Cerita Syaqilla Sesak Napas di Garis Finis MilkLife Athletics Challenge 2026

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Syaqilla Faradhila saat bertanding di MilkLife Athletics Challenge 2026 pada Jumat (17/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Syaqilla Faradhila saat bertanding di MilkLife Athletics Challenge 2026 pada Jumat (17/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Kegiatan minum obat maag dilakukan oleh Syaqilla Faradhila sebelum terjun di nomor lari 400 meter putri. Dia memang berhasil menyelesaikan perlombaan, namun mengalami sesak napas di garis finis.

Sekilas, Syaqilla tampak tampil dengan stamina yang prima. Dia bisa berlari mengimbangi lawan-lawannya di lintasan atletik.

Namun, setelah mencapai garis finis, ia langsung merebahkan tubuhnya. Kemudian meluruskan kedua kakinya. Napasnya tampak terengah-engah. Sesekali ia berguling ke kanan dan ke kiri mencari rasa nyaman untuk tubuhnya.

Ketika dua petugas medis menghampirinya, Syaqilla masih terengah-engah. Beberapa kali berguling ke kanan dan ke kiri. Sampai pada akhirnya, ia harus ditandu untuk mendapatkan perawatan di ruang medis. Ia masuk ke ruang medis sekitar 10 menit.

Syaqilla Faradhila saat bertanding di MilkLife Athletics Challenge 2026 pada Jumat (17/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Setelah keluar dari ruang medis, napasnya masih tampak berat. Syaqilla masih memegangi kedua kakinya. Dia kemudian duduk sambil mengatur napas.

Tidak banyak waktu yang dimilikinya. Sebab, dia harus kembali berlaga di nomor lari estafet 5X80 meter. Secara keseluruhan, dia bertanding tiga nomor atletik dalam sehari. Sebanyak tiga nomor yang diikutinya yakni lompat jauh, lari 400 meter putri, dan lari estafet 5X80 meter.

Syaqilla mengungkapkan, dia memiliki sakit mag. Namun, dia tetap bertekad untuk berlaga di ajang MilkLife Athletics Challenge 2026 hari ini, Jumat (17/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

"Sebelum berlaga di lari 400 meter sore ini, tadi pagi saya sudah ikut lompat jauh. Kemudian istirahat, terus sebelum lari 400 meter saya minum obat. Setelah berlaga di lari 400 meter dan mencapai finis, saya sesak napas," katanya kepada kumparan, Jumat (17/7).

Syaqilla Faradhila saat bertanding di MilkLife Athletics Challenge 2026 pada Jumat (17/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Ia mengaku sempat ngos-ngosan setelah mencapai garis finis. Alhasil, selepas melintasi garis finis ia langsung ambruk hingga mendapatkan perawatan oleh tim medis.

"Mungkin kecapekan. Dada saya terasa sesak. Kemudian harus ditolong tim medis untuk diberi oksigen dan air putih," terangnya.

Ia memilih tetap berlomba meski sudah merasakan gejala mag. Alasannya karena dirinya sudah berlatih keras untuk menunjukkan kemampuannya di ajang ini.

"Demi mengejar masa depan dan prestasi. Saya persembahkan untuk sekolah dan keluarga," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula