pihak sekolah untuk memahami kondisi nyata lingkungan yang akan menjadi sasaran intervensi.
Dua pekan berselang, pada 28 April 2026, tim kembali hadir untuk melakukan kaji risiko yang lebih mendalam. Melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis risiko, fokus perhatian tertuju pada area laboratorium yang digunakan oleh siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Hasilnya cukup mengungkap: Terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperkuat, mulai dari pelabelan bahan kimia, penerapan housekeeping, hingga implementasi tata tertib laboratorium yang lebih konsisten. Temuan-temuan inilah yang kemudian menjadi fondasi bagi seluruh rangkaian program intervensi SAFEGUARD.
Jumat, 22 Mei 2026, menjadi hari yang paling dinantikan. Aula Lantai 4 Sekolah Karakter IHF dipenuhi antusiasme 50 siswa SMP dan SMA yang siap mengikuti kegiatan intervensi. Suasana semakin terasa serius namun hangat dengan kehadiran Kepala SMP Karakter, Bapak Dika Rahmat Saepulloh, S.Si., M.Pd., beserta sejumlah perwakilan guru SMP dan SMA yang turut mendampingi jalannya acara.
Satu per satu materi disampaikan secara interaktif: Pengenalan dasar K3, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), hingga cara menangani tumpahan bahan kimia secara aman. Alih-alih ceramah satu arah, sesi edukasi dikemas dalam format Focus Group Discussion (FGD) agar setiap peserta bisa terlibat aktif, bertanya, dan berdiskusi.
Puncaknya, peserta diajak langsung mempraktikkan penggunaan spill kit, yakni perangkat penanganan awal tumpahan bahan kimia di laboratorium. Lebih dari sekadar teori, praktik ini memberi siswa pengalaman nyata tentang bagaimana bertindak cepat dan tepat ketika kondisi darurat terjadi di tengah kegiatan praktikum.
Tim SAFEGUARD tidak hanya datang, mengajar, lalu pergi. Sebagai bentuk keberlanjutan, mereka menyampaikan laporan hasil kaji risiko lengkap kepada pihak sekolah, disertai rekomendasi konkret yang dapat langsung ditindaklanjuti.
Rekomendasi tersebut mencakup penguatan manajemen laboratorium melalui prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), pelaksanaan safety induction sebelum praktikum, serta peningkatan aspek K3 pada area konstruksi sekolah, kantin, dan manajemen Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak berhenti di sana, tim juga mengembangkan empat poster edukasi — Dasar K3, Respons Tumpahan Bahan Kimia, Bahaya K3 Laboratorium, dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan — yang kini terpasang di mading sekolah sebagai pengingat visual sehari-hari. Sebagai pelengkap, satu set spill kit turut diserahkan kepada pihak sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan laboratorium dalam menghadapi situasi darurat.
Respons hangat datang dari pihak sekolah. Ibu Triani, pembimbing lapangan sekaligus perwakilan Sekolah Karakter IHF, mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan tulus.
"Terima kasih banyak kakak-kakak mahasiswa UI sudah berbagi ilmu yang baik dengan Sekolah Karakter. Saya senang sekali, siswa-siswi kami jadi dapat ilmu baru yang bisa bermanfaat untuk ke depannya," ujarnya.
Apresiasi serupa datang dari Bapak Dika Rahmat Saepulloh yang menyambut positif hasil kaji risiko dan rekomendasi yang disampaikan tim. Menurutnya, temuan tersebut membuka wawasan baru yang penting bagi sekolah dalam melihat berbagai aspek keselamatan yang masih bisa ditingkatkan dan akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara tim SAFEGUARD dan Sekolah Karakter IHF, harapannya sederhana namun bermakna: bahwa pengetahuan dan keterampilan yang telah ditanamkan hari itu akan terus hidup dalam keseharian, dan menjadi pondasi bagi lingkungan belajar yang benar-benar aman, sehat, dan produktif bagi seluruh warga sekolah.
