RI Rajai Turnamen Panahan Berkuda di Australia: 3 Emas, 7 Perak, 4 Perunggu

Atlet panahan berkuda Indonesia kembali menunjukkan tajinya di level internasional. Arsa Wening Arrosyad, yang merupakan atlet asal DKI Jakarta, memimpin perolehan medali Indonesia di Oceania Championship 2026 dengan meraih tiga emas dan dua perak di kategori senior.
Kejuaraan yang berlangsung di Tarago Showground, New South Wales, Australia, pada 16-18 Oktober itu menjadi panggung dominasi Arsa. Ia menyapu bersih emas di tiga kategori, yakni Tower 90, Raid 234, dan Hunt Track.
Kompetisi yang diselenggarakan International Horseback Archery Alliance (IHAA) ini diikuti tujuh negara dari zona Oseania: Australia, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang.
Dari kategori junior, Rayyan Abdulkarim (DKI Jakarta) menambah koleksi tiga perak dan satu perunggu. Sementara itu, Daniel Azmi Muhammad dari Jawa Timur membawa pulang dua perak dan tiga perunggu.
Secara keseluruhan, Tim Indonesia menjadi juara umum. Mereka total mengumpulkan tiga emas, tujuh perak, dan empat perunggu.
Hasil di Australia ini sekaligus melanjutkan tren positif Indonesia di ajang IHAA tahun ini. Sebelumnya, Indonesia sukses menjadi juara umum di IHAA Asian Greater Championship 2026 di Moskow, Rusia, pada 27 September.
Di ajang itu, Arsa meraih empat emas dan satu perak secara individu. Ia juga tampil bersama Tio Fawaz Ananta, Hammas Syauqi Syahid, dan Dzaakir Alhani. Bersama-sama, tim Indonesia memborong tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu di nomor Horseback Archery Eventing.
Kejuaraan di Moskow tersebut diikuti 40 atlet dari 12 negara zona Asia plus, termasuk Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, Pakistan, China, Mongolia, Yordania, Maroko, Aljazair, Singapura, dan Indonesia.
