UBI YAKON : Umbi Viral Dengan Kandungan Metabolit Sekunder Yang Berkhasiat

Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kayla Shafa Mahrunisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat sekitar 9.600 spesies tanaman berkhasiat di Indonesia yang dapat digunakan sebagai obat tetapi belum dimanfaatkan secara efektif (BPOM, 2017). Banyak tanaman yang mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan zat lainnya yang memiliki beragam manfaat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah yakon (Smallanthus sochifolius) yang berasal dari wilayah Andes di Peru, Amerika Selatan. Tanaman yakon di Indonesia memiliki kisaran tinggi 1,5 hingga 3 meter. Tanaman yakon dapat hidup padaa rentang suhu yang luas, termasuk 0-24°C dan 800-2000 mdpl (Countreras-Puentes & Alviz-Amador, 2020).
Penduduk lokal Andes, Amerika Selatan, menganggap yakon sebagai tanaman yang dapat diolah dan digunakan tidak hanya sebagai makanan atau minuman tradisional, tetapi juga sebagai sarana pengobatan. Tiga bagian tanaman yakon yang digunakan sebagai pangan fungsional adalah batang muda, daun, dan bagian buah. Buah dari tanaman yakon dapat dimakan mentah atau sebagai salad. Umbi yakon memiliki tampilan yang unik dengan tekstur garing yang memadukan buah semangka dan buah apel. (de Almeida Paula dkk., 2015).
Sebagai salah satu sumber pangan, yakon memiliki kandungan kalori yanng tinggi, yakni 600-900 kJ/kg berat basah. Menurut Countretas-Puentes dan Alvis-Amador (2020), yakon juga mengandung senyawa metabolit untuk antioksidan, vitamin, dan mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, tembaga, zinc, dan besi. Vitamin B (tiamin, riboflavin, niacin) dan vitamin C (asam askorbat) merupakan beberapa di antara berbagai vitamin yang terdapat pada tanaman yakon. Sisa tanaman yakon juga dikonsumsi penduduk Andes biasanya mengkonsumsi tanaman yakon dalam bentuk teh atau air rebusan untuk memperoleh khasiat yaitu menurunkan kolesterol dan kadar darah (Pahlawan & Oktaria., 2016).
Penelitian oleh Hegde et al., (2014) menunjukkan bahwa skrinning fitokimia dari ekstrak metanol daun insulin mengungkapkan adanya senyawa seperti karbohidrat, triterpenoid, protein, alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, dan steroid, serta memiliki kemampuan antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negatif. Penelitian dilakukan oleh Saputri (2018) yang membuktikan bahwa ekstrak etanol dari daun tanaman yakon dengan konsentrasi 10% menunjukkan kemampuan antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan P. Aeruginosa. Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramonal et al., (2020) yang menjelaskan bahwa daun tanaman yakon yang diekstraksi dengan metode perkolasi mengandung fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Keberadaan senyawa dalam daun yakon dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah waktu panen. Waktu panen berperan penting dalam memengaruhi proses fisiologis pada tanaman.
Bagian dari akar tanaman yakon memiliki kandungan asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan, serta L-triptofan yanng merupakan asam amino penting bagi manusia dan hewan, juga asam ferulat serta lima turunan asam kafeat. Akar tanaman yakon kaya akan fruktooligosakarida yanng berfungsi sebagai prebiotik (Ojansivu et al., 2011). Fruktooligosakarida terbentuk dari fruktan yang diciptakan dari sukrosa yang berada dalam vakuola sel di daun, akar, da batang tumbuhan. Kadar fruktooligosakarida dalam yakon memiliki dampak pada sistem kekebalan tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung, fruktooligosakarida dapat memengaruhi fungsi sistem imun melalui produksi asam lemak rantai pendek yang mampu mengubah mikrobiota di dalam sistem pencernaan. Asam lemak rantai pendek berkontribusi pada toleransi imun dan mengatur produksi interleukin serta kinerja sel NK. Secara langsung, ini terjadi dengan mengatur sistem imun melalui jaringan limfoid terkait usus (GALT) (Catano et al., 2016).
