Konten dari Pengguna

Mengenal Lebih Dalam, Pakaian Adat Presiden Jokowi Saat Hari Kemerdekaan 2024

Vintasya Hilda Kauri Pinontoan

Vintasya Hilda Kauri Pinontoan

Mahasiswa Jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. Journalist - Writer - Photographer

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vintasya Hilda Kauri Pinontoan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi mengikuti upacara di Istana Negara Ibu Kota Nusantara. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi mengikuti upacara di Istana Negara Ibu Kota Nusantara. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Pada tanggal 17 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi mengenakan pakaian adat Kustin asal Kutai, Kalimantan Timur, saat upacara peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sejarah & Makna Kustin

Istilah Kustin berasal dari kata kostum yang berarti kebesaran. Pada upacara pernikahan, pakaian Kustin dipakai oleh Suku Kutai untuk golongan menengah ke atas. Pakaian ini memiliki makna yang mendalam dan dihiasi dengan pasmen keemasan yang melambangkan status sosial dan kehormatan. Berikut rincian pakaian adat Kustin untuk pria dan wanita.

Pakaian Adat Kustin Pria

  1. Kopiah Bundar: Pemakaian kopiah bundar tinggi 15 sentimeter (cm) yang dinamakan setorong. Bagian bawahnya lebih besar dari bagian atasnya dan berpasmen yang berwarna keemasan.

  2. Baju Kustin: Baju untuk pengantin laki-laki dinamakan baju Kustin. Bahannya dari belederu berwarna hitam, dengan lengan panjang dan kerah tinggi. Ujung lengan, kerah serta bagian dada berhias pasmen.

  3. Celana: Celana panjang warna sama dengan baju. Di luar celana, dikenakan dodot rambu, yaitu semacam kain panjang yang ujungnya diberi hiasan rumbai-rumbai berwarna keemasan.

  4. Alas Kaki: Alas kaki memakai selop kulit berwarna hitam. Perhiasan terdiri dari kalung bersusun disematkan di baju bagian dada.

Pakaian Adat Kustin Wanita

  1. Sanggul atau Gelung Kutai: Pengantin wanita memakai sanggul atau gelung kutai, bentuk dan bangunnya sama dengan sanggul Jawa di belakang kepala. Pada bagian muka sangul ditusukkan gerak gempa atau kembang goyang dari logam bersepuh emas.

  2. Baju Pengantin Wanita: Baju pengantin wanita juga bernama pakaian kustin yang berkerah tinggi dan berlengan panjang. Leher dan bagian depan baju memakai pasmen. Pada puncak bagian belakang, dikenakan kelibun warna kuning, bahannya terbuat dari sutera.

  3. Tapeh Berambui: Untuk kainnya dipakai tapeh berambui, yaitu kain panjang berumbai-rumbai benang emas yang diletakkan di bagian muka.

Makna dan Simbolisme Pakaian Adat Kustin

Pemilihan pakaian adat ini oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menunjukkan komitmen mereka untuk melestarikan dan menghargai budaya Indonesia.

Dengan mengenakan pakaian adat Kustin, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa. Pakaian adat Kustin menjadi simbol kebanggaan dan kehormatan yang patut diperhatikan dalam setiap perayaan kemerdekaan.