Konten dari Pengguna

Ancaman Cacingan Pekerja Sanitasi Surabaya dan Solusi penerapan personal hygien

dokumentasi petugas pengangkut sampah by. pixels.com
zoom-in-whitePerbesar
dokumentasi petugas pengangkut sampah by. pixels.com

Risiko kesehatan kerja kembali menjadi sorotan di lingkungan pekerja sanitasi Kota Surabaya. Kontak harian yang intensif dengan tanah dan sampah menjadikan petugas kebersihan berisiko terkena infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH), yaitu kelompok cacing parasit yang proses penularan melalui perantara tanah.

Cacing parasite berukuran mikroskopis berpotensi terselip di sela kuku atau menempel pada kulit tangan pekerja saat bertugas di lapangan. Jika diabaikan, infeksi parasit kronis ini dapat memicu anemia, kelelahan menahun, serta penurunan daya tahan tubuh dan produktivitas kerja.

Berdasarkan hasil penelitian hibah RISETMU bacth IX yang dilakukan oleh Vella Rohmayani Dosen UMSURA dari total 150 sampel pekerja sanitasi yang tersebar proporsional di lima wilayah kota, ditemukan rata-rata angka sampel positif infeksi cacingan sebesar 8 persen secara keseluruhan.

Data penelitian menunjukkan variasi tingkat infeksi yang cukup signifikan antarwilayah di Surabaya. Surabaya Selatan mencatatkan angka sampel positif tertinggi yakni mencapai 17 persen (83 persen negatif). Sementara itu, wilayah Surabaya Barat, Surabaya Timur, dan Surabaya Utara masing-masing menunjukkan tingkat sampel positif sebesar 6,67 persen (93,33 persen negatif). Angka sampel positif terendah diidentifikasi di wilayah Surabaya Pusat, yakni sebesar 3,33 persen (96,67 persen negatif).

Hasil riset tersebut menegaskan adanya korelasi kuat antara penerapan personal hygiene (kebersihan pribadi), kepatuhan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan tingkat risiko infeksi pada pekerja sanitasi. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten, seperti sarung tangan kedap air dan sepatu boots karet, terbukti menjadi penghalang utama penetrasi larva cacing ke dalam kulit.

Selain kedisiplinan penggunaan APD, tindakan preventif dasar seperti memotong kuku secara berkala dan mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir sebelum makan maupun seusai bertugas menjadi sarana krusial dalam memutus rantai transmisi parasit.

Temuan data ini mendorong pentingnya penguatan intervensi K3 secara berkelanjutan bagi para pekerja sanitasi di Surabaya. Diperlukan sinergi terpadu mencakup penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai di tempat penampungan sampah, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala, serta pemantauan edukasi kebersihan pribadi guna menjamin perlindungan kesehatan para pekerja lapangan secara optimal.