Konten dari Pengguna

Dari Kuas ke Robot: Perubahan Pekerjaan Pengecatan di Era Teknologi

Fendi Husaini

Fendi Husaini

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 7 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fendi Husaini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Robot Pengecat Otomatis (Gambar dibuat dengan AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Robot Pengecat Otomatis (Gambar dibuat dengan AI)

Pengembangan di era sekarang tidak hanya membantu manusia untuk mengubah cara berkomunikasi atau mencari informasi tetapi juga membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan. Sebelumnya banyak pekerjaan yang dilakukan secara manual, tetapi semakin berjalannya waktu banyak robot yang dapat membantu manusia dalam mempermudah pekerjaannya. Tak hanya mempermudah, tetapi robot juga dapat menggantikan sumber daya manusia dalam bekerja. Salah satu perubahan yang terjadi adalah proses pengecatan.

Proses pengecatan menjadi suatu kebutuhan untuk memperindah sebuah ruangan, pengecatan biasanya dilakukan dengan manual menggunakan kuas yang dilakukan oleh pekerja pengecat. Pengecatan manual dilakukan oleh manusia dengan keterampilan dan tenaga kerja manusia. Pekerja harus menyiapkan desain, alat pengecat, mengatur ketebalan lapisan, dalam proses pengecatan,pekerja harus menggunakan kuas atau alat lain untuk mengaplikasikannya ke dinding atau ke objek yang akan dicat.

Pekerjaan ini biasanya dilakukan berhari – hari jika mendapatkan desain yang cukup sulit dan bangunan yang harus dicat sangatlah luas. Pengecatan menggunakan tenaga manual membutuhkan gerakan yang berulang kali dalam jangka waktu yang cukup lama hingga hasil yang didapatkan menjadi maksimal. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan kelelahan dalam bekerja.

Tetapi semakin berkembangnya teknologi yang berkembang pesat sehingga pengecat dinding dilakukan menggunakan robot pengecat otomatis. Perkembangan teknologi sangat menarik perhatian dalam kehidupan manusia, satu diantaranya adalah alat yang dapat membantu pekerjaan manusia dibidang kontruksi. Dalam penelitian ini dirancang sebuah alat pengecat dinding yang dapat meringankan pekerjaan manusia dalam proses pengecatan dinding. Rancang bangun alat pengecat dinding ini dibuat dengan alasan masih banyak pekerja kontruksi melakukan pengecatan secara manual, selain itu hasil pengecatan dari tenaga manusia tidak serapi alat atau mesin.

Dimana alat pengecat dinding otomatis dapat dijadikan solusi untuk meringankan pekerjaan manusia yaitu dapat membantu tugas rutinitas dalam proses pengecatan dinding pada sebuah ruangan. Sistem yang digunakan pada rancang bangun alat pengecat dinding otomatis adalah menggunakan sistem kontrol mikrokontroler. Mikrokontroler itu sendiri adalah komputer kecil berukuran satu cip (single-chip) yang dirancang khusus untuk mengontrol dan mengelola tugas – tugas tertentu pada perangkat elektronik.

Menurut berita yang didapatkan dari web Universitas Gadjah Mada, mahasiswa UGM sudah melaksanakan program pembuatan robot pengecat otomatis. Robot pengecat otomatis ini dibuat oleh mahasiswa yang bernama Arifandhi Nur M (FMIPA), Habib Astari A (FMIPA), Pa’at Wahyu K S (SV), Imroatul Mufidah (FK), dan Istria Rimba S (FT). Pengembangan ini diciptakan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM – KC). Pengembangan ini dilakukan di bawah bimbingan Andi Dharmawan S.Si., M.Cs yaitu merupakan dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM.

Mahasiswa UGM mengembangkan robot pengecat tembok luar gedung bertingkat. Inovasi di bidang teknologi ini mempermudah proses pengecatan gedung bertingkat.

“Robot ini bisa menggantikan kinerja manusia dan penggunaanya diharapkan bisa meminimalkan angka kecelakaan kerja,” terang Arifandhi Nur M selaku ketua tim, Jumat (16/6) di UGM.

Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga November 2016 terjadi 101.367 kasus kecelakaan kerja. Sementara sebanyak 2.382 orang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Arifandhi menjelaskan prototipe robot pengecat gedung bertingkat dibuat menggunakan arduino dan single board computer untuk mengontrol pergerakannya. Robot ini dapat mengecat bidang datar dengan luas permukaan sesuai keinginan operator.

“Alat pengecat yang digunakan berbentuk semprot dengan tiang yang memiliki dua derajat kebebasan yaitu X dan Y sebagai sumbu gerakan,”ujarnya.

Cara pengoperasian robot ini cukup mudah. Operator cukup menginput luasan bidang pengecatan dan warna cat. Setelah itu, sensor kamera akan menangkap gambar tembok yang akan dicat. Apabila ditemukan tembok dalam keadaan belum dicat maka semprotan akan bergerak menyemprot bagian tersebut. Ketika proses pengecatan usai, robot akan melakukan scanning untuk mengecek kualitas hasil pengecatan.

“Robot bisa mengecat tembok dengan luasan maksimal 2×2 meter,”jelasnya.

Dengan menggunakan robot ini, Arifandhi menuturkan operator dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pengecatan tembok dengan akurat. Sebab, kecepatan penyemprotan saat proses pengecatan dapat diatur sesuai keinginan. Selain itu, proses pengecatan dapat dilakukan secara terus-menerus dan konstan.

“Harapannya robot dapat diimplementasikan secara nyata dan dengan penggunaannya angka kecelakaan kerja khususnya bidang konstruksi dapat ditekan,”pungkasnya.(Humas UGM/Ika).

Dadan Nur Ramadan menjelaskan dalam penjelasannya bahwa invensi ini mengenai suatu robot untuk membantu pekerjaan mengecat dinding menggunakan spray-gun. Robot sesuai invensi ini digerakkan oleh motor menggunakan pemrograman sehingga dapat bekerja secara otomatis. Robot ini dapat mengecat lebih cepat dengan hasil yang sempurna sehingga dapat menghemat biaya dan tenaga.

Pada umumnya, alat pengecat dinding belum bisa mendeteksi cat mana saja yang belum terkena cat sehingga tidak mengulangnya dari awal. Untuk mengatasi kendala tersebut maka robot ini mampu mendeteksi cat mana yang belum terkena tanpa perlu mengulang dari awal. Robot tangan ini di desain bisa bergerak fleksibel dan bisa berputar 180 ̊ kearah atas bawah kanan dan kiri. Robot ini terdiri dari 3 Dof penggerak robot. Pada tiap tiap bagian robot di beri motor servo yang tersususn sedemikian rupa, sehingga dapat menimbulkan gerakan berputar yang sudah di oprasikan. Piringan pada robot serta bearing atau kelaher yang berada diantara piringan tersebut menyebabkan putaran tersebut menjadi lebih baik, selanjutnya pada gerakan motor servo yang berfungsi untuk mengunci besi pada pada trigger sehingga akan menekan tutup pada botol pilox tersebut dan akan menyebabkan pilox menyemprotkan cat secara terus menerus dan bersama dengan memutarnya piringan pada robot arm manipulator sehingga akan menghasilkan cat yang rapih.

Dikutip kuka.com ada beberapa keunggulan dari robot pengecat otomatis,keunggulan dari robot pengecat otomatis yaitu seperti

Robot tahan ledakan dan sesuai standar ATEX

Robot pengecatan KUKA mematuhi Arahan ATEX 2014/34 dan sesuai dengan standar 3G/3D, sehingga ideal untuk digunakan di zona 21 dan 22, atau di ruang tertutup elektrostatik. Robot ini memenuhi klasifikasi perlindungan Ex II, sehingga menjamin keamanan di fasilitas produksi Anda. Ini adalah persyaratan minimum untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan serta perlindungan pekerja, yang berpotensi berisiko terkena atmosfer yang mudah meledak.

Cat yang dibutuhkan lebih sedikit.

Otomatisasi proses pengecatan dapat mengurangi konsumsi produk pelapis hingga 30% berkat presisi tinggi dari robot industri KUKA.

Pengaplikasian cat yang merata, hasil yang dapat direproduksi.

Gerakan pistol semprot yang presisi dan halus serta kualitas yang konsisten dijamin oleh pengulangan hingga 0,03 mm yang merupakan ciri khas robot KUKA.

Penggerak yang efisien

Motor internal dapat diberi tekanan optimal dengan udara penyegel , memastikan lapisan bebas aus dan mengurangi masuknya cat dan kotoran, sehingga memberikan tingkat umur operasional yang lebih baik yang dibutuhkan dalam lingkungan yang serba cepat seperti di bengkel pengecatan.

Operasi tetap berjalan lancar meskipun terjadi kekurangan tenaga kerja terampil.

Menjaga kelancaran produksi melalui penggunaan sistem robot pengecatan untuk mengambil alih tugas-tugas yang membosankan dan monoton .

Optimalisasi waktu siklus dalam pengecatan seri

Robot pengecat KUKA mencapai pengulangan maksimum dalam operasi berkelanjutan dan dioptimalkan untuk proses yang sangat berulang, seperti pengecatan seri.

Perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan

Kesejahteraan karyawan terlindungi karena mereka hanya perlu mengawasi lengan robot dan tidak lagi terpapar risiko yang ditimbulkan oleh gas beracun atau ledakan.

Fleksibilitas

Robot KUKA kompatibel dengan berbagai macam pistol semprot cat dan aksesori dari produsen pilihan Anda, yang berarti Anda dapat mencocokkan pilihan.

Referensi:

Reyvaldy, R., Suryani, F. R., & Muzakki, R. F. (2026). RANCANG BANGUN ALAT MIXING WARNA CAT OTOMATIS UNTUK UJI APLIKASI PADA PLAT LOGAM BERBASIS ARDUINO. Jurnal Media Elektro, 1-6.

Kristianto, R., Aprilliasari, C. A., Kurniawan, B. B., Esa, D. W. F., Wijaya, M. R., & Sudiyoko, R. A. (2026). Rancang Bangun Mesin CNC Painting Berbasis Mach 3. Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy, 6(1), 40-46.

Zaira, J. Y. (2020). Rancang Bangun Alat Pengecat Dinding Semi Otomatis Berbasis Mikrokotrolel ATMega8535. Jurnal Elektro dan Mesin Terapan, 6(2), 32-41.

https://ugm.ac.id/id/berita/14125-robot-pengecat-tembok-luar-gedung-bertingkat-karya-mahasiswa-ugm/

https://btp.telkomuniversity.ac.id/landing/ip/PPSE0607220942

https://www.kuka.com/en-us/applications/coating-painting-bonding/painting-robot