Konten dari Pengguna

Gejolak Mahasiswa Abadi

kawula muda

kawula muda

Lika-liku dunia anak muda

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kawula muda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Abadi (Foto: youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Abadi (Foto: youtube)

Tak bisa dimungkiri, di zaman modern ini, pendidikan telah menjadi tolok ukur seseorang dalam melihat kapasitas orang lain. Seperti umpatan kolot yang sering didengungkan saat seseorang menakar kesalahan orang lain: "Enggak di sekolahin tuh orang," begitulah kira-kira bunyinya.

Berbicara soal umpatan, berbeda tingkat pendidikan, berbeda pula jenis umpatan yang sering digunakan. Buat kamu yang pernah mengalami menjadi mahasiswa, atau yang justru sekarang berada di bangku perkuliahan, pasti tidak asing dengan istilah ''Mahasiswa Abadi."

Mahasiswa abadi adalah sebutan untuk mereka yang masih berjuang untuk mendapatkan tanda tangan dosen di semester ke-7. Saat itu, tanda tangan dosen di nilai lebih sakral dibandingkan dengan tanda tangan Raisa. Hal ini bukan isapan jempol belaka, karena mahasiswa semester akhir pasti merasakan jerih payah untuk mendapatkan tanda tangan dosen guna melangsungkan sidang akhir perkuliahan.

Pergolakan batin juga tak jarang dirasakan oleh para penyandang Mahasiswa abadi. Mulai dari galau di tinggal teman satu angkatan, skripsi yang tak kunjung selesai, lingkungan kampus yang mulai berubah, dan yang utama adalah rasa malas yang semakin mendera. Gejolak batin tersebut akan semakin terasa saat teman-temanmu sibuk membicarakan reuni di grup sosial media, dan kamu sibuk mempersiapkan jawaban untuk menjawab berbagai pertanyaan yang akan diajukan oleh teman-temanmu, apalagi sudah menyangkut pekerjaan.

Permasalahan lain muncul, pertama, soal biaya kuliah dan biaya hidup yang menjadi persoalan karena mulai disindir oleh orang tua dengan pertanyaan "Kapan lulus?" Kedua, aktivitas di luar perkuliahan yang mulai membuatmu semakin nyaman dan menjauhkan dari tugas akhir. Terakhir, kamu mulai mengetahui cara mendapatkan pundi-pundi uang, yang justru membuatmu enggan untuk berhubungan lagi dengan huruf-huruf dan riset-riset ilmiah yang memakan waktu cukup banyak.

Lantas bagaimana cara menghadapi kenyataan tersebut? Banyak trik dan tips yang menawarkan agar kamu bisa lulus cepat. Namun, yang harus kamu ketahui adalah sejauh mana keinginan kamu untuk keluar dari zona nyaman yang sedang kamu jalani. Sebab jika seseorang ada di dalam zona ketidaknyamanan, pastilah dia akan keluar dari zona tersebut.

Dan yang harus kamu ketahui di sini adalah, hal yang terberat dalam menghadapi tugas akhir yakni bukan sejauh mana kamu mengejar tanda tangan dosen, atau sejauh mana isi kepalamu untuk memahami penelitianmu. Melainkan, sejauh mana kamu melawan rasa malas yang terlanjur menjeratmu dalam kenyamanan yang hakiki.

Dari beberapa kemungkinan yang akan menimpa mahasiswa abadi, hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, dia akan sadar di saat-saat terakhir, saat di mana dirinya dihadapkan pada dua pilihan, yakni lulus di detik-detik terakhir dan mendapat ijazah, atau di DO dan menyandang gelar M.A aka Mahasiswa Abadi.