Takut Bicara di Depan Umum? Kenali Cara Menjadi Public Speaker yang Percaya Diri

Mahasiswa Unpam dengan jurusan Ilmu Komunikasi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kayla Julian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penulis: Kayla | Format: Storytelling

Sumber : Unsplash
Pernah nggak sih, kamu merasa gugup saat harus berbicara di depan banyak orang? Padahal, sebelumnya kamu sudah menyiapkan materi dan merasa cukup menguasainya. Tapi, begitu berdiri di depan kelas dan semua mata mulai tertuju kepadamu, tiba-tiba pikiran kosong, tangan dingin, dan suara terasa bergetar. Rasanya, semua kata yang sudah disiapkan mendadak hilang begitu saja.
Kalau kamu pernah mengalami hal seperti itu, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama, bahkan mereka yang terlihat percaya diri saat berbicara di depan umum pun belum tentu bebas dari rasa gugup.
Menurut saya, salah satu hal yang membuat kita takut berbicara di depan umum adalah terlalu memikirkan pendapat orang lain. Kita takut salah bicara, takut ditertawakan, atau khawatir kalau orang lain menganggap kita tidak pintar. Akhirnya, sebelum mulai berbicara saja, kita sudah sibuk membayangkan hal-hal buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Padahal, kalau dipikir-pikir, orang yang mendengarkan kita belum tentu memperhatikan setiap kesalahan kecil. Bisa jadi mereka justru sedang berusaha memahami apa yang kita sampaikan. Sayangnya, karena terlalu fokus pada rasa takut sendiri, kita sering lupa bahwa tujuan utama berbicara di depan umum adalah menyampaikan pesan, bukan tampil sempurna.
Lalu, bagaimana caranya supaya kita bisa lebih percaya diri?
Menurut saya, langkah pertama adalah berhenti menuntut diri sendiri untuk selalu sempurna. Kita tidak harus berbicara seperti pembawa acara profesional atau memiliki suara yang selalu lantang. Cukup mulai dengan menyampaikan apa yang ingin kita katakan secara jelas dan mudah dipahami.
Langkah berikutnya adalah mempersiapkan materi dengan baik. Misalnya, kalau besok kamu harus melakukan presentasi di kelas, cobalah memahami isi materi terlebih dahulu, bukan hanya menghafalkan setiap kalimat. Dengan begitu, ketika tiba-tiba lupa satu bagian, kamu masih bisa menjelaskan menggunakan kata-katamu sendiri.
Selain itu, jangan lupa berlatih. Kamu bisa mencoba berbicara di depan cermin, merekam suara sendiri, atau meminta teman mendengarkan presentasimu. Awalnya mungkin terasa aneh, bahkan bisa membuat kita malu sendiri. Namun, semakin sering berlatih, kita akan semakin terbiasa mendengar suara sendiri dan menyampaikan pikiran dengan lebih teratur.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengatur cara berpikir. Daripada terus mengatakan kepada diri sendiri, “Bagaimana kalau aku salah?”, cobalah menggantinya dengan, “Aku sudah mempersiapkan diri dan akan berusaha menyampaikan materi sebaik mungkin.” Memang terdengar sederhana, tetapi cara kita memandang situasi bisa memengaruhi bagaimana kita menghadapinya.
Kita juga perlu memahami bahwa rasa gugup tidak selalu berarti kita tidak mampu. Terkadang, kita gugup justru karena menganggap sesuatu itu penting. Jadi, daripada memaksa diri menghilangkan rasa gugup sepenuhnya, lebih baik belajar mengelolanya agar tidak menghalangi kita untuk berbicara.
Pada akhirnya, menurut saya, menjadi *public speaker* yang percaya diri bukan berarti tidak pernah takut. Justru, keberanian muncul ketika kita tetap mencoba meskipun masih merasa gugup. Tidak masalah kalau pada awalnya suara bergetar atau ada kata yang terlupa. Semua itu bisa menjadi bagian dari proses belajar.
Jadi, kalau suatu hari kamu mendapat kesempatan berbicara di depan kelas, mengikuti presentasi, atau menyampaikan pendapat dalam sebuah diskusi, jangan langsung berpikir bahwa kamu tidak bisa. Persiapkan dirimu, berlatihlah, dan berikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang.
Ingat, orang yang sekarang terlihat lancar berbicara di depan banyak orang juga pernah menjadi pemula. Siapa tahu, dari satu presentasi yang awalnya membuatmu gugup, kamu justru mulai menemukan keberanian untuk berbicara lebih baik.
Karena percaya diri bukan sesuatu yang harus kita miliki sejak awal, melainkan sesuatu yang bisa kita bangun sedikit demi sedikit melalui keberanian untuk mencoba.
