Cerita Orang Tua Antarkan Anak Wujudkan Mimpi di Audisi Umum PB Djarum 2026

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Orang tua dan pelatih menjadi support system pada Audisi Umum PB Djarum 2026. Karena dari Audisi Umum PB Djarum inilah, langkah awal mimpi anak-anak Indonesia sebagai pebulu tangkis profesional dimulai.

PB Djarum masih menjadi kebanggaan bagi orang tua dan atlet karena pembinaan yang dilakukan sangat terstruktur & punya fasilitas latihan dan pemenuhan gizi yang bagus. Alasan itulah yang membuat mereka datang ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.

Audisi Umum PB Djarum 2026 digelar mulai Selasa (8/9) sampai Minggu (13/9) di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Ajang ini diperuntukkan bagi kategori usia U-11, KU-11 dan KU-12.

Perjuangan mengantar atlet menuju gerbang juara dilakukan oleh pasangan suami istri asal Provinsi Lampung, Rino Arnold dan Mira Agustina. Keduanya mengantarkan putranya, Reynard Favio Junora (11), untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.

Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Kami mengantarkan anak untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain bulu tangkis. Keinginan anak saya memang seperti itu," katanya kepada kumparan, Selasa (8/9).

Putranya, Reynard Favio Junora, sudah mengenal dunia bulu tangkis sejak usia 4 tahun. Kemampuan putranya pada olahraga tepok bulu itu dirasa bagus. Tolok ukurnya dari berbagai prestasi bulu tangkis yang sering diikuti.

"Kalau kemampuannya di daerahnya sudah cukup mumpuni. Tetapi saya sebagai orang tua mengasah dia lagi ke Kudus ini. Saya dan ibunya selalu support," terangnya.

Bagi Rino, mengarahkan putranya ke klub PB Djarum tentu menjadi mimpi yang coba untuk diwujudkan. Apalagi, menurutnya banyak atlet bulu tangkis berprestasi lahir dari klub yang bermarkas di Kabupaten Kudus ini.

Rino Arnold dan Mira Agustina bersama putranya, Reynard Favio Junora (11) datang ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Saya ingin dia lebih terarah lagi. Apalagi di PB Djarum ini kan sudah terbukti ya atletnya berprestasi. Impian anak-anak pasti kan ingin masuk ke PB Djarum," jelasnya.

Latihan rutin masih dijalani putranya bersama klub BTC Lampung. Di situ kemampuan putranya terus diasah. Lalu, hasil latihan itu coba diterapkan di Audisi Umum PB Djarum 2026.

"Sebagai orang tua harapan saya mimpi anak saya bisa tercapai lewat bulu tangkis," imbuhnya.

Sementara itu, Reynard Favio Junora tertarik untuk ikut serta karena ingin masuk ke klub bulu tangkis PB Djarum. Ia juga berkeinginan menjadi atlet profesional.

Orang tua mengantarkan putra-putrinya mengikuti registrasi ulang Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Banyak atlet PB Djarum yang berprestasi, saya ingin menjadi atlet berprestasi di tingkat internasional," katanya saat diwawancarai kumparan, Selasa (8/9).

Untuk mewujudkan impiannya itu, dia terus berlatih bulu tangkis bersama klub BTC Lampung. Sepekan, enam kali dirinya berlatih olahraga tepok bulu ini.

"Saya memang suka olahraga bulu tangkis karena seru. Alhamdulillah beberapa kali bisa juara," ujarnya.

Persoalan membagi waktu antara latihan dan sekolah bisa dilaluinya berdampingan. Semua itu semata-mata dilakukan demi meraih mimpinya menjadi pebulu tangkis profesional.

Orang tua mengantarkan putra-putrinya mengikuti registrasi ulang Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Pagi sekolah, setelah itu lanjut latihan. Nggak capek, demi meraih cita-cita jadi atlet bulu tangkis," imbuh anak yang mengidolakan Lee Chong Wei dan Christian Hadinata itu.

Mengantarkan atlet ke gerbang juara juga dilakukan oleh Nano Priyatno. Ia merupakan Pelatih sekaligus Owner DNA Badminton Club, Bandung. Dia membawa tiga atlet untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.

"Iya saya mengantarkan mereka untuk meraih mimpinya. Semoga bisa memberikan penampilan yang terbaik sesuai dengan kemampuan yang sudah dilatih selama ini," ujarnya.

Mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 ini menjadi pilihannya lantaran menurut Nano klub yang bermarkas di Kabupaten Kudus ini sudah terbukti melahirkan atlet berprestasi. Bahkan tidak hanya di tingkat nasional saja, melainkan juga di tingkat internasional.

Nano Priyatno bersama ketiga atletnya berfoto bersama usai mengikuti registrasi ulang Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Menurut saya, PB Djarum adalah klub terbaik di Indonesia sejauh ini. Klub PB Djarum juga sudah menghasilkan atlet-atlet berprestasi di tingkat dunia. Sehingga kami tertarik untuk bisa juga ikut berlatih di PB Djarum," jelasnya.

Ia meyakini ketiga atlet yang dibawanya merupakan yang terbaik di tempatnya. Nano optimistis ketiga atletnya dapat berbicara banyak di Audisi Umum PB Djarum 2026 ini.

"Kemampuan mereka cukup baik untuk bisa berkompetisi pada audisi kali ini. Mereka juga berlatih intens kecuali hari Minggu. Persiapan mereka menyambut ajang ini juga bagus," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula