MilkLife Archery Challenge Diacungi Jempol, Fasilitas Standar Internasional

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 pada Selasa (28/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 pada Selasa (28/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Kejuaraan panahan bertajuk MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 menjadi ajang nostalgia main ke Kudus, Jawa Tengah, bagi atlet panahan dari penjuru Indonesia. Mereka terkesan dengan fasilitas atau sarana dan prasarana (sarpras) Bakti Olahraga Djarum Foundation di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

Pelatih Provinsi Bengkulu, Raminur Diarsah, mengatakan bahwa fasilitas yang tersedia sudah representatif. Ia merasa nyaman bisa kembali mengantarkan 11 atletnya untuk kedua kalinya di Supersoccer Arena. Sebelumnya, kontingen Bengkulu pernah ikut ajang ini pada 2025 di lokasi yang sama.

"Fasilitasnya oke, semuanya bagus. Tantangannya hanya angin. Meski begitu, dari Kudus kami bisa belajar menguasai angin. Anak menjadi lebih cerdas membaca situasi," katanya kepada kumparan, Selasa (28/7).

Ia menilai penyelenggaraan yang disuguhkan pada MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 ini ada perkembangan dari tahun lalu. Dari segi peserta pun ada penambahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertandingan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 pada Selasa (28/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

"Peserta lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Adanya Kejurnas Junior ini bibit atlet panahan di Indonesia semakin baik," imbuhnya.

Senada dengan itu, ofisial tim Bali, I Putu Pradana Sanggita, mengapresiasi fasilitas yang diberikan kepada atlet dan ofisial. Kedatangannya ke Supersoccer Arena ini merupakan yang kedua kali.

"Perbedaannya Kejurnas Junior 2025 dengan 2026 semakin bagus manajemen pertandingannya. Fasilitas sudah bagus dan standar internasional," katanya kepada kumparan, Selasa (28/7).

Kontingen Panahan Bali mengirim atlet di semua divisi. Mulai dari nasional, recurve dan compound. Kembali kedua kalinya di Kudus untuk mencari pengalaman.

Pertandingan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 pada Selasa (28/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

"Sebelumnya sudah pernah ke Kudus, Kejurnas Junior 2025. Kami kembali lagi ke sini untuk mendapatkan aura pertandingan skala nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, selama membimbing atlet panahan Bali, kendala yang dialami hanya angin. Di sisi lain ia berharap MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior dapat diselenggarakan setiap tahunnya.

"Harapan kami ajang ini bisa terus diadakan untuk menjaring atlet," imbuhnya.

Pujian juga datang dari atlet asal tim Jawa Timur, Muhammad Airlangga Ramadhan Adz Zikra. Airlangga mengaku kagum dengan fasilitas yang diberikan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ia mengaku nyaman bertanding di Supersoccer Arena ini.

Pertandingan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 pada Selasa (28/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

"Fasilitasnya keren banget, mewah banget. Lapangannya keren banget dan pelayanannya jos," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Abdul Razak, mengungkapkan regulasi pertandingan dibuat mengacu pada World Archery, induk organisasi resmi cabang olahraga panahan.

Regulasi itu dibuat untuk membiasakan atlet junior ketika berlaga di level internasional, sehingga atlet tidak kaget dengan aturan pertandingan yang telah disusun oleh World Archery. Salah satunya yakni akses pintu masuk untuk atlet harus scan barcode terlebih dahulu.

"Id card atlet di tahun ini ada inovasi. Atlet hanya bisa masuk ketika sudah waktunya bertanding. Setelah bertanding, mereka mau masuk lagi ke area pertandingan tidak bisa," katanya, Sabtu (25/7).

Reporter: Vega M. Ula