Umbi segar dari tanaman yakon yang diberikan sebanyak 100 mg/kgBB secara disonde dapat menurunkan gula darah rata rata hingga 136,5 mg/dl. Penelitian yang dilakukan oleh Grethel pada tahun 2013 menunjukkan bahwa proses pengolahan dapat mengurangi konsentrasi prebiotik dan FOS. Pada umbi yakon, terdapat dua komponen yanng berperan dalam penurunan kadar gula darah, yaitu FOS dan polifenol. Polifenol memiliki peran penting dalam aktivitas biologis, termasuk dampak antihiperglikemik, sifat antidiabetik, serta perlindungan sebagai antioksidan terhadap radikal bebas. Tanaman yakon bukan hanya kaya akan nutrisi dasar, tetapi juga mengandung berbagai senyawa kimia di beberapa bagiannya yang sangat berharga sebagai agen antidiabetes, antioksidan, antimikroba, prebiotik, dan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.
Yakon (Smallanthus sonchifolius) dalam dunia flora pengobatan menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Meskipun berasal dari Pegunungan Andes, kini yakon mulai mendapatkan perhatian di Indonesia sebagai tanaman yang kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, alkaloid, dan fruktooligosakarida (FOS) yang berfungsi vital sebagai antioksidan, agen antibakteri, pengatur diabetes, dan prebiotik alami. Bukan hanya daun dan batangnya, umbi dari yakon juga dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah secar signnifikan berkat kombinasi FOS dan polifenol yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks tren kembali ke alam dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan terapi alami, yakon muncul sebagai kesempatan berharga yang masih banyak peluangnya belum dikelola secara optimal di Indonesia.
Daftar Pustaka
Putri, C. N., Rahardhian, M. R. R., & Ramonah, D. (2022). Pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar total fenol dan total flavonoid ekstrak etanol daun insulin (Smallanthus sonchifolius) serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 7(1), 15–27. https://doi.org/10.20961/jpscr.v7i1.43465
Nugraha, A. T., Firmansyah, M. S., & Jumaryatno, P. (2017). Profil senyawa dan aktivitas antioksidan daun yakon (Smallanthus sonchifolius) dengan metode DPPH dan CUPRAC. Jurnal Ilmiah Farmasi (JIF), 13(1), 14–20. http://journal.uii.ac.id/index.php/JIF/article/view/6717
Saputri, A. D. S., & Sa’ad, M. (2023). Penetapan kadar fenolik dan flavonoid fraksi daun insulin (Smallanthus sonchifolius) secara spektrofotometri UV-Vis. Pharmacy Medical Journal, 6(1).
Sinurat, M. R., Rahmayanti, Y., & Rizarullah. (2021). Uji aktivitas antidiabetes senyawa baru daun yakon (Smallanthus sonchifolius) sebagai inhibitor enzim DPP-4: Studi in silico. Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA (JIPI), 5(2), 138–150. https://doi.org/10.24815/jipi.v5i2.20068
Utami, T. P., & Lena, A. P. (2022). Khasiat tanaman yakon (Smallanthus sonchifolius) sebagai pangan fungsional. Review dalam Jurnal Farmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul.
Saputri, A. D. S., Murniasari, A. H., & Suharyanto. (2022). Penetapan kadar flavonoid total rebusan dan seduhan daun insulin (Smallanthus sonchifolius) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. JIFS: Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, 2(1), 8–15.
Elawati, N., & Yuanita, L. (2021). Review: Efek farmakologis dan efek toksik dari daun yakon (Smallanthus sonchifolius). UNESA Journal of Chemistry, 10(2), 135–142.
Nurmawati, T., Sari, Y. K., & Ningtyas, F. A. (2021). Efek perlakuan serbuk umbi tanaman yakon (Smallanthus sonchifolius) pada kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus). BIOSAINTROPIS: e-Jurnal Ilmiah Bioscience-Tropic, 7(1), 56–62.
Nurmawati, T., & Wulandari, N. (2018). Efektivitas antara umbi dan daun tanaman yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang terinduksi streptozotocin. Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(1), 63–68. http://jurnal.strada.ac.id/sjik
Yuanita, L., Puspitawati, R. P., Wikandari, P. R., Sabtiawan, W. B., & Sari, D. A. P. (2017). Budidaya dan pemanfaatan tanaman yakon (Smallanthus sonchifolius) untuk meningkatkan potensi alam dan pemberdayaan masyarakat Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 23–29.
