Satu-satunya Wakil NTB, Berangkat Biaya Sendiri demi MilkLife Archery Challenge

Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya mengirim satu atlet ke MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Satu atlet itu berangkat bertanding menggunakan biaya pribadi.
Satu-satunya atlet NTB yang bertanding di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 yakni Muhammad Al Fatih Maulana. Ia bertanding pada divisi Nasional U15.
Ofisial Tim Panahan NTB sekaligus ayah sang atlet, Syamsul, mengatakan bahwa mereka tetap berangkat ke Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, demi pengalaman. Sebelumnya, putranya ikut bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 pada 16 hingga 25 Juli 2026.
"Hanya kami Satu-satunya di Kejurnas Junior ini karena yang lainnya saya itu masih ada yang bertanding di Porprov NTB. Kalau kami kemarin dapat medali emas. Kemudian lanjut ke Kejurnas Junior ini," katanya kepada kumparan, Selasa (28/7).
Usai mengantarkan putranya meraih medali emas di Porprov NTB, Syamsul memilih tetap berangkat ke MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior di Kudus untuk mengasah kemampuan anaknya. Alasan lainnya, event panahan di NTB hanya ada setahun sekali.
"Biaya sendiri lumayan mahal. Modalnya keberanian saja karena ajang panahan ini menjadi pembuktian anak kami terhadap hasil latihan," terangnya.
Dua hari perjalanan dilampaui keduanya dari Sumbawa hingga ke Kudus. Keduanya berangkat dari Sumbawa menaiki kapal ke Lombok.
"Dari Lombok masih naik kapal ke Surabaya. Berlanjut dari Surabaya ke Kudus naik bus. Total perjalanan dua hari," ujarnya.
Ia mendampingi putranya bertanding. Arahan demi arahan diberikannya agar bidikan anaknya mengenai target. Sejauh ini menurutnya performa Muhammad Al Fatih Maulana cukup bagus.
"Tantangannya di sini anginnya kencang sehingga tidak bisa memberikan kemampuan terbaik," ungkapnya.
Sebagai seorang ayah yang sering mengantarkan kejuaraan panahan untuk putranya, ia berharap ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 terus berkelanjutan setiap tahunnya. Syamsul juga mengapresiasi fasilitas Bakti Olahraga Djarum Foundation.
"Keberadaan event ini sangat penting untuk melahirkan atlet panahan. Kalah bisa setiap tahun diadakan," imbuhnya.
Reporter: Vega M. Ula
