Kisah MilkLife Archery Challenge: Kado untuk Mama hingga Pertahankan Medali

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet panahan DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, berhasil meraih medali emas pada divisi Compound U18 ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7).  Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Atlet panahan DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, berhasil meraih medali emas pada divisi Compound U18 ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sejumlah kisah inspiratif datang dari atlet panahan divisi compound dan recurve yang berlaga di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Setiap tetesan keringat dan raihan prestasi buah dari pengorbanan.

Partai final divisi compound dan recurve MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 telah selesai pada Minggu (26/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Banyak cerita yang hadir di arena ini.

Misalnya atlet panahan asal DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, yang mempersembahkan medali emas untuk sang mama yang bulan ini ulang tahun. Kado manis medali emas juga diperuntukkan bagi dirinya sebagai perpisahan di level junior seiring bertambahnya usia.

"Saya persembahkan untuk mama yang bulan ini ulang tahun. Selain itu juga untuk aku sendiri karena kan ini tahun terakhirku ikut Kejuaraan junior," katanya kepada kumparan, Minggu (26/7).

Atlet panahan DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, berhasil meraih medali emas pada divisi Compound U18 ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Aura Thifalya bertanding di divisi Compound U18. Dua medali berhasil ia persembahkan bagi skuad DIY di Kejurnas Junior ini.

"Tahun 2025 saya dapat lima medali. Tahun ini dapat dua medali, satu emas dan satu perak," sambungnya.

Resep meraih medali emas kali ini datang dari kegigihannya dalam berlatih. Ia mengaku tak pernah bosan dalam berlatih kala menekuni panahan sejak kelas 2 SD. Sepekan ia berlatih sebanyak enam hari. Satu hari sisanya ia gunakan untuk beristirahat.

"Kalau capek istirahat tetapi jangan menyerah. Jangan cepat puas tetapi selalu bersyukur," terangnya.

MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Berdiri di atas podium juara hari ini tentu bukan perjuangan yang mudah baginya. Aura pernah sempat ingin berhenti dari olahraga panahan akibat "target panic".

Bagi orang awam, "target panic" merupakan gangguan psikologis dan saraf lantaran pemanah merasa cemas atau tidak dapat mengontrol diri ketika membidik sasaran. Rasa cemas itu kerap mengganggunya saat usia 12 tahun hingga 15 tahun.

Sadar perjuangannya sudah jauh dan orang tuanya sudah banyak berkorban, ia akhirnya mendobrak rasa ketakutan "target panic" itu. Aura bangkit karena support kedua orangtuanya.

"Dukungan dari mama dan papa yang selalu bilang harus yakin dan harus yakin. Akhirnya tetap lanjut menekuni panahan. Semoga bisa masuk Pelatnas," imbuhnya.

Atlet asal tim Kalimantan Timur, Khairunnisa, meraih medali emas di divisi Compound U15 Putri ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sementara atlet asal tim Kalimantan Timur, Khairunnisa, yang terjun di divisi Compound U15 Putri juga naik podium juara hari ini. Terasa lebih lengkap karena kemenangannya hari ini sekaligus mempertahankan gelar juara medali emas Kejurnas Junior di Kudus pada 2025.

"Pertandingannya bikin deg-degan. Tidak menyangka bisa meraih medali emas sekaligus mempertahankan emas Kejurnas Junior 2025 di Kudus juga," katanya kepada kumparan, Minggu (26/7).

Medali itu ia persembahkan untuk kedua orangtuanya yang menyaksikannya dari jauh. Ia mengungkapkan kedua orangtuanya tidak bisa hadir karena mahalnya biaya pesawat.

"Mama dan papa sudah berjuang membelikan tiket pesawat untuk saya supaya bisa ke sini. Begitu sebaliknya saya harus berjuang di sini. Alhamdulillah bisa dapat medali emas," terangnya.

Atlet asal tim Kalimantan Timur, Khairunnisa, meraih medali emas di divisi Compound U15 Putri ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Ke depannya ia akan terus fokus di olahraga panahan. Rasa terima kasih ia haturkan untuk kedua orang tuanya yang telah mendukung dirinya hingga di titik ini.

"Akan terus menekuni panahan dan semoga saya bisa memberangkatkan haji kedua orang tua saya," doanya.

Atlet panahan asal tim Jawa Tengah, Embun Adeeva Setyawan, berhasil menjadi pemenang divisi Recurve U13 Putri. Ia senang dapat meraih medali emas dan mempersembahkan medali itu untuk kedua orangtuanya.

"Senang dengan hasil ini walaupun tadi sempat tremor di tangan dan kaki karena gugup bertanding di final," ucapnya.

Embun Adeeva Setyawan bertanding di divisi Recurve U13 final MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Embun memiliki cara tersendiri untuk mengatasi tremor saat bertanding. Satu hal yang diingatnya yakni pesan mamanya untuk membaca istighfar.

"Tarik napas kemudian baca istighfar. Biasanya saya lakukan itu sesuai pesan dari mama. Alhamdulillah jadi lebih tenang," imbuhnya.

Atlet panahan DKI Jakarta, Mikail Rachman Husain, bertanding di babak final MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Mikail Rachman Husain asal DKI Jakarta juga berhasil naik podium di Kejurnas Junior ini di divisi Compound U18 Putra. Dia senang sekaligus lega bisa menuntaskan tugasnya dengan baik.

"Lega karena sudah selesai. Saya mempersiapkan Kejurnas Junior ini dengan matang. Melawan atlet dari Jabar lumayan berat ditambah anginnya kencang," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula