Konten dari Pengguna

Penularan da Pencegahan Infeksi Kutu pada Manusia

Vella Rohmayani

Vella Rohmayani

Pengajar di Prodi S.Tr TLM FIK UMSurabaya, pengurus MTCC UM Surabaya, anggota Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur dan sebagai anggota PUSAD (Studi Anti Korupsi dan Demokrasi) di UMSurabaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vella Rohmayani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kutu dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius bagi manusia. Adapun dampak kesehatan yang disebabkan oleh kutu dapat berupa masalah infeksi kulit hingga infeksi kesehatan yang lebih serius. Oleh sebab itu penting untuk memahami bagaimana resiko penularan dan Langkah-langkah pencegahan infeksi kutu pada manusia.

Cara Penularan dan Bahaya Kutu

Terdapat beberapa jenis kutu yang penting untuk dipelajari yaitu, Pediculus humanus capitis (kutu rambut kepala), Pediculus humanus corporis (kutu badan) dan Phthirus pubis (kutu rambut kemaluan).

Kutu rambut kepala, bersifat parasit karena bertahan hidup dengan cara menghisap darah di bagian kepala manusia. Keberadaan spesies ini sering kali membuat seseorang yang terinfeksi merasakan gatal yang sangat luar biasa di bagian rambut kepala, terkadang sampai menyebabkan terjadinya infeksi pediculosis. Anak SD merupakan kelompok yang paling rentan terserang kutu rambut kepala dan perempuan umumnya lebih rentan terinfeksi kutu rambut dibandingkan dengan anak laki-laki.

Sedangkan kutu badan biasanya dapat ditemui pada penduduk yang tinggal pada daerah beriklim dingin karena mereka mempunyai kebiasaan memakai pakaian tebal dan jarang mandi dan mengganti pakaian. Infestasi kutu tubuh juga dapat menyebar secara cepat pada daerah yang memiliki sanitasi lingkungan yang buruk. Kutu badan bersifat parasit karena menghisap darah inang/hospesnya. Adapun gejala infeksi kutu badan adalah terasa gatal dan timbul benjolan di sekitar area kulit badan bekas gigitan, terutama di area lipatan atau pada tempat yang terdapat jahitan pakaian (ketiak, dada, punggung dan selangkangan).

Sedangkan kutu rambut kemaluan berkaitan erat dengan terjadinya penyakit menular seksual (PMS). Infeksi kutu kemaluan biasanya terdapat bitnik coklat kehitaman pada pakaian dalam, yang merupakan bekas kotoran dari kutu rambut kemaluan, namun jika terjadi pada anak yang mengalami pelecehan seksual, kutu dapat ditemukan pada rambut alis dan bulu mata.

Cara Pencegahan Infeksi Kutu

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi parasite dari Ordo Phthiraptera yaitu dengan cara (1) menjaga kebersihan tubuh serta rambut dengan cara mandi dan keramas secara teratur, (2) menghindari kontak langsung dengan penderita, (3) hindari berbagi barang atau pakaian pribadi seperti sisir, topi, jilbab, pita atau jepit rambut, ikat rambut atau ikat jilbab dan seterusnya, (4) tidak berbaring di tempat tidur, sofa, bantal, karpet, atau boneka yang baru-baru ini kontak dengan orang yang terinfeksi, (5) membersihkan sofa dan furnitur sejenis dengan vacum cleaner secara berkala, (6) Rendam pakaian, seprai, dan barang-barang lain yang digunakan orang yang terinfeksi menggunakan air panas (setidaknya dengan suhu 50-55°C) selama 5-10 menit, setelah itu baru dicuci.

Oleh sebab itu mengingat bahaya infeksi kutu parasite kita perlu menerapkan Langkah- Langkah pencegahan infeksi. Karena mencegah (preventif) itu lebih baik daripada mengobati (kuratif).