Konten dari Pengguna

Seni Budaya Indonesia Ramaikan Festival ASEAN di Nairobi

Kbri Nairobi

Kbri Nairobi

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kbri Nairobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni Budaya Indonesia Ramaikan Festival ASEAN di Nairobi
zoom-in-whitePerbesar

Nairobi - Penampilan tari, lagu, Angklung dan peragaan busana Indonesia kembali memukau masyarakat Nairobi, Kenya pada Festival ASEAN tahun 2017 di Nairobi, Kenya (24/9/2017).

“Festival tahun ini merupakan festival kedua yang diselenggarakan oleh ASEAN Nairobi Committee atau ANC setelah tahun sebelumnya juga berlangsung sukses” kata Duta Besar RI di Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo.

“Melalui festival budaya tahunan ini diharapkan akan semakin mendekatkan ASEAN kepada masyarakat Kenya” lanjut Dubes Soehardjono yang bertindak sebagai Ketua ASEAN Nairobi Committee. Komite ini terdiri dari empat kedutaan negara ASEAN di Nairobi yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Christopher Chika, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Kenya --tamu kehormatan-- mengatakan bahwa festival budaya semacam ini adalah penting karena merupakan bentuk dari interaksi antar masyarakat.

Festival menyajikan berbagai penampilan budaya dari empat negara ASEAN. Indonesia mengawali persembahan tari Payembrama yang dibawakan secara apik oleh Pande Luh Arsani Dewi, WNI yang bekerja di Nairobi. Gerak gemulai khas tari Bali untuk menyambut tamu ini mengundang apresiasi para penonton yang memadati tenda festival.

Sambutan hangat penonton kembali terlihat saat baju adat Makassar, Batak dan Jawa diperagakan dalam peragaan busana bersama pakain adat dari negara-negara ASEAN lainnya. Para model yang merupakan staf KBRI Nairobi dan anggota masyarakat WNI berlenggang di depan penonton dalam balutan baju bodo, ulos dan baju pengantin Jawa yang menarik.

Lagu “Desaku yang kucinta” dan “Sigulempong” dibawakan secara harmonis oleh paduan suara gabungan anak-anak muda Kenya dengan masyarakat Indonesia. Secara fasih pemudi-pemudi Kenya dalam paduan suara melantunkan lagu-lagu bahasa Indonesia dan Batak tersebut.

Paduan suara juga menampilkan permainan Angklung sembari menyanyikan lagu Kenya yang terkenal di masyarakat, yaitu “Jambo” dan “Malaika”. Penonton yang ada larut dalam semarak penampilan Angklung bahkan saat konduktor paduan suara mengajak para penonton bermain angklung bersama secara interaktif.

Selain penampilan budaya, keempat kedubes negara-negara ASEAN juga menyajikan makanan khas, kerajinan tangan dan produk masing-masing negara. Stan Indonesia yang menjual makanan khas seperti nasi goreng, sate, onde-onde, dadar gulung dan kue jemblem dipadati oleh pengunjung festival yang tertarik mencicipi makanan khas Indonesia.