Konten dari Pengguna

Wonderful Indonesia di Negeri Tirai Bambu

Koran KBRI Beijing
Kisah unik, catatan perjalanan dan tulisan ilmiah peserta program magang di KBRI Beijing
17 Januari 2018 6:59 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:12 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Koran KBRI Beijing tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wonderful Indonesia di Negeri Tirai Bambu
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
(Kusuma Wardhani Laras Margie, Hubungan Internasional, London School of Public Relations Jakarta)
ADVERTISEMENT
Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia (RI) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sudah berjalan sejak masa Soekarno. Pada era tersebut merupakan awal penting dari hubungan antara Indonesia dengan Tiongkok dan terus menunjukkan perkembangan ke arah yang positif. Namun hubungan diplomatik antara RI dengan RRT sempat dibekukan pada tahun 1967. Dan baru 13 tahun kemudian hubungan tersebut kembali berjalan dengan baik hingga saat ini.
67 tahun hubungan diplomatik dan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok semakin meningkat dengan ditandatanganinya Deklarasi Kemitraan Strategis RI-RRT di Jakarta pada 25 April 2005 lalu. Kedua negara tersebut berkomitmen untuk memajukan kerja sama di berbagai bidang, dengan menggunakan panutan dari prinsip-prinsip penghargaan atas kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan wilayah dari kedua negara.
ADVERTISEMENT
Hubungan bilateral RI dan RRT dalam konteks ekonomi pun mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, hal tersebut terlihat dari keberhasilan kedua negara mencapai target perdagangan yang telah ditetapkan. Kerja sama di bidang ekonomi, infrastruktur, ilmu pengetahuan, dan teknologi juga telah berkembang luas antara Indonesia dan Tiongkok. Begitu juga dengan kerja sama dalam sektor energi yang merupakan salah satu bidang penting dalam hubungan kedua negara. Hubungan sosial-budaya antar negara pun masuk kedalam poin penting yang harus terus ditingkatkan.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing memiliki peran penting dalam meningkatkan hubungan bilateral terutama di bidang promosi yang dilakukan agar Indonesia dikenal oleh masyarakat Tiongkok dan memiliki hubungan sosial-budaya yang lebih erat. Promosi tersebut dilakukan secara intensif dan juga dibuat dengan menyesuaikan cara dan gaya dari masyarakat Tiongkok itu sendiri. Berbagai kegiatan promosi telah dilakukan oleh KBRI Beijing seperti kunjungan, pameran, food festival, perkenalan budaya, hingga mempromosikan Indonesia melalui akun resmi media sosial KBRI Beijing. Dengan adanya berbagai kegiatan promosi yang dilakukan, Pemerintah Indonesia menetapkan untuk dapat menggaet 2 juta kunjungan wisatawan Tiongkok berkunjung ke Indonesia pada tahun 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
Untuk mengawali tahun 2017 lalu, KBRI Beijing melakukan kegiatan promosi kebudayaan dan pariwisata yaitu Bali Food Festival, dimana masyarakat Beijing diberikan kesempatan untuk menikmati menu-menu khas Bali dan makanan tradisional dari berbagai belahan nusantara selama dua minggu. Festival tersebut merupakan hasil kerja sama antara KBRI Beijing, JW Marriot Hotel Beijing, dan Garuda Indonesia Airlines. Yang mendatangkan chef asli Indonesia agar makanan yang disajikan selama festival benar-benar merupakan cita rasa asli Indonesia. Serta dalam festival tersebut diperkenalkan juga kebudayaan Indonesia yang beragam dan eksotis kepada masyarakat Tiongkok.
Selama tahun 2017 lalu KBRI Beijing banyak melakukan kegiatan promosi, seperti dalam Festival Chengdu International Tourism Expo untuk memperkenalkan budaya Indonesia, kesenian, dan semua yang bernuansa Wonderful Indonesia. KBRI Beijing juga membuka booth agar masyarakat Tiongkok dapat berinteraksi langsung mengenai Indonesia. Selain itu KBRI Beijing sering berpartisipasi dalam berbagai event seperti salah satunya Diplomat National Competition yang digelar dengan tujuan perkenalan budaya melalui fashion show pakaian adat.
ADVERTISEMENT
Kerja sama dalam rangka mempromosikan Indonesia antara KBRI Beijing dan institusi pemerintah seperti ASITA, Kementerian Pariwisata juga sering dilakukan. Salah satunya ASIAN GAMES 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia. KBRI Beijing memperkenalkan kepada audience serta media Tiongkok tentang Jakarta dan Palembang sebagai kota yang akan menyambut event olahraga tersebut. Dalam acara Sales Mission tersebut ditampilkan tarian Indonesia yaitu dari Betawi dan Palembang untuk merasakan nuansa Indonesia lebih dekat. Aktivitas ini mendapat respon baik dengan feedback banyaknya audience yang menanyakan seputar destinasi wisata Indonesia salah satunya adalah destinasi wisata Bali. Hal ini sekaligus menjadi media klarifikasi mengenai informasi perkembangan terbaru keadaan Gunung Agung di wilayah Bali yang meletus pada akhir tahun 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
Berkat KBRI Beijing yang sering mempromosikan Indonesia melalui ASIAN GAMES 2018, masyarakat Tiongkok menaruh perhatian besar dalam ajang olahraga tersebut. Mereka telah meminta spot sekitar 2 hektar untuk 300 awak media baik jurnalis maupun teknisi untuk meliput acara tersebut. Dan dalam hal ini Tiongkok juga menjadi salah satu negara yang paling banyak dalam meminta fasilitas selama ASIAN GAMES 2018 dilaksanakan nanti.
Tidak cukup dengan aktivitas promosi yang dilakukan dalam berbagai event. KBRI Beijing juga menerima dan melakukan kunjungan ke berbagai Universitas seperti Peking University, China Conservatory of Music dan lainnya dalam kegiatan perkenalan budaya hingga promosi. Selama melakukan promosi-nya, KBRI Beijing sudah mencapai berbagai hasil dan peningkatan yang terlihat dari banyaknya wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia dalam hal wisata, bisnis, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Dalam aktivitas promosi pariwisata Indonesia media sosial menjadi salah satu channel penting untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Tiongkok. Seperti WeChat yang merupakan layanan komunikasi penting dan menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan di Tiongkok mengingat aplikasi media sosial lainnya di blokir oleh pemerintah Tiongkok. Dengan adanya hal tersebut KBRI Beijing membuat dan menjalankan akun resmi-nya serta memberikan pengetahuan seputar Indonesia kepada masyarakat Tiongkok. Berbagai isu sosial, budaya, makanan, hingga informasi seputar daerah-daerah di Indonesia sering menjadi topik utama di akun resmi WeChat KBRI Beijing. Selain Wechat, walaupun untuk mengaksesnya perlu menggunakan VPN, Instagram menjadi opsi kedua media yang digunakan KBRI Beijing untuk menyampaikan kegiatan di KBRI Beijing serta menerima pengaduan dari masyarakat Indonesia di Tiongkok.
ADVERTISEMENT
Berbagai aktivitas promosi yang dilakukan di Tiongkok bukan semata hanya untuk mempromosikan wisata, kuliner maupun sosial budaya di Indonesia saja. Namun juga sebagai media untuk mempererat hubungan RI-RRT melalui hubungan antar masyarakat kedua negara. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka partisipasi dan minat masyarakat Tiongkok baik dari kalangan pengusaha, investor, pelaku industri maupun dari bermacam sektor lainnya dari kegiatan yang sudah berjalan.
Saran kepada KBRI Beijing dalam aktivitasnya mempromosikan Indonesia terhadap masyarakat Tiongkok adalah dengan lebih menggencarkan promosi dan pengenalan budaya di tempat-tempat wisata selain Bali. Dengan memberikan banyak usulan, deskripsi menarik dan paket-paket liburan ke destinasi wisata lain agar mampu menarik wisatawan dari Tiongkok untuk berkunjung kedaerah lain di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Seperti Surabaya yang dapat dijadikan pusat bisnis, karena masih banyaknya space kosong dan masyarakatnya pun banyak sehingga Surabaya dinilai pas untuk dijadikan sebagai area bisnis. Selain itu pariwisata di Indonesia juga banyak sekali yang kental dengan nuansa budaya Indonesia selain di Pulau Jawa, seperti di Pulau Sumatera dengan kota Palembang yang menyimpan salah satu jenis tekstil terbaik yaitu kain songket dan berbagai budaya tradisional khas Palembang. Serta di sisi lain Palembang mempunyai daya tarik tersendiri sebagai lokasi yang mempertemukan dua budaya yaitu budaya Tiongkok dan Indonesia Sehingga Palembang patut untuk dipromosikan secara gencar di Tiongkok.
Serta infrastuktur pariwisata mulai dari yang paling penting seperti bandara dan akses menuju destinasi wisata harus diperbaiki demi kelancaran wisatawan yang sedang berkunjung ke Indonesia. Seperti yang dituliskan dalam artikel di kompas.com, bahwa bandara-bandara di Indonesia memiliki antrean yang sangat padat. Hal tersebut terjadi karena terkait dengan pemeriksaan keimigrasian dan pemeriksaan barang serta service yang kurang cekatan. Menurut artikel tersebut ada seorang wisatawan asing yang pernah nyaris pingsan ketika mengantre di Imigrasi Bandara Ngurahrai Bali. Dengan adanya kejadian tersebut sebaiknya ditingkatkan lagi mutu service bandara agar wisatawan asing yang datang merasa nyaman dan lancar dengan kegiatan pariwisata-nya.
ADVERTISEMENT
Sekarang ini mancanegara lebih mengenal Indonesia dengan Bali daripada Indonesia itu sendiri. Secara tidak langsung akan menjadi dampak negatif terhadap Indonesia karena nantinya Indonesia hanya akan dikenal dunia sebagai pulau dengan pantai yang indah atau destinasi wisata pantainya. Jelas sekali bahwa potensi di Indonesia itu bukan hanya tentang Bali dan pantainya saja melainkan banyak di kota dan daerah lainnya yang menarik untuk dijadikan sebagai lahan investasi, tujuan pendidikan, dll